Kita semua mestinya pernah mendengar cerita tentang 'Katak di Air
Mendidih'. Apabila temperature air tiba-tiba dinaikkan, sang katak akan
menyadarinya dan melompat keluar dari air mendidih tersebut. Namun kalau
temperature dinaikkan dengan sangat lambat, satu derajat tiap satu
waktu, sang katak tidak akan menyadarinya sampai air mendidih dan
mematikannya karena tidak berdaya. Upaya mengkotak-kotakkan ummat Islam
sudah berlangsung lama sekali bahkan sudah ada ketika RosuluLlah
sholaLlahu 'alayhi wassalam masih ada dan banyak sekali peringatan
beliau sholaLlahu 'alayhi wassalam salah satunya hadits iftiroq yang
penjelasannya paling panjang..

 

Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh kalian pasti akan mengikuti jalan
orang-orang sebelum kamu, jengkal demi jengkal, hasta demi hasta
sehingga seandainya mereka masuk kedalam lubang biawak, kalian pasti
akan memasukinya (juga). Para shahabat bertanya: "Wahai Rasulullah,
Yahudi dan Nashara-kah?". Beliau menjawab : "Siapa lagi?" [Dikeluarkan
oleh Imam Bukhari dan Muslim]

 

Perubahan terjadi pada hampir setiap perumpamaan. Perubahan tersebut
hanya beberapa saja yang disadari terjadi dengan cepat. Beberapa
perubahan memang terjadi tiba-tiba tapi lebih banyak yang terjadi secara
bertahap. Perubahan yang tiba-tiba menarik perhatian karena berlangsung
secara dramatis, sedangkan lebih banyak perubahan yang terjadi secara
bertahap tapi kita abaikan sampai semuanya terlambat. Perubahan ataupun
pergeseran epistemologi juga terjadi dalam pemikiran aktivis muslim
(da'i). Syarat terpenting dalam aktivitas dakwah adalah ilmu,
sebagaimana yang difirmankan Allah subhanahu wata'ala tentang Nabi-Nya
dalam QS Yusuf[12]: 108

"Artinya : Katakanlah: 'Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang
yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.
Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik." 

Orang-orang yang mengikuti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
berada di atas jalan yang satu ini dan tidak saling berselisih. Tapi
orang-orang yang tidak mengikuti beliau tentu saling berselisih. Firman
Allah dalam QS Al-An'am[6]: 153

"Artinya : Dan, bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang
lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang
lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya."


Jadi tauhid merupakan titik tolak dakwah kepada Allah dan tujuannya.
Tidak ada gunanya dakwah kepada Allah kecuali dengan tauhid ini,
meskipun ia ditempeli dengan merk Islam dan dinisbatkan kepadanya.
Seperti Islam Liberal, Partai Islam, Demokrasi Islam, tetapi esensinya
justru bertentangan dengan nilai-nilai maupun adab dalam Islam sehingga
tidak lebih dari talbis [mencampur aduk] antara haq dengan bathil/ Sebab
semua rasul, terutama dakwah penutup mereka, Muhammad Shallallahu
'Alaihi wa Sallam dimulai dari tauhidullah dan sekaligus itu pula tujuan
akhirnya. Setiap rasul pasti mengatakan untuk pertama kalinya seperti
yang dijelaskan Allah dalam QS Al A'raf[7]:59

"Artinya : Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah
selain daripada-Nya."

Sayangnya, bantahan atas kritik tidak pernah lebih dari luapan perasaan.
Kaidah amar ma'ruf nahi munkar yang berfungsi sebagai System Pengindera
Dini atas perubahan "petunjuk arah" justru menjadi sumber celaan sebagai
pemecah belah ummat Islam karena membid'ahkan ataupun menyesatkan
saudara muslimnya.

waLlahu 'alam bishowab


________________________________

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of rsa
Sent: Tuesday, June 19, 2007 2:51 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[email protected]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [INSISTS] Fwd: Usaha-Usaha Mengisolasi Islam


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke