bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu 'ala rasuli-lLah
wa 'ala alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah, amma ba'd, 
assalamu 'alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuH,


Terjemahan Depag QS4: 157,
dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 
'Isa putra Maryam, Rasul Allah ", padahal mereka tidak membunuhnya dan 
tidak menyalibnya, tetapi  orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. 
Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang  'Isa, benar-benar 
dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai 
keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan 
belaka, mereka tidak  yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa.

1. Prof. Dr. KH. Hasbullah Bakry, SH. dalam bukunya "Isa dalam Al Qur'an 
Muhammad dalam Bible". (Firdaus), cet. 8, hal. 45 dan 47 menyatakan 
penafsirannya tentang QS An Nisa'/4:157.

"Kalimat "Ma qotaluhu wama sholabuhu" yang berarti: "Mereka tidak 
membunuhnya dan tidak menyalibnya" haruslah diartikan sebagai penguat 
(kalimat) satu dengan yang lain. Ma qotaluhu artinya mereka tidak membunuh 
Isa dengan jalan apa saja (di sini membunuh berarti umum). Ma sholabuhu 
mereka juga tidak membunuhnya dengan penyaliban. Disini membunuh dengan 
cara khusus yakni dengan penyaliban (kruisiging)."
Kalau tidak sampai mati namanya bukan penyaliban, tetapi hanya terserupa 
saja sebagai penyaliban.

2. Jika kita meneliti asal dan makna kata yang terbentuk dari huruf sh-l-b 
(shalb) maka artinya adalah tulang atau sumsum.
Prosesi hukuman shalb (salib) itu adalah prosesi hukuman mati yang 
perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari hingga 
ajalnya tiba. Terhukum akan dipaku ke dua tangannya di tiang salib, 
dikarenakan berat tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas 
karena terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat 
kematian. Oleh karena itu untuk menambah penderitaan (memperlama proses 
kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan di kakinya 
dipakukan kepada papan tersebut (sehingga dengan kaki ini terhukum dapat 
berdiri menyangga tubuh). 

Terhukum akan dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari 
mangsa hewan liar. Pamungkas dari proses kematian ini adalah dipatahkannya 
tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) yang 
akan mempercepat kematian. Inilah hukuman salib (pematahan tulang dan 
sumsum di pancang / tiang kayu dan berakhir pada kematian). Jadi seseorang 
yang hanya mengalami pemakuan di tiang kayu namun tidak mengalami 
pematahan tulang dan sumsum dan mati maka tidak bisa dikatakan telah di 
hukum salib tetapi dia disebut menyerupai penyaliban saja.

Riwayat injil menjelaskan bahwa kaki Yesus (Isa as) tidak dipatahkan,

"…Melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya" (Injil 
Yohanes 19: 33). 

Ketika Yohanes berkata bahwa tentara itu melihat, bahwa maksudnya mereka 
menduga bahwa Isa telah wafat. Jadi inilah cara Allah untuk menolong Isa. 
Dengan menserupakan beliau nampak seperti yang telah wafat dan hanya 
membiarkan tentara Romawi hanya melihat dan menduga-duga.

Allah menyelamatkan Isa a.s. dalam kondisi pingsannya dengan menampakan 
kepada Tentara Romawi dan Orang Yahudi bahwa mereka melihat Isa seperti 
dalam kondisi mati. Karena itulah tentara Romawi tidak mematahkan tulang 
sumsum Isa a.s.. Setelah tubuh Isa telah diturunkan dari tiang maka untuk 
memastikan Isa telah wafat maka seorang Tentara Romawi menggoreskan 
lembing nya ke sisi rusuk tubuh Isa a.s. dan setelah melihat tidak adanya 
respon gerakan dari tubuh Isa maka ia yakin bahwa Isa telah wafat. 
Namun....sebenarnya tidak demikian.



wa bi-lLahi-ttaufiq wa-lhidayah, subhanaka-lLahumma wa bihamdiKa
asyhadu alla Ilaha illa Anta, astaghfiruKa wa atubu ilaiK.
Wassalamu'alaikum,



-------------------------------------------------------------------------
haris subianto
Production engineering Dept
Yamaha Motor Parts Mfg Indonesia





A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
06/07/2007 08:55 AM

To
Arihadi <[EMAIL PROTECTED]>, [email protected]
cc

Subject
Re: [syiar-islam] Re: SALAM DAN SHOLAWAT NABI SAW--->Yesus Mati di Tiang 
Salib ?







--- Arihadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> pa nizami wrote:
> 
> Alhamdulillah Nabi Muhammad bisa meninggal dengan
> selamat dan damai di
> tempat tidur sementara Yesus yang dielu-elukan ummat
> Kristen justru
> mati di tiang salib.
> 
> ---> Apa benar Yesus mati di tiang salib ? Apa
> buktinya, bagaimana dalil2nya
> ? mohon kesediaanya utk dijawab. jazakallah....

Kalau menurut Islam, Isa tidak disalib melainkan
diselamatkan Allah. Yang disalib adalah Yudas/Yahudza.

Namun menurut orang Kristen, Yesus mati disalib. Ini
justru bukti bahwa Yesus (yang merupakan Tuhan mereka)
tidak selamat sementara Nabi Muhammad SAW yang
merupakan rasul Allah selamat.

===
Ingin berdiskusi mengenai masalah ekonomi di Indonesia?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 
http://searchmarketing.yahoo.com/
 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke