Didesak Presiden VENEZUELA, Orang Nomor Satu VATIKAN Itu Akui Kristen 
Disebarkan Dengan Kekerasan!!
Kamis, 31 Mei 07 


  <http://www.alsofwah.or.id/images/bdi-1-310507.jpg> Paus VATIKAN, Benedictus 
XVI mengakui penderitaan dan penganiayaan yang dialami penduduk asli Amerika 
akibat misi kristenisasi. Pengakuan ini disampaikannya setelah beberapa hari 
didesak presiden Venezuela, Hugo Chavez agar meminta maaf atas tragedi yang 
menimpa penduduk Amerika Latin akibat penyebaran agama Kristen secara paksa. 
Dalam pertemuan mingguannya yang diadakan setiap hari Rabu bersama para 
pengikutnya di lapangan kudus, Paus mengatakan, "Memang ada semacam kabut yang 
menyelubungi proses kristenisasi di Amerika Latin." 

Lebih lanjut, ia menambahkan seraya mengakui bahwa tidak diragukan lagi, 
memperingati masa lalu yang jaya tidak mungkin melupakan kabut yang menyertai 
proses injilisasi (penyebaran Kristen dengan Injil) terhadap Amerika Latin. Ia 
juga mengakui, sama sekali tidak mungkin melupakan penderitaan dan penganiayaan 
yang ditimpakan para penjajah yang menganut agama Kristen terhadap penduduk 
asli setempat. 

Paus Benedictus XVI mengatakan, hak-hak kemanusiaan warga asli Amerika 
seringkali diinjak-injak. Demikian seperti yang diklaimnya. Padahal, sepuluh 
hari sebelumnya ketika berada di San Paolo, Paus membantah fakta terjadinya 
pemaksaan keyakinan Kristen secara kasar terhadap penduduk Amerika Latin yang 
menyebabkan tewasnya puluhan juta orang itu.!!?? 

Mereaksi bantahan Paus itu, presiden Venezuela, Hugo Chavez mendesak gereja 
Katholik dan paus agar meminta maaf kepada penduduk asli Amerika, khususnya 
Amerika Latin atas statement dan bantahan tersebut.! 

Dalam acara televisi, hari Jum'at lalu, bertempat di Caracas, Chavez 
mengatakan, apa yang terjadi di Amerika Latin adalah lebih buruk dan berbahaya 
daripada apa yang terjadi dengan Holocaust dan genocide saat terjadinya Perang 
Dunia II. Chavez menilai, apa yang dialami penduduk Amerika Latin pada masa 
penyebaran agama Kristen tidak seorang pun yang dapat mengingkarinya, bahkan 
oleh Paus sekalipun yang datang ke tanah kita ini, tidak dapat mengingkari 
genocide yang dialami penduduk asli Amerika.!! 

Saat itu, Chavez sebagai seorang pemimpin negara yang memakai pakaian sederhana 
seorang petani Venezuela mengimbau Paus agar menyampaikan permintaan maafnya 
terhadap penduduk asli Amerika seraya berujar, "Sesungguhnya tulang-belulang 
penduduk asli korban pembantaian yang dilakukan para penjajah Eropa adalah 
sebaik-baik saksi atas kesalahan pernyataan Paus.!!" (ismo/AH) 



-- 
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke