Artikel Mu'jizat Qur'an & Sunnah 
Riset Amerika Tegaskan Manfaat Shalat Dan Ibadah
Senin, 12 Maret 07 
Sebuah riset di Amerika yang diadakan Medical Center di salah satu
universitas di sana 'Pyok' menegaskan, shalat dapat memberikan kekuatan
terhadap tingkat kekebalan tubuh orang-orang yang rajin melaksanakannya
melawan berbagai penyakit, salah satunya penyakit kanker. Riset itu juga
menegaskan, adanya manfaat rohani, jasmani dan akhlak yang besar bagi
orang yang rajin shalat. 

Riset itu mengungkapkan, tubuh orang-orang yang shalat jarang mengandung
persentase tidak normal dari protein imun Antarlokin dibanding
orang-orang yang tidak shalat. Itu adalah protein yang terkait dengan
beragam jenis penyakit menua, di samping sebab lain yang mempengaruhi
alat kekebalan tubuh seperti stres dan penyakit-penyakit akut. 

Para peneliti meyakini, ibadah dapat memperkuat tingkat kekebalan tubuh
karena menyugesti seseorang untuk sabar, tahan terhadap berbagai cobaan
dengan jiwa yang toleran dan ridha. Sekali pun cara kerja pengaruh hal
ini masih belum begitu jelas bagi para ilmuan, akan tetapi cukup banyak
bukti atas hal itu, yang sering disebut sebagai dominasi akal terhadap
tubuh. Bisa jadi melalui hormon-hormon alami yang dikirim otak ke dalam
tubuh di mana orang-orang yang rajin shalat memiliki alat kekebalan
tubuh yang lebih aktif daripada mereka yang tidak melakukannya. Demikian
seperti dilansir situs 'Laha'. 

Profesor Mas'ud Shabri, anggota Persatuan Ulama Islam Internasional
mengatakan, "Kita mengimani bahwa shalat memiliki banyak manfaat rohani,
sosial, medis dan sebagainya akan tetapi semua ini masih masuk dalam
lingkup ijtihad yang sebagian kalangan bisa benar, dan sebagian kalangan
yang lain bisa salah. Bila salah seorang, misalnya ada yang berkata, 'Di
antara manfaat shalat begini,' kemudian ilmu sekarang ini menyingkap
ketidakbenaran info ini, maka kesalahan itu dilimpahkan kepada orang
yang mengatakan adanya manfaat tertentu itu, bukan pada shalat itu
sendiri.!!?? 

Shabri menambahkan, "Sebelum segala sesuatunya, sikap yang pertama kali
harus ditunjukkan adalah bahwa kita wajib menjadikan shalat sebagai
suatu ibadah dulu. Kemudian setelah itu, boleh menyebutkan adanya
manfaat atau tidak darinya. Andaikata shalat tidak memiliki manfaat
seperti itu selain ketaatan kepada Allah, maka itu sudah cukup bagi kita
sebagai suatu kemuliaan berdiri di hadapan Allah swt dalam sehari lima
waktu shalat fardhu. Bagi siapa saja yang ingin berdiri lebih lama lagi,
maka pintu terbuka untuk itu. Ini sama sekali tidak mengurangi nilai
shalat itu sendiri dari sisi-sisi non ibadah.!! 
(Mufakkira el-Islam, tgl 21 Syawwal 1427 H) 
Sumber www.alsofwah.or.id <http://www.alsofwah.or.id/> 
 
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke