Wa'alaikumsalam wr.wb.
Dari syariahonline.com :
Tentang Sholat Jamak
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum wr.wb
pak ustadz, apa yang harus saya lakukan ketika suatu setika saya dalam
perjalanan pulang kerja, karena keadaan macet maka ketika sudah turun dari Bus
sudah adzan isya' , padahal saya belum sholat maghrib.
1. Haruskah saya ikut sholat jamaah di masjid untuk melakukan sholat isya'
kemudian sholat maghrib belakangan sendiri
2. atau saya sholat maghrib dulu baru ikut jamaah sholat isya', atau bagaimana ?
3. kalau terjadi kesalahan tentang sholat jamak, terus apa yang harus dilakukan
pak.
terima kasih atas jawabannya
wassalamu'alaikum wr.wb
Joko
Jawaban:
Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin,
Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d
Untuk pertanyaan pertama dan kedua, para ulama memang berselisih paham tentang
mana terlebih dahulu yang harus dikerjakan. Apakah shalat yang terlewat lebih
dahulu atau shalat yang ada sekarang. Ada yang mengatakan bahwa bila kita
terlewat dari mengerjakan sebuah shalat wajib, maka segera dikerjakan begitu
ada kesempatan untuk mengerjakannya. Namun yang lain mengatakan bahwa yang
harus dikerjakan adalah shalat yang kita berada dalam waktunya. Baru setelah
itu mengerjakan yang terlewat.
Jadi Anda boleh mengerjakan shalat Isya` berjamaah lalu mengerjakan shalat yang
terlewat. Atau boleh juga Anda mengerjakan shalat maghrib dahulu lalu shalat
isya berjamaah.
Namun kejadian seperti ini anya boleh terjadi sesekali saja, bukan sebagai
suatu yang rutin. Karena para ulama masih kuat berpegang pada syarat adanya
safar (perjalanan) yang jauh dalam membolehkan jama` dan qashar dalam shalat.
Meski mereka berbeda pandangan dalam minimal jaraknya.
Sedangkan yang Anda alami bukanlah safar dalam pengertian yang sebenarnya. Yang
terjadi pada Anda adalah terjebak macet yang menjadi ciri khas kota-kota besar.
Idealnya, sebagai warga kota yang paham tentang kondisi permacetan itu, Anda
mampu mengantisipasi waktu-waktu shalat dengan cermat. Dan cara yang paling
aman dari semua itu adalah turun dari bus dan laksanakan shalat di mana pun
,baik di masjid, mushalla, tanah, trotoar, bahu jalan atau apapun. Dan bila
Anda tinggal di Jakarta, percayalah bahwa yang namanya masjid atau musholla
pasti tersebar dimana-mana meski dengan kondisinya masing-masing.
Tidak ada salahnya bila sebagai muslim kita sering melakukan searching atas
keberadaan masjid atau musholla atau tempat shalat lainnya sebagai antisipasti
kita kalau terjebak macet seperti Anda. Dan umumnya, setiap gedung yang ada di
pinggir jalan di kota Jakarta, pastilah ada mushollnya meski kondisinya
terkadang agak memprihatinkan. Tapi yang penting Anda bisa shalat, bahkan meski
di tempat terbuka sekalipun.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
hariyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum
Akhi fillah, saya ingin pencerahan mengenai shalat
jamak. Ada yang bilang bahwa shalat harus dikerjakan
sesuai tertib urutan waktu shalat dalam arti shalat
maghrib harus lebih dahulu dari shalat isya dan
seterusnya. Sementara itu, shalat berjamaah di Masjid
(untuk shalat fardhu) lebih afdhal dari salat sendiri
apalagi di rumah. Dalam hal musafir, shalat Maghrib
kita jama' ta'khir dengan isya, dan ketika kita tiba
di rumah waktu isya sudah masuk. Supaya dapat jama'ah
apakah kita mengikuti imam shalat isya dulu baru
kemudian kita shalat maghrib sendiri atau kita niatkan
dan kita kerjakan shalat maghrib dengan mengikuti imam
yang shalat isya?
Demikian, atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.
Jazakumullah khairan khatsira
Hariyono
__________________________________________________________
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware
protection.
http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/norton/index.php
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.
[Non-text portions of this message have been removed]