Assalaamu ' Alaikum Wr. Wb,

Mohon maaf jika email ini selalu saya kirimkan kepada bapak Moderator. 
Karena saya yang awam ini sungguh takut sekali kan hal-2 yang sedemikian 
itu.

Sebaiknya untuk masalah ini kita umat islam jangan hanya berani berbicara 
die-mail saja , sebenarnya saya juga ikut miris tapi kalau hanya cukup 
dengan 
kata-2 saja iklan tersebut tetap akan ditayangkan kembali '" Sebaiknya 
Sekarang ini kita harus fikirkan bagaimana caranya mengajukan ngosiasi 
atau cara yang lain kepada pihak pembuat iklan tersebut atau 
kepada televisi yang menayangkan iklan tersebut.  agar generasi kita yang 
akan datang tidak akan dirusak ruhaniah dan batiniah erta fsikisnya dengan 
iklan semacam itu, " bukan hanya saling mengeluh miris, justru saya miris 
melihat email - email yang masuk yang hanya berani bicara pada forum ini 
tetapi tidak berusaha menghalau iklan semacam itu agar tidak lagi 
ditayangkan kembali pada televisi akhir-akhir ini. 

Seperti pada Firman allah  " Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka 
" karena kalau kita hanya diam saja tidak bergeming terhadap iklan 
tersebut. maka dikhawatirkan generasi kita yang akan 
datang bisa rusak moralnya gara-2 iklan tersebut.  Sekali lagi mari kita 
rapatkan barisan dan maju sebagai umat islam denagn jalan yang damai kita 
minta agar iklan tersebut tidak ditayangkan lagi, atau kita hubungi pihak 
MUI agar mencabut lisensi iklan tersebut karena pihak yang akan 
diuntungkan hanya pihak televisi dan pembuat iklan tersebut tetapi justru 
kita yang dirugikan banyak terhadap iklan tersebut.

Semoga kita dapat melakukan pencerahan tuk kehidupan generasi kita yang 
akan datang. Mohon maaf kalau dalam tulisan ini banyak salahnya maklum 
masih awam.

Wassalamu 'Alaikum Wr. Wb.
MARYANI

----- Forwarded by Quality Assurance/AINE on 07/10/2007 09:14 AM -----


"Fajar H. Cahyono" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected]
07/10/2007 08:51 AM

 
        To:     "Merza Gamal" <[EMAIL PROTECTED]>
        cc:     "Syiar Islam" <[email protected]>
        Subject:        RE: [syiar-islam] Iklan Hidup Bebas telah Diperkenalkan 
Media Masa 
Indonesia
sabili <[EMAIL PROTECTED]>

Ass.

Menyedihkan. Saya juga pernah melihat iklan di televisi yang dibawakan 
oleh seorang dokter sekaligus artis.

1. Yang pertama, dengan pakaian dokter tanpa kerudung meng-iklan-kan alat 
kontrasepsi bagi pria agar aman dari AIDS.
2. Yang kedua, dengan pakaian muslimah tertutup rapat meng-iklan-kan sms 
reg spasi doa dst.

Bagaimana mungkin 1 pribadi menjadi 2 kepribadian yang bertolak belakang 
seperti ini? Split Personality? Atau gara-gara duit?!?!?

Na'udzubillahi min dzalik.

_____ 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Merza 
Gamal
Sent: Friday, July 06, 2007 7:15 PM
To: Kajian Ekonomi Islami; Ekonomi Syariah; Ekonomi Nasional
Cc: Penulis Lepas; Syiar Islam; Islam Net ID; Lautan Qur'an
Subject: [syiar-islam] Iklan Hidup Bebas telah Diperkenalkan Media Masa 
Indonesia

Sebelum masa reformasi, kondom dikenal sebagai salah satu alat kontrasepsi 
dalam program Keluarga Berencana yang dicanangkan pemerintah. Iklan kondom 
di media televisi dialkukan dengan bahasa isyarat yang masih malu-malu. 
Namun di era ekonomi baru saat itu telah terjadi perubahan signifikan 
dalam penampilan iklan kondom. Jika dahulu digambarkan dengan seorang 
suami yang malu-malu menangih sesuatu pada sang istri sebagai pasangan 
resminya, maka pada saat ini iklan kondom digambarkan tanpa malu-malu 
lagi.

Sebuah iklan kondom di televisi menceritakan sekelompok laki-laki muda 
mengendarai beberapa motor. Kelihatannya mereka akan bersenang-senang. 
Salah satu dari mereka mengajak untuk membeli antibiotik di sebuah toko 
obat. Pelayan di toko obat bertanya, antibiotik itu untuk apa? Para lelaki 
muda itu mejawab bersamaan : Supaya terhindari dari HIV. Lalu si pelayan 
di toko obat mengatakan yang bisa mencegah HIV bukan antibiotik tapi 
kondom. Dengan demikian fungsi kondom bukan lagi sebagai alat kontrasepsi 
untuk sebuah program Keluarga Berencana, namun sebagai sebuah alat penjaga 
kesehatan. 

Arti yang lain, iklan tersebut tidak mempersoalkan hubungan seks yang 
kemungkinan besar akan dilakukan para lelaki itu, dengan pasangan resminya 
atau bukan. Iklan itu lebih mementingkan kesehatan pelaku. Mencegah HIV 
yah dengan kondom bukan dengan antibiotik.

Memang itu iklan tersebut adalah sosialisasi dari pemakaian kondom sebagai 
salah satu pencegah penularan HIV. Kalau kita menilik lebih jauh, iklan 
tersebutkan memberi contoh kehidupan seks bebas. Tidak berbeda dengan 
iklan kondom komersil, dimana diperlihatkan seorang lelaki dan perempuan 
membeli kondom lebih dulu disebuah swalayan berbeda sebelum masuk di 
tempat semacam café/bar/diskotik. Kemudian ketika bertemu, duduk 
berangkulan lalu berdiri meninggalkan tempat tersebut sambil tetap 
berangkulan. Dan yang lebih mencengangkan lagi sebuah iklan kondom yang 
menggambarkan remaja ABG yang akan "hang out" dengan memakai helm sebagai 
simbol keamanan dan dibumbui dengan kata-kata "cewek-cewek sukanya yang 
aman" kemudian diikuti dengan penampilan kondom merk terkenal. 

Saya hanya bisa mengurut dada menyaksikan iklan-iklan tersebut yang 
mengartikan bahwa media televisi sudah mensosialisaikan kehidupan seks 
bebas di Indonesia. Dan yang lebih menyedihkan iklan-iklan tersebut bisa 
muncul kapan saja, bukan pada jam tayang tengah malam. Saya punya 
anak-anak yang masih kecil-kecil dan sangat mudah meniru hal-hal yang 
belum konsumsi mereka. Saya atau istri saya mungkin bisa mematikan 
televisi jika sedang berada di rumah atau pada acara-acara jam dewasa. 
Tapi sehari itu ada 24 jam dan tidak setiap saat kami bisa mengontrolnya. 
Dan jika anak dilarang sama sekali tidak menonton TV, apakah itu sebuah 
tindakan yang bijak, sementara semua teman sebayanya juga sedang 
senang-senangnya menonton TV???

Apakah memang pada era ekonomi baru saat ini, kegiatan ekonomi harus bebas 
nilai??? Apakah nilai kesehatan lebih tinggi dari nilai moral (yang 
diajarkan oleh agama manapun) dalam menjual sebuah produk ekonomi??????
Mungkinkah saya harus seperti Ebiet G Ade untuk menanyakan pada rumput 
yang bergoyang??? Sedangkan rumput pun sudah sulit ditemukan saat 
ini.........

Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)

---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, 
news, photos & more. 

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke