Dari milis sebelah
..semoga bermanfaat !!
ÈÓã Çááå ÇáÑÍãä ÇáÑÍíã
Apa yang Terjadi di Palestina Lebih Besar dari Sekadar Tindakan
Kriminal, Bahkan Lebih dari Sekadar Skandal
Wahai Orang-Orang yang Berlomba dalam Keburukan,
Apakah Tidak Ada di Antara Kalian Orang yang Berfikir Jernih?!
Bukankah merupakan tindakan kriminal yang luar biasa besar, ketika Fatah
yang telah menjadi tambatan harapan masyarakat untuk membebaskan
Palestina secara menyeluruh, ternyata perannya hanya berhenti sebagai
pemerintah di bawah pendudukan di Tepi Barat. Pemerintahan yang tidak
memiliki daya, kekuatan, dan kedaulatan sedikit pun. Anehnya, Fatah
berpesta dan meneriakkan nyanyian karena telah berhasil menghalangi
Hamas dan milisinya dari sejumlah wilayah yang menjadi kekuasaannya.
Padahal, seharusnya Fatah menghalangi tentara Yahudi agar tidak bisa
menerobos dan berjalan-jalan di wilayah yang menjadi kekuasaannya?
Bukankah juga merupakan tindakan kriminal yang luar biasa besar, ketika
Hamas, yang telah menjadi tambatan harapan masyarakat untuk membebaskan
Palestina secara menyeluruh, ternyata perannya berhenti hanya sebagai
pemerintah di bawah pendudukan di Gaza. Pemerintahan yang juga tidak
memiliki daya, kekuatan, dan kedaulatan sedikit pun. Anehnya, Hamas
menunaikan shalat sebagai wujud syukur kepada Allah karena telah
berhasil membebaskan Gaza dari tangan Fatah dan milisinya. Padahal,
seharusnya Hamas membebaskan Gaza dari kekuasaan dan politik Yahudi yang
terus mencengkram Gaza dengan penuh rasa permusuhan baik pagi maupun
petang?
Bukankah merupakan tindakan kriminal yang luar biasa besar, ketika kedua
kelompok tersebut justru mewujudkan apa yang tidak mampu diwujudkan oleh
entitas Yahudi itu sendiri, dengan memproklamirkan secara terbuka dan
terang-terangan pemisahan Tepi Barat dan Gaza, bukan hanya sekadar nama,
tetapi secara nyata, dengan gambar dan wujud fisik?
Bukankah merupakan tindakan kriminal yang luar biasa besar, bahkan lebih
besar dari sebuah skandal, ketika darah-darah suci penduduk Palestina
tumpah di tangan orang yang mengumumkan diri sebagai satu kebohongan
atau penipuan berjuang dalam rangka melindungi darah penduduk
Palestina?
Wahai Kaum Muslim
Sudah jelas bagi siapa pun yang masih bisa melihat, bahwa dengan
penandatanganan kesepakatan Makkah, maka jebakan yang dialamatkan kepada
Hamas untuk terlibat dalam Pemilu dan dipermudah kemenangannya, serta
menerima pemerintahan di bawah pendudukan, telah membuahkan hasil!
Tujuan disatukannya kelompok Islami dengan kelompok Sekular dalam satu
kesepakatan, berdasarkan keputusan internasional berkaitan dengan
masalah Palestina, yang kemudian semuanya sepakat terhadap adanya
entitas Yahudi di Palestina tahun 1948, adalah agar masalahnya berubah
menjadi masalah kewilayahan yang diduduki pada tahun 1967. Ketika
perubahan masalah tersebut terjadi melalui keputusan penduduk Palestina,
baik melalui pemimpin mereka dari kalangan Sekular maupun Islami.
Seluruh faksi di Palestina kemudian setuju terhadap kesepakatan itu.
Tidak ada faksi yang menolak kecuali al-Jihâd al-Islâmî, yang menolak
kesepakatan tersebut secara menyeluruh, dan Front Rakyat (al-Jabhah
asy-Syabiyah) yang menolak secara parsial.
Pengumuman kesepakatan Makkah (Februari 2007) merupakan penyempurnaan
dari pengumuman Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Aljazair
(Oktober 1988). Dalam pengumuman itu, PLO di bawah pimpinan Fatah
menyetujui, bahwa masalah Palestina direduksi hanya pada isu kewilayahan
yang diduduki pada tahun 1967. Karena pihak yang menandatangani
persetujuan tersebut pada waktu itu adalah kelompok sekular, maka mereka
membutuhkan tanda tangan dari kelompok Islami. Ini berhasil diwujudkan
dalam kesepakatan Makkah. Kesepakatan Makkah itu sebelumnya diawali
dengan pertempuran antara Fatah dan Hamas. Ini tentu membuat masyarakat
awam, dari kalangan penduduk Palestina, menduga bahwa kesepakatan
tersebut bertujuan untuk menghentikan pertumpahan darah. Mereka lupa
dengan tujuan politik dari kesepakatan tersebut.
Juga sangat jelas bagi siapa pun yang masih melihat, bahwa keberhasilan
Hamas menduduki tampuk pemerintahan telah menciptakan adanya dua
kepemimpinan di dalam pemerintahan. Satu pihak (Fatah) untuk otoritas
(Palestina), dan satu lagi (Hamas) untuk pemerintahan. Maksudnya adalah
untuk menyatukan dua kesepakatan yang ditandatangani, point demi point,
yang mewakili kelompok Sekular dan Islami. Amerika dan entitas Yahudi,
kedua-duanya jelas tidak menginginkan Hamas memiliki peranan yang riil,
kecuali hanya menandatangani kesepakatan itu. Bahkan, Amerika dan
entitas Yahudi ingin menggabungkan Hamas ke dalam PLO dengan perubahan
yang tidak menyentuh substansi. Tujuannya, agar pemimpin yang lebih
menonjol dan berperan adalah pemimpin otoritas Palestina (Fatah). Dengan
asumsi, bahwa Eropa khususnya Inggris menginginkan agar Hamas, yang
merupakan pemimpin pemerintahan tetap memiliki peran di dalam otoritas
Palestina tersebut.
Titik kritis Fatah di mata masyarakat adalah nafsu kekuasaannya yang
sangat besar melampaui batas. Sementara masyarakat memandang Hamas tidak
seperti itu. Karena itulah, maka langkah pertama adalah menyatukan Hamas
dengan Fatah di sini. Sehingga masyarakat pun menilai, bahwa ambisi
kekuasaan yang dimiliki Hamas juga sangat besar melebihi anggapan yang
ada selama ini. Ini untuk memudahkan kembalinya otoritas Palestina
tersebut dalam satu pemimpin, dan memudahkan penyatuan Hamas ke dalam
tubuh PLO, dan masyarakat pun bisa menerima kembali masalah ini dengan
anggapan bahwa, Hamas juga mempunyai ambisi kekuasaan yang sama dengan
PLO.
Wahai Kaum Muslim
Wahai Penduduk Palestina
Sudah menjadi kebiasaan kaum Kafir penjajah, bahwa untuk meraih semua
tujuannya, mereka harus merekayasa krisis sampai pada titik terjadinya
pertikaian, bahkan lebih dari itu. Begitulah kenyataannya. Sebagaimana
yang terjadi pada kasus pertikaian antara Fatah dan Hamas yang
sebelumnya, adalah untuk menyiapkan atmosfer penandatanganan kesepakatan
Makkah sekaligus menjadi aksi untuk merelease kesepakatan tersebut.
Karena pertikaian tersebut membuat penduduk Palestina berpikir keras
untuk menghentikan pertikaian, dan akhirnya melupakan bencana politik
dari kesepakatan Makkah itu. Dalam pertikaian Fatah dengan Hamas
sekarang ini, juga membuat mereka (penduduk Palestina) berada dalam
cengkraman, karena milisi yang ada di bawah Fatah mengobarkan kekacauan
terhadap Hamas di Gaza. Hamas tidak menyelesaikannya dengan bersikap
sabar dan membongkar skenario tersebut kepada masyarakat. Hamas justru
membalasnya dengan melakukan pembunuhan dan menumpahkan darah sampai
menimpa orang-orang tua, wanita, dan anak-anak, bahkan pepohonan dan
batu, dalam sebuah pembantaian yang sangat keji. Seakan mereka lupa
dengan hadits Rasulullah SAW dari Abdullah bin Amru, bahwa Nabi saw.
bersabda:
« áóÒóæóÇáõ ÇáÏøõäúíóÇ Ãóåúæóäõ Úóáóì Çááåö ãöäú ÞóÊúáö ÑóÌõáò ãõÓúáöãò
»
Sungguh lenyapnya dunia ini lebih ringan bagi Allah daripada membunuh
jiwa seorang Muslim (HR. At-Tirmidzi, an-Nasai dan Ibn Majah, lafazh
menurut Tirmidzi)
Sesungguhnya tidak adanya kesadaran politik dalam tubuh Hamas dan
perjalanan tanpa disertai kesadaran politik itulah yang menyebabkan
Hamas terjerumus ke dalam krisis demi krisis. Sampai pada titik, di mana
mereka harus menumpahkan darah kaum Muslim yang tidak berdosa dengan
cara zalim dan penuh permusuhan. Sementara Hamas justru menganggap
dirinya melakukan kebaikan, bahkan untuk itu mereka melakukan sujud
syukur kepada Allah.
Sekarang Hamas telah menguasai Gaza dan memiliki pemerintahan sendiri.
Sementara penguasa (Fatah) menguasai Tepi Barat, dan menguasai
pemerintahan. Keduanya akan berlomba-lomba dalam keburukan dalam sebuah
konflik, baik jangka panjang maupun pendek. Semuanya itu justru demi
kepentingan Yahudi yang ingin mencabik-cabik apa yang masih tersisa dari
Palestina dan menciptakan sekat-sekat di tengah-tengah penduduknya dalam
bentuk permusuhan dan kebencian akibat pembunuhan yang terjadi. Apakah
kaum Yahudi itu mampu melakukan semuanya tadi, jika seandainya tidak
menggunakan tangan-tangan para pemimpin yang ada?!
Wahai Kaum Muslim
Wahai Penduduk Palestina
Sesungguhnya Hizbut Tahrir menyerukan kepada orang-orang ikhlas yang
masih ada, baik di dalam tubuh Fatah maupun Hamas, agar mereka menutup
kantor-kantor otoritas Palestina (Fatah) dan pemerintah (Hamas) di bawah
pendudukan tersebut. Mereka sendirilah yang harus menindak langsung
orang-orang yang ikut andil hanya dalam perolehan kursi, dan menyimpang
serta jatuh di dua wilayah pemerintahan, yaitu Gaza dan Tepi Barat.
Mereka juga harus bersikap di hadapan orang-orang tersebut dengan sikap
yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sikap yang akan dituliskan
cahaya untuk mereka, baik di dunia maupun di akhirat, sehingga akan
menyelamatkan mereka dari kehinaan di dunia dan siksa yang pedih di
akhirat. Sebab, terus-menerus berada di panggung sandiwara otoritas
Palestina (Fatah) dan pemerintah (Hamas) yang berada di bawah pendudukan
yang didirikan di atas tengkorak kaum Muslim yang terpenggal, nyawa kaum
Muslim yang dihilangkan, dan darah-darah mereka yang ditumpahkan. Terus
menerus berada dalam kondisi seperti ini sungguh merupakan pengkhianatan
kepada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang Mukmin.
Sesungguhnya kami menyeru dan menyeru kepada orang-orang ikhlas yang
masih ada, baik dari kalangan Fatah maupun Hamas, agar mereka
mengembalikan masalah ini kepada masalah asalnya. Yaitu dengan
menghancurkan entitas Yahudi mulai dari akar-akarnya dan mengembalikan
Palestina secara menyeluruh sebagai bagian dari negeri-negeri Islam.
Jika mereka belum mampu mewujudkannya saat ini, maka paling tidak mereka
harus tetap berada di parit-parit yang telah mereka siapkan, dan
bersikap teguh dalam posisi-posisi yang mereka ambil. Semuanya agar
menjadi jalan pembuka bagi pembebasan yang pernah diwujudkan melalui
tangan-tangan tentara Khalifah ar-Rasyid Umar yang telah membebaskannya
pertama kali, dan tentara Khalifah an-Nashir al-Abbasiy di bawah panji
panglima Shalahuddin yang telah membebaskan al-Quds dari tangan pasukan
Salib, dan kelak melalui tangan-tangan tentara pembebas yang akan
membebaskan al-Quds untuk terakhir kalinya:
Pada hari itu orang-orang Mukmin bergembira dengan pertolongan dari
Allah (QS ar-Rûm [30]: 4-5)
3 Jumadil Akhir 1428 H
18 Juni 2007 M
Hizbut Tahrir
[Non-text portions of this message have been removed]
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Syiar Islam.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/