negaranya juga sudah dikuasai orang sekuler-liberal katanya Bang.. jadi klop.. yang gerahpun kebanyakan sekedar shock Bang.. terkesan lebih reaktif.. semestinya lebih proaktif.. misalnya semua yang KTPnya Islam mengerti ganjaran didunia dan di akhirat.. yang demikian mestinya dihukum mati..
________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of A Nizami Sent: Tuesday, July 10, 2007 10:48 AM To: [email protected]; padhang-mbulan; sabili Subject: [syiar-islam] IAIN Dikuasai Islam Liberal? Re: [Saksi] Karikatur Nabi Muncul di Buletin STAIN Assalamu'alaikum wr wb, Seharusnya mahasiswa IAIN mengerti bahwa haram menggambarkan nabi Muhammad. Namun pengelola Bulten Kampus IAIN di Samarinda Kaltim memuat karikatur yang melecehkan Nabi Muhammad dengan judul "Mewaspadai Gerakan Kelompok Islam Ekstrim". Inikah tanda bahwa IAIN yang dibiayai dari uang negara dikuasai oleh Islam Liberal? Wassalam --- Rudy Swardani <[EMAIL PROTECTED] <mailto:rudy.swardani%40epson.co.id> > wrote: Selasa, 10 Juli 2007 Karikatur Nabi Muncul di Buletin STAIN SAMARINDA---Warga Islam Samarinda terkejut serta memprotes keras mengenai pemuatan karikatur Nabi Muhammad, SAW pada Buletin Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Samarinda. Dilaporkan di Samarinda, Senin (9/7) bahwa gambar itu diduga diambil dari internet karena mirip dengan yang pernah dimuat oleh surat khabar Denmark sehingga mengundang kemarahan umat Islam seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada edisi III/TH I/VI/2007 yang berjudul "Mewaspadai Gerakan Kelompok Islam Ekstrim" terdapat dua karikatur. Salah satunya karikatur itu menunjukkan seorang pria memakai sorban memegang pedang yang diapit dua wanita dan di kepalanya bertuliskan Muhammad. "Selama dua hari, saya mendapat SMS dari seluruh umat Islam dari seluruh Kaltim. Mereka mempertanyakan masalah karikatur itu sehingga hari ini saya langsung menemui pihak STAIN dan pengelola buletin itu," kata Ketua MUI Samarinda KH Zaini Naim ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya. Pihak MUI yang dipimpin Zaini Naim langsung menemui Ketua STAIN Samarinda, Abdul Hadi dan Pimpinan Redaksi Buletin STAIN, Taufik Bil Haqi untuk menanyakan tujuan pemuatan karikatur tersebut. Ketua MUI Samarinda menilai bahwa karikatur tersebut memang mirip dengan karikatur yang pernah dimuat di sejumlah media di Denmark. "Karikatur itu jelas melecehkan umat Islam. Pihak STAIN sendiri mengaku tidak tahu pemuatan karikatur tersebut namun pak Abdul Hadi baik secara institusi maupun pribadi meminta maaf kepada umat Islam," imbuh dia. Awalnya, pihak pengelola buletin itu sempat bersikeras bahwa karikatur itu tidak ada niat untuk melecehkan. Tetapi setelah pihak MUI memberi penjelasan tentang tidak bolehnya memuat gambar Nabi Muhammad, SAW dalam bentuk apapun, akhirnya mereka meminta maaf. Ditanya sikap MUI Samarinda atas karikatur itu, Zaini Naim mengaku tidak menempuh jalur hukum karena mereka sudah minta maaf. Namun, katanya menambahkan bahwa MUI tidak menjamin apabila ada ormas Islam yang akan membawa kasus itu ke proses hukum. "Kami sangat menyayangkan pemuatan karikatur itu tetapi karena pihak pengelola (buletin kampus) sudah meminta maaf, maka kami sebagai orang tua tentunya memberi maaf tetapi kami sudah memberikan warning keras agar hal itu tidak diulangi," katanya. Ketua STAIN Samarinda Abdul Hadi usai pertemuan dengan pihak MUI Samarinda mengaku tidak tahu adanya pemuatan karikatur Nabi Muhammad, SAW pada Buletin STAIN. Namun, Abdul Hadi mengaku pihaknya secara terbuka meminta maaf kepada umat Islam serta berharap masalah itu tidak menjadi polemik yang bisa membuat kondisi Kaltim tidak aman. Sementara itu Pimpinan Redaksi Buletin STAIN, Taufik Bil Haqi tetap membantah tentang adanya niat untuk melecehkan umat Islam. Dia mengaku bahwa tidak punya maksud tertentu di balik pemuatan karikatur yang dianggap mirip dengan karikatur Nabi Muhammad tersebut. "Karikatur itu kami ambil dari internet dan tidak ada sedikitpun niat melecehkan Nabi Muhammad. Mana mungkin saya sebagai orang Islam sendiri mau menghina Rasul kita. Apabila hal itu dianggap salah, maka saya mewakili redaksi meminta maaf," katanya. ant === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] <mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com> __________________________________________________________ Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. http://travel.yahoo.com/ <http://travel.yahoo.com/> [Non-text portions of this message have been removed]

