Ternyata Mengutuk itu Sangat Merugikan

  RASULULLAH SAW bersabda : "Orang mukmin sejati itu bukan pencela, bukan 
pengutuk, bukan jahat dan bukan pula cabul (suka berkata yang tidak sopan) " 
(HR.Muslim). 

Saking tercelanya perbuatan mengutuk itu jangankan terhadap manusia, bahkan 
kepada hewan dan benda mati pun kita diharamkan untuk mengutuk. Rasulullah SAW 
menegaskan : "Sesungguhnya aku tidak diutus untuk menjadi seorang 
pencela/pelaknat, tetapi sesungguhnya aku diutus sebagai rahmat" (Tafsir Ibnu 
Katsir). Mengutuk itu sama dengan mendoakan agar orang jauh dari rahmat Allah 
dan berdoa seperti ini bukan termasuk perilaku orang beriman yang mempunyai 
sifat belas kasih antar sesama. "Siapa yang mendoakan saudaranya yang muslim 
dengan kutukan yaitu mendoakannya jauh dari rahmat maka ia termasuk sikap 
memutuskan hubungan", demikian antara lain tulis Dr.Raja' Thaha Muhammad Ahmad, 
dalam bukunya Hifzhul Lisan. Sebab Rasulullah SAW pernah bersabda : "La'ana 
mu'mina ka qat-lihi, mengutuk orang mukmin sama dengan membunuhnya". Sebab 
seorang pembunuh memutuskan orang yang dibunuhnya dari manfaat dunia sedangkan 
orang yang mengutuk memutuskannya dari kenikmatan akhirat dan rahmat Allah
 SWT. 

Ibnu Umar RA berkata : "Manusia yang paling dibenci oleh Allah SWT adalah orang 
yang suka memaki dan mengutuk". Sebagian ulama juga bertutur : "Mengutuk orang 
mukmin sama dengan membunuhnya". 

Ada seorang ulama salaf. Namanya Ibnu 'Aun. Ia dicerca dan difitnah oleh 
seseorang. Lalu diantara sahabatnya ada yang membela Ibnu'Aun dengan mengutuk 
si Fulan yang mencerca dan memfitnah Ibnu'Aun itu. Sementara Ibnu 'Aun 
tenang-tenang saja. "Hai Ibnu 'Aun, kami mengutuknya karena perbuatannya 
terhadapmu", kilah sahabatnya itu. Ibnu'Aun menjawab : "Yang membuat aku 
memilih bersikap diam adalah dua kalimat yang akan tertulis dalam buku 
catatanku di hari kiamat nanti, yaitu : 'Tidak ada Tuhan selain Allah' dan 
'Semoga Allah mengutuk si Fulan'. Hanya tertulis dalam buku catatanku itu 
'Tidak ada tuhan selain Allah' saja lebih aku inginkan daripada tertulis juga 
disana ' Semoga Allah mengutuk si Fulan". 

Sebaliknya banyak hadis Rasulullah yang menganjurkan agar kita berperilaku 
mulia antara lain selalu berkasih sayang. Diantaranya beliau berwasiat : 
"Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia, Allah Ta'ala tidak akan 
menyayanginya". 

Di akhirat kelak sanksi orang yang hobi mengutuk, sungguh teramat berat.. Abu 
Darda RA.meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW. bersabda : "Sesungguhnya orang 
yang suka mengutuk itu tidak mempunyai penolong dan tidak dapat menjadi saksi 
di hari kiamat nanti". 

Dalam satu perjalanan, Imran bin Hushain RA meriwayatkan, Rasulullah SAW. 
mendengar seorang perempuan Anshar yang sedang menunggang unta, Entah bagaimana 
tiba-tiba ia mengutuk untanya. Mendengar ucapan perempuan itu, Utusan Allah itu 
bersabda : "Ambil apa yang dibawa unta itu dan lepaskan ia, sebab ia sudah 
terkutuk" (HR.Muslim). Dalam hadis lain Rasulullah SAW.bersabda : "Kami tidak 
ingin dalam rombongan kami ada unta yang terkutuk". 

Abu Daud RA.meriwayatkan dari Abi Darda RA, bahwa Rasulullah SAW. bersabda : 
"Bila seorang hamba mengutuk sesuatu, maka kutukan itu naik ke langit tapi 
pintu langit tertutup. Lalu ia turun ke bumi tapi pintu bumi pun tertutup. 
Kemudian kutukan itu pun bergerak ke kanan dan ke kiri. Saat ia tidak menemukan 
jalan keluar atau jalan masuk maka kutukan itu kembali kepada orang yang 
dikutuk jika memang ia pantas untuk dikutuk. Jika tidak maka kutukan itu 
kembali ketuannya (orang yang mengucapkannya)" ( HR.Bukhari dan Ibnu Hajar ). 

Imam Bukhari, Abu Daud dan Imam Ahmad meriwayatkan bahwa suatu ketika 
dihadapkan kepada Nabi SAW seorang lelaki yang tertangkap basah minum arak. 
Nabi SAW lalu memerintahkan kepada para sahabatnya untuk memukulnya. Kata Abu 
Hurairah RA : "Di antara kita ada yang memukul dengan tangan, alas kaki dan 
baju". Setelah hukuman itu selesai ada yang berkata, "Semoga Allah 
menghinakanmu". Mendengar ucapan itu Rasulullah SAW. berkata : "Jangan berkata 
demikian, jangan kamu menjadi pembantu setan". Abu 'Ubadilah bin Abdullah 
menambahkan : "Jika kalian melihat saudara kalian terkena hukuman Allah, jangan 
kalian mengutuknya, jangan kalian membantu setan (dengan kutukan itu), tetapi 
katakanlah : 'Ya Allah, kasihanilah dia, ya Allah ampunilah dia.". 

Rasulullah SAW. bersabda, Ada seseorang berkata, "Demi Allah, Allah tidak 
mengampuni si Fulan !". Maka Allah SWT. berfirman, " Siapa ini yang bersumpah 
atas nama-Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si Fulan ?. Sungguh Aku telah 
mengampuni si Fulan itu, sedangkan amalmu tidak Aku beri pahala". 

Muhammad 'Ajlan meriwayatkan dari Makhul : " Diceritakan kepadaku bahwa Ibrahim 
AS ketika dinaikkan ke alam Malakut, ia melihat seorang penzina. Lalu ia berdoa 
agar orang itu dibinasakan. Allah SWT mengabulkan doanya. Kemudian ia melihat 
pencuri. Ia lalu berdoa agar orang itu dibinasakan. Allah mengambulkan doanya. 
Allah lalu berkata kepadanya."Ya Ibrahim, biarkan hamba-Ku. Sesungguhnya 
hamba-Ku berada dalam salah satu dari tiga keadaan. Ia akan bertobat lalu Aku 
ampuni, atau ia akan melahirkan keturunan yang akan beribadah kepada-Ku, atau 
memang ia akan celaka sebagai penghuni Neraka Jahanam". 

Mengutuk orang tertentu sangat berbahaya, sebab keadaan manusia bisa 
berubah-ubah, kecuali orang yang diberitahukan seperti Rasulullah SAW. Beliau 
dapat mengetahui orang yang akan mati dalam kekafiran. Oleh karena itu, beliau 
pernah mengutuk orang tertentu, seperti dalam salah satu doa beliau : "Ya 
Allah, laknat Abu Jahal bin Hisyah dan Utbah bin Rabiah" (Muttafak 'Alaihi dari 
Ibnu Mas'ud). 

Wallahualam. 
   


A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          ”Mencaci-maki seorang mukmin 
adalah suatu kejahatan,
dan memeranginya adalah suatu kekufuran.” [H R. Muslim]

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________________
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows. 
Yahoo! Answers - Check it out. 
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545433


         

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke