saudaraku pak JUNAIDI yg dirahmati ALLAH.. sungguh saya telah menyesal telah menumpahkan amarah sebelumnya, karena setelah emosi saya mereda (tetapi email kemarahan saya tersebut terlanjur sudah terkirim), saya baru bisa menyadari dan memahami pasti pak JUNAIDI keliru dalam mencermati postingan forwarding dari saya.. baru saya juga baru menyadari pasti pak JUNAIDI salah menyangka bahwa postingan itu adalah postingan yg keluar dari jemari saya...
maafkan saya.. mudah2an airmata saya saat ini yang tidak terlihat oleh saudara2ku cukup menjadi bukti penyesalan atas kebodohan saya yg tidak mampu utk mengendalikan kemarahan saya tersebut.. astaghfirullah.... kepada saudara2ku yang lainnya.. terima kasih telah mengingatkan saya.. dan sungguh saya menyesal telah melakukan ini, semoga ALLAH berkenan mengampuni saya dan kita semua.. kepada moderator.. saya juga menyampaikan maaf dan penyesalan yg sungguh2.. tapi maksud saya memforward itu bukan utk hal2 yg bertujuan buruk, semata-mata hanya utk mengingatkan agar saudara2ku WASPADA, bahwa banyak spesies monyet :D di luar sana yg berniat menjatuhkan ISLAM dgn cara2 yg memang ciri2nya monyet.. semoga kehadira saya tetap diterima di milis ini dengan ikhlas, karena saya sangat membutuhkan tambahan ilmu2 yg bermanfaat dari saudara2ku.. utk semua kesalahan saya ini saya sekali lagi mohon maaf yg sebesar-besarnya.. semoga ALLAH merahmati kita semua.. dan semoga segala kejadian ini menyadarkan saya dan saudara2ku sekalian bahwa kita memang seharusnya merapatkan barisan utk memerangi musuh ALLAH yg nyata itu.. bukannya saling menghujat dan membenci.. amin ya ALLAH... wassalamu 'alaikum wr.wb... adji ekawarman hassan jl. Sastera Kencana III, Blok V2 no.47 Sektor 12.5 - Kencana Loka BSD City, Tangerang 15317 BANTEN telpon: 021.7587.3675 hp.: 0815.8905.007 ----- Original Message ----- From: Junaidi To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, July 06, 2007 7:20 AM Subject: FW: Mari bersikap lebih bijaksana Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullahal adzim. Mas Adji saya mohon maaf, saya mohon maaf yang sedalam dalamnya, atas kekeliruan saya mencermati isi posting yang anda forward ke group milis syiar Islam. Maaf Mas saya tetap membuka diri untuk suatu kebaikan, sekali lagi saya mohon maaf. spontanitas saya muncul karena dari e-mail yang Mas Adji forward " maaf kalau saya tidak menangkap sinyal pembelaan terhadap umat Islam". Terus terang saya ikut milis ini karena saya memang butuh informasi dan perkembangan umat Islam tentang akhlak atau segala hal tentang kebaikan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Kepada semua anggota milis saya juga mohon maaf kalau ternyata saya salah. Tapi sedikitpun tidak ada maksud saya untuk memfitnah Mas Adji. Demi Allah sekali lagi saya mohon maaf. Saya juga makhluk lemah yang miskin ilmu, miskin amal Ibadah dan miskin akan kemuliaan, untuk itulah saya mohon teman-teman semoga dapat membantu orang -orang seperti saya agar dapat melakukan yang terbaik untuk kita semua & untuk menegakkan agama Allah. ------------------------------------------------------------------------------ From: adji ekawarman [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, July 05, 2007 11:12 PM To: Junaidi; [email protected]; 'Erwin Budi Sulistyo' Subject: Re: Mari bersikap lebih bijaksana Importance: High pak JUNAIDI.. maksud anda ini apa, sih..? anda marah/tersinggung saya memforward postingan2 yg menjelekkan ISLAM dan mentertawakan si poster yg mengaku sbg ny. MUSLIM binti MUSKITAWATI alias Hafsah Salim itu ya..? sehingga dengan mudahnya anda telah memfitnah saya sebagai non-muslim..!! justeru karena saya seorang MUSLIM makanya saya tidak suka dgn postingan2 dia, tapi kok malah saya yang disalahkan begini..? memangnya dimana ada kata2 saya bahwa saya telah menghina agama saya sendiri..? apakah postingan saya juga menghina Rasulullah SAW, para sahabat dan juga saudara2 saya se-ISLAM..? kok bisa2nya anda beranggapan bahwa saya bukan seorang muslim..? dari mana anda bisa menilai saya seperti itu..?????? mungkin saya tidak berilmu agama yg cukup tinggi seperti anda, barangkali aya tidak se-alim anda dalam beribadah, tapi bukan berarti anda berhak memfitnah saya..!! apa pula tujuan anda (dengan paragraf tulisan anda yg sengaja saya ubah menjadi warna merah) umtuk mengajak saudara2 saya se-ISLAM utk menyikapi apa yang tidak saya lakukan ? saya sangat tidak mengerti dengan sikap anda ini..!! apalagi melakukannya dengan terbuka ke milis.. sangat keji..!! SAMPAI KAPANPUN SAYA TIDAK AKAN BISA TERIMA DENGAN APA YANG TELAH ANDA FITNAHKAN DI DEPAN FORUM INI..!! jika saya bicara keras seperti ini tidak bisa diterima oleh rekan2 lainnya, saya mohon maaf kepada saudara2-ku se-ISLAM di milis Syiar Islam ini.. wassalam, adji ----- Original Message ----- From: Junaidi To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; 'Erwin Budi Sulistyo' Sent: Thursday, July 05, 2007 5:12 PM Subject: Mari bersikap lebih bijaksana Menanggapi E-mail dari adji ekawarman [EMAIL PROTECTED] Mas Adji yang saya hormati ( selaku anda sebagai ciptaan Allah) Saya tahu anda bukan seorang Muslim. Oleh karena itu saya memahami bahwa anda tidak tahu bagaimana nikmatnya menjalani hidup dalam Islam. Untuk itu saya akan mengulas sedikit tentang hal-hal yang sangat mendasar dalam Islam. 1.. Dalam Islam tidak ada perbedaan yang mendasar, perselisihan pendapat dalam Islam adalah rahmat. 2.. Seorang Muslim Sangat menghargai otoritas pendapat orang lain. Contoh kasus 1. Pada saat kejayaan pemerintahan Islam (Daulah Islamiyah), pemerintah pernah memberi saran pada Imam Malik (Imam tertua dari 4 mashab). Saat itu pemerintah meminta Imam Malik untuk mendeklarasikan Kitab Mu'atto' (karangan Imam Malik) untuk dijadikan kitab ketiga sebagai pegangan umat Islam. Namun saat itu juga Imam Malik menyatakan bahwa cukup Alqur'an dan Hadist sebagai kitab pegangan umat Islam yang diwariskan baginda Rasulullah sallallahu'alaihi wasalam. Alasan Imam Malik pada saat itu adalah : " Sahabat-sahabat Rasulullah sangat banyak dan sudah bepergian keseluruh penjuru dunia untuk menyampaikan da'wah, seandainya mereka menulis kitab seperti yang saya tulis untuk dijadikan kitab ketiga maka apa yang akan terjadi pada umat Islam? Jadi cukuplah Alqur'an & Hadist sebagai pegangan umat Islam. Jika ada yang mempunyai pendapat untuk menganalisa tentang makna dalam Alqur'an dan Hadist dengan dalil dan pemikiran ilmiah marilah sama-sama kita hargai". Contoh kasus 2. Dari ke empat Imam / mashab ( Maliki, Syafi'I, Hambali & Hanafi) sangat menghargai perbedaan pendapat. Dan mereka saling belajar, saling memberi, saling mengisi untuk kebaikan umat Islam. Mereka tidak pernah bertentangan, mereka menganjurkan kita sesama manusia untuk membuka diri, untuk belajar mendalami suatu analisa kasus untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki. Jadi disini tidak ada pertentangan didalam Islam. 3.. Perlu Mas Adji ketahui : Islam tidak pernah mengajarkan kebencian bagi siapapun termasuk tumbuhan maupun hewan. Perlu anda ketahui Nabi Muhammad s.a.w melarang kita sebagai manusia pipis/buang air kecil dilubang semut sekalipun. Begitulah halusnya ajaran Islam untuk memberi kenyamanan & kasih sayang terhadap semua makhluk. Coba anda bayangkan hewan aja, jika mau dipotong harus kita hargai, caranya minta izin pada Allah SWT selaku pencipta baru dipotong. Bahkan ketika mau dimasak dan dimakan kita juga minta izin pada Allah caranya, kita baca : artinya "Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Mas Adji perlu merenung!! Saya sangat heran, mengapa umat Yahudi & Nashrani Sangat benci terhadap ajaran yang di anut umat Islam, sepert Amerika Serikat yang mempropaganda antara Sunni & Syiah, seperti didikan-didikan Yahudi terhadap anak-anak mereka untuk membenci umat Islam?? Kenapa tidak ada kebebasan berfikir untuk menghargai sesama makhluk ciptaan Allah? Mengapa harus mengikuti dogma-dogma yang tidak bisa dicerna secara ilmiah. Islam sangat menghargai kebebasan berfikir, kebebasan menganalisa, kebebasan berbuat yang didasari oleh nila-nilai kesucian, tidak merusak alam, tidak merugikan orang lain. Subhannallah indahnya hidup dalam Islam. Islam penuh kasih sayang. Islam penuh dengan keikhlasan & kesabaran. Bagi kami umat Islam, siapapun kami cintai tidak ada perbedaan yang mendasar. Disini saya juga ingin menghimbau teman-teman sesama Muslim untuk menyikapi dengan bijaksana untuk orang-orang seperti Mas Adji. Mari kita satukan langkah untuk mempelajari & mengkaji Islam lebih jauh dengan mencontoh suri tauladan Rasulullah s.a.w dan para Sahabat Beliau. Khusus yang mau mempelajari Teologi & terkhusus lagi bagi Mas Adji, saya sarankan untuk mencari buku karangan Dr. Maurice Buchaile ( Muslim berkebangsaan Spanyol) dengan judul " Bibel, Qu'an & Science Modern " (edisi terjemahan). Atau anda bisa menghubungi Bapak Insan Mokoginta ( seorang Mualaf dan menjabat sebagai Ketua DDII cabang Depok) untuk alamatnya nanti anda bisa saya bantu. Dari Bapak insan, anda bisa berdiskusi lebih banyak tentang injil & Al'quran. Bahkan jika anda bisa mejawab pertanyaan-pertanyaan Beliau anda akan diberi hadiah 10 juta bahkan disediakan juga mobil BMW jika anda bisa menjawab pertanyaan special tentang Injil. Dari Pak Insan anda bisa pesan buku-buku maupun VCD tentang dialog antara Mu'alaf vs Murtaddin. Dan saya sarankan agar anda juga mempelajari buku-buku karangan Bapak Antón Medan tentang perjalanan hidupnya ketika mempelajari Injil & Alqur'an. Sebagai bahan renungan yang kedua Dalam Islam tidak ada paksaan & tidak pernah mempolitisir sesuatu bantuan untuk merekruit non muslim untuk memeluk agama Islam. Orang Islam yang murtad banyak didasari oleh permasalahan halusinasi. Mereka keluar dari Islam bukan didasari oleh pengkajian ilmiah. Kebanyakan karena himpitan ekonomi dan tidak sabar dalam menjalani hidup dalam cobaan. Untuk kasus halusinasi seperti datangnya seberkas sinar atau apapun bentuk dan gambaran bahwa datangnya kebenaran harus didasari oleh ilmu yang memang benar-benar ilmiah. Disini bisa saya berikan satu contoh kasus yang terjadi pada Sheikh Abdul Kadir Jailani dalam bermunajat/ bermeditasi untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta (Allah SWT). Saat itu datang seberkas sinar yang sangat terang dan berkata akulah tuhanmu dan mulai hari ini kuhalalkan semua yang haram untukmu. Sudah jelas Syeikh Abdul kadir Jailani bisa menjawab bahwa tuhan tidak sama dengan apa yang Ia ciptakan & Tuhan tidak akan pernah menjabut apa-apa yang sudah dia tetapkan. Saat itu sinar tersebut mengatakan bahwa Syeikh Abdul kadir jailani hebat bisa menangkal ujian darinya dengan ilmu dan ilmu telah menolong Sheik Abdul Kadir Jailani. Maka saat itu juga Sheik Abdul Kadir Jailani mengatakan bahwa yang menolongnya adalah Allah SWT bukan ilmunya, kemudian Sheikh abdul Kadir Jailani mengusir syaitan yang menggodanya. Jadi bagi kita kaum Muslim harus benar-benar menyikapi apa-apa yang kita alami didasarkan oleh ilmu sembari memohon pertolongan Allah untuk menjalani hidup yang diridhoinya. Mas Adji coba pelajari juga, apa yang melatarbelakangi seorang non Muslim untuk memeluk agama Islam. Anda tidak akan pernah menjumpai tipe orang yang kekurangan ekonomi atau mengalami gangguan halusinasi Dan sudah dapat dipastikan orang-orang yang tertarik dan langsung memeluk agama Islam karena manisnya kasih sayang yang ditunjukkan umat Islam atas ridho Alllah SWT. Dan anda akan menjumpai orang-orang pintar yang benar-benar mengkaji secara ilmiah apa yang terkandung dalam Al'qu'an dan Injil serta kitab lainnya. Mereka memang benar-benar mengkaji dengan hati yang lapang sikap terbuka & bebas berfikir tanpa dogma-dogma yang tidak masuk akal secara ilmiah. Maaf Mas Adji saya sedíh membaca tulisan anda karena saya tahu anda belum mengenal ajaran Islam. Apa yang anda tulis jauh dari kebenaran. Kalau anda ingin belajar tentang kehidupan Rasulullah beserta keluarga & para Sahabatnya saya akan bantu. Dan saya yakin setelah anda tahu anda pasti akan merindukan kehadiran Rasulullah bserta keluarga dan sahabatnya bahkan mungkin akan bertanya-tanya dimana bisa anda jumpai indahnya akhlak Rasulullah pada para pengikutnya. Semoga Anda bisa membuka hati dan fikiran untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki. Alhamdulillah segala kebaikan datang dari Allah SWT. Saya mohon maaf atas kekurangan yang ada pada saya. Semoga rekan-rekan mau memaafkan atas kekurangan saya. Dan kepada Allah SWT saya mohon ampun. Semoga bermanfaat. "Saya akan selalu membuka diri untuk kebaikan dan kebenaran" Thanks Written by Junaidi Piping Engineer PT Truba Jurong Engineering Jakarta [Non-text portions of this message have been removed]

