Pertanyaan:
Assalaamualaikum Wr Wb.
Syarat sahnya sholat adalah suci dari najis, baik najis besar maupun
najis kecil. Yang menjadi pertanyaan saya adalah ketika dalam perjalanan
tersebut ternyata celana saya tidak suci, karena kecipratan najis ketika
kencing. Dalam keadaan perjalanan tersebut, bolehkan saya melakukan
sholat. Atau lebih baik kita tahan dulu untuk sholat, baru kemudian
sampai dirumah dikerjakan dengan cara menjamak. Tapi bagaimana dengan
waktu sholat Ashar yang belum dikerjakan, padahal sholat Ashar dengan
maghrib tidak boleh di jamak.
Demikian dari saya, terima kasih atas pencerahannya.
Wassalam,
Hasbiyanto
>>> Ica Harahap <[EMAIL PROTECTED]> 7/24/2007 12:57 PM >>>
Wa'alaikumsalam wr.wb.
Dari syariahonline.com :
Tentang Sholat Jamak
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum wr.wb
pak ustadz, apa yang harus saya lakukan ketika suatu setika saya dalam
perjalanan pulang kerja, karena keadaan macet maka ketika sudah turun
dari Bus sudah adzan isya' , padahal saya belum sholat maghrib.
1. Haruskah saya ikut sholat jamaah di masjid untuk melakukan sholat
isya' kemudian sholat maghrib belakangan sendiri
2. atau saya sholat maghrib dulu baru ikut jamaah sholat isya', atau
bagaimana ?
3. kalau terjadi kesalahan tentang sholat jamak, terus apa yang harus
dilakukan pak.
terima kasih atas jawabannya
wassalamu'alaikum wr.wb
Joko
Jawaban:
Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil
Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d
Untuk pertanyaan pertama dan kedua, para ulama memang berselisih paham
tentang mana terlebih dahulu yang harus dikerjakan. Apakah shalat yang
terlewat lebih dahulu atau shalat yang ada sekarang. Ada yang mengatakan
bahwa bila kita terlewat dari mengerjakan sebuah shalat wajib, maka
segera dikerjakan begitu ada kesempatan untuk mengerjakannya. Namun yang
lain mengatakan bahwa yang harus dikerjakan adalah shalat yang kita
berada dalam waktunya. Baru setelah itu mengerjakan yang terlewat.
Jadi Anda boleh mengerjakan shalat Isya` berjamaah lalu mengerjakan
shalat yang terlewat. Atau boleh juga Anda mengerjakan shalat maghrib
dahulu lalu shalat isya berjamaah.
Namun kejadian seperti ini anya boleh terjadi sesekali saja, bukan
sebagai suatu yang rutin. Karena para ulama masih kuat berpegang pada
syarat adanya safar (perjalanan) yang jauh dalam membolehkan jama` dan
qashar dalam shalat. Meski mereka berbeda pandangan dalam minimal
jaraknya.
Sedangkan yang Anda alami bukanlah safar dalam pengertian yang
sebenarnya. Yang terjadi pada Anda adalah terjebak macet yang menjadi
ciri khas kota-kota besar. Idealnya, sebagai warga kota yang paham
tentang kondisi permacetan itu, Anda mampu mengantisipasi waktu-waktu
shalat dengan cermat. Dan cara yang paling aman dari semua itu adalah
turun dari bus dan laksanakan shalat di mana pun ,baik di masjid,
mushalla, tanah, trotoar, bahu jalan atau apapun. Dan bila Anda tinggal
di Jakarta, percayalah bahwa yang namanya masjid atau musholla pasti
tersebar dimana-mana meski dengan kondisinya masing-masing.
Tidak ada salahnya bila sebagai muslim kita sering melakukan searching
atas keberadaan masjid atau musholla atau tempat shalat lainnya sebagai
antisipasti kita kalau terjebak macet seperti Anda. Dan umumnya, setiap
gedung yang ada di pinggir jalan di kota Jakarta, pastilah ada
mushollnya meski kondisinya terkadang agak memprihatinkan. Tapi yang
penting Anda bisa shalat, bahkan meski di tempat terbuka sekalipun.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
hariyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum
Akhi fillah, saya ingin pencerahan mengenai shalat
jamak. Ada yang bilang bahwa shalat harus dikerjakan
sesuai tertib urutan waktu shalat dalam arti shalat
maghrib harus lebih dahulu dari shalat isya dan
seterusnya. Sementara itu, shalat berjamaah di Masjid
(untuk shalat fardhu) lebih afdhal dari salat sendiri
apalagi di rumah. Dalam hal musafir, shalat Maghrib
kita jama' ta'khir dengan isya, dan ketika kita tiba
di rumah waktu isya sudah masuk. Supaya dapat jama'ah
apakah kita mengikuti imam shalat isya dulu baru
kemudian kita shalat maghrib sendiri atau kita niatkan
dan kita kerjakan shalat maghrib dengan mengikuti imam
yang shalat isya?
Demikian, atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.
Jazakumullah khairan khatsira
Hariyono
__________________________________________________________
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of
spyware protection.
http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/norton/index.php
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.
[Non-text portions of this message have been removed]