Assalamu'allaikum Wr Wb

Ada beberapa Persiapan Ramadhan yang patut dilakukan ...........

1. Persiapan Ma'nawiyah (moralitas).

Yang dimaksudkan dengan mempersiapkan moralitas adalah menyambut dengan
hati gembira bahwasanya Ramadhan datang sebagai bulan untuk mendekatkan
diri pada Allah SWT. Maknawiyah yang siap akan memandang Ramadhan bukan
sebagai bulan penuh beban melainkan bulan untuk berlomba-lomba
meningkatkan kualitas ubudiyah dan meraih derajat tertinggi di sisi
Allah SWT.

2. Persiapan Fikriyah (ilmu).

Untuk dapat meraih amalan di bulan Ramadhan secara optimal maka
diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai Fiqhus shiyam. Oleh karena
itu persiapan fikriyah tidak kalah penting bagi seorang kader untuk
mendapatkannya. Dengan pemahaman fiqhus Shiyam yang baik dia akan
memahami dengan benar mana perbutan yang dapat merusak nilai shiyamnya
dan mana perbuatan yang dapat meningkatkan nilai dan kualitas shiyamnya.

3. Persiapan Jasadiyah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa aktifitas Ramadhan banyak memerlukan
kekuatan fisik, untuk shiyamnya, tarawihnya, tilawahnya dan aktifitas
ibadah lainnya. Dengan kondisi fisik yang baik dapat melakukan ibadah
tersebut tanpa terlewatkan sedikitpun juga. Karena bila kondisi fisik
tidak prima terbuka peluang untuk tidak melaksanakannya amaliyah
tersebut dengan maksimal, bahkan dapat terlewatkan begitu saja. Padahal
bila terlewatkan nilai amaliyah Ramadhan tidak dapat tergantikan pada
bulan yang lain.

4. Persiapan Maliyah (harta).

Persiapan maliyah ini bukanlah untuk beli pakaian baru atau bekal
perjalanan pulang kampung atau untuk membeli kue-kue iedul fitri. Akan
tetapi untuk infaq, shadaqah dan zakat. Sebab nilai balasan infaq,
shadaqah dan zakat akan dilipat gandakan sebagaimana kehendak Allah SWT.
Karenanya mempersiapkan maliyah ini dilakukan sedini mungkin agar dapat
dimenej dengan sebaik-baiknya.

Persiapan tersebut guna mendapatkan buah Ramadhan yang mahal dan dapat
melakukan amaliyahnya secara optimal dan maksimal. Sehingga bukan saja
merasa senang dan gembira dengan datangnya Ramadhan akan tetapi memang
sudah dipersiapkan sematang mungkin untuk berlomba-lomba dalam aktifitas
kebajikan.

Optimalisasi Amaliyah Ramadhan:

Sebagai sarana tazkiyah dan tarqiyah, Ramadhan sudah selayaknya diisi
dengan berbagai aktifitas yang terprogram dan terarah. Agar buah
Ramadhan yang sangat mahal itu dapat dipetik untuk kehidupan selama dan
pasca ramadhan. Rasulullah SAW. telah memberikan contoh dan teladan
kepada umatnya dengan melakukan amaliyah Ramadhan, antara lain:

1. Shiyam.

Amaliyah terpenting selama Ramadhan tentu saja shiyam, sebagaimana
termaktub dalam QS. Al Baqarah: 183 - 187. Diantara amaliyah Ramadhan
yang diajarkan Nabi SAW. sebagai berikut:

a. Berwawasan benar tentang puasa dengan mengetahui dan menjaga
rambu-rambunya.

b. Tidak meninggalkan shiyam, walaupun sehari dengan sengaja tanpa
alasan syar'i.

c. Menjauhi segala hal yang dapat mengurangi atau menggugurkan
nilai puasa.

d. Bersungguh-sungguh melakukan shiyam dengan menepati
aturan-aturannya.

e. Bersahur dan diutamakan mengakhirinya. Sabda Rasulullah SAW.
Sahur semuanya selalu mengandung barakah, maka janganlah kamu
meninggalkannya walaupun hanya meminum dengan seteguk air putih.
Sesungguhnya Allah beserta para malaikat-Nya memberi rahmat kepada
mereka yang bersahur.

f. Ifthar (berbuka puasa).

g. Berdo'a setelah ifthar.

2. Tilawah Al Qur'an.

Membaca Al Qur'an merupakan transaksi yang selalu menguntungkan, tidak
akan pernah mengalami kerugian sepanjang zaman. Firman Allah SWT.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan
shalat dan menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada
mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan
perniagaan yang tidak akan merugi, (QS. 35:29) agar Allah menyempurnakan
kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. 35:30)

Tentunya membaca Al Qur'an di bulan Ramadhan sangat besar ganjaran dan
nilainya. Rasulullah pun sangat besar perhatiannya pada Al Qur'an
melebihi bulan-bulan lainnya. Disebabkan beberapa hal, antara lain:

a. Al Qur'an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan.

b. Di bulan Ramadhan itulah Allah SWT. turunkan Al Qur'an dari
Lauhul Mahfuzh ke langit dunia.

c. Jibril datang kepada Rasulullah SAW. di bulan Ramdahan sehingga
beliau mengaji pada Jibril.

3. Qiyam Ramadhan.

Disamping Ramadhan disebut sahrus shiyam juga disebut sahrul qiyam.
Banyak ayat ataupun hadits yang menganjurkan untuk mengisi malam
Ramadhan dengan qiyamullail. Untuk mendekatkan diri pada Allah SWT
berharap ampunan-Nya. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW.:

Barang siapa yang melakukan qiyamullail di bulan Ramadhan karena iman
dan ikhlas dalam pelaksanaannya maka ia akan diampuni dosa-dosa
sebelumnya (dan yang akan datang) HR. Bukhari dan Muslim.

4. Ith'am At Tho'am (memberi makan orang yang puasa) dan infaq.

Salah satu amaliyah Ramadhan yang dilakukan Rasulullah SAW. ialah
memberi ifthar (santapan berbuka puasa pada orang yang berpuasa).
Sebagaimana Sabdanya:

Barang siapa yang memberi ifthar kepada yang berpuasa maka ia akan
mendapatkan pahala senilai pahala yang berpuasa itu tanpa mengurangi
pahala orang yang berpuasa.

Dalam hal memberi ifthar dan shadaqah di bulan Ramadhan tidak saja
terbatas hanya untuk keperluan ifthar, melainkan untuk segala kebajikan.
Rasulullah yang dikenal dermawan dan kepedulian sosialnya lebih menonjol
bahkan digambarkan dalam hadits pada masalah ini beliau lebih cepat dari
angin.

Untuk lebih konkrit, infaq ini dapat disalurkan kepada:

a. Orang yang berjihad di jalan Allah SWT.

b. Fakir miskin dan orang yang memerlukan.

c. Lembaga-lembaga sosial Islam yang dapat dipercaya untuk dapat
menyalurkannya.

5. Memperhatikan kesehatan.

Meskipun shiyam ini termasuk ibadah mahdhah (murni), agar tetap optimal,
Rasulullah mencontohkan umatnya tetap memperhatikan kesehatannya selama
berpuasa dengan hal-hal sebagai berikut:

a. Menyikat gigi dengan siwak.

b. Berbekam.

c. Memperhatikan penampilan. Rasulullah SAW. Pernah berwasiat pada
Abdullah bin Mas'ud agar memulai puasa dengan penampilan yang baik,
tidak dengan wajah yang kusut.

6. Memperhatikan harmonisasi keluarga.

Meskipun ibadah puasa adalah ibadah yang khusus diperuntukan kepada
Allah SWT. yang mempunyai nilai khusus pula di hadapan Allah SWT. namun
Rasulullah SAW. sebagai suri tauladan juga tetap menjaga harmoni dan
hak-hak keluarga selama Ramadhan. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh
Ummu Salamah dan 'Aisyah RA. Bahkan di saat beliau berada dalam puncak
ibadah shiyam yaitu 'itikaf, beliau tetap menjaga harmoni keluarga.

7. Memperhatikan aktifitas sosial, perluasan dakwah dan jihad.

Berbeda dengan kesan banyak orang tentang Ramadhan, Rasulullah SAW.
Justru menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh aktifitas yang
positif. Selain katifitas di atas, beliaupun mengisinya dengan aktifitas
da'wah dan sosial, perjalanan jauh dan jihad. Seperti: perjalanan ke
Badar (th 2 H), ke Makkah (th 8 H), ke Tabuk (th 9 H) dan lainnya.

Kitapun saat ini dapat melakukannya untuk menyemarakkan dakwah dengan
melakukan rekruting sebanyak-banyaknya agar setelah Ramadhan bertambah
barisan kader dakwah kita.

8. Berdo'a dan taubat.

Orang mukmin yang sadar, bahwa dirinya merasa berhajat pada Allah SWT.
akan terus memohon ampunan pada Allah SWT. atas segala kekhilafan dan
kedhaifan diri. Apalagi Ramadhan sebagai bulan ampunan dan rahmat.
Rasulullah SAW. selama Ramadhan selalu membaca do'a berikut ini sebagai
wujud pemintaan maghfirah dan rahmat Allah SWT.

Ya Allah Engkau pemberi maaf, maka maafkanlah diriku

9. 'Itikaf.

Amaliyah Ramadhan yang juga dilakukan beliau adalah ber'itikaf yakni
berdiam diri di mesjid dengan niat beribadah pada Allah SWT. terutama
sepuluh terakhir di bulan Ramadhan. Sebagaimana firman-Nya:

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa bercampur dengan
isteri-isteri kamu, mereka itu adalah pakaian, dan kamu pun adalah
pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat
menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf
kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah
ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang
putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu
sampai malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu
beri'tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu
mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada
manusia, supaya mereka bertaqwa. (QS. 2:187)

10. Lailatul qadar.

Selama Ramadhan terdapat satu malam yang sangat populer, yaitu lailatul
qadar, malam yang lebih berharga dari seribu bulan. Rasulullah SAW.
tidak pernah melewatkan kesempatan untuk meraih lailatul qadar ini
terutama malam-malam ganjil. Dalam hal ini Rasulullah SAW. bersabda

Barang siapa yang shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan
ikhlas pada Allah maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

11. Umrah.

Umrah di bulan Ramadhan nilainya sama dengan ibadah haji atau haji
bersama Rasulullah SAW. sebagaimana jawaban Rasul pada Ummu Salamah yang
bertanya masalah tersebut. Sabda Rasulullah SAW.:

Apabila datang bulan Ramadhan maka berumrahlah, sebab umrah di bulan
Ramadhan sama nilainya dengan haji atau sama dengan ibadah haji
bersamaku

Penutup

Demikianlah amaliyah dan aktifitas Ramadhan yang dianjurkan kepada kita
untuk menjadi sarana tazkiyah dan tarqiyah untuk meraih derajat taqwa.
Agar buah Ramadhan ini tetap terjaga pada diri kita selama Ramadhan dan
sesudahnya bahkan selama kehidupan kita. Sehingga seakan-akan seluruh
kehidupan kita adalah Ramadhan. Akhirnya kita serahkan pada Allah SWT.
agar selalu membimbing dan mengarahkan kita pada jalan yang lurus
mencapai golongan orang-orang yang bertaqwa. Amin.

Semoga bermanfaat ...........................................

Wassalam
Mail to : [EMAIL PROTECTED]
http: //www.schott.com

Kirim email ke