Sub haa nallooh,

astaghfirulloohal 'adziim,

Ya   memang kalau dilihat atau dinilai sejauh mana
integrasi kehidupan ini berdasarkan laa ilaa ha illa
alloh, maka sangat besar kemungkinan kualitas penulis
e mail/saya tergolong sangat rendah. Namun, insya
alloh selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, 
amiin.

Kalau boleh ikut nimbrung, pilihan simbol "Jaringan
Kafir Liberal" saya sarankan untuk ganti nama. Kecuali
memang anggota-anggotanya berniat, ikrar, dan
menjalani kekafiran-kekafiran pada Alloh. 

Meskipun hanya nama, sepengetahuan saya, harus dipilih
nama yang mengandung makna baik...kalau memang untuk
amar ma'ruf nahi munkar. Dalam Alqur'an, sepengatahuan
saya, kata-kata kafir SELALU ditujukan untuk
mengabarkan atau MENJUSTIFIKASI hamba yang tengah
mengingkari nikmat Alloh, mengingkari hukum Alloh,
atau sampai yang mengingkari keberadaan Alloh.

Jadi, bagi yang dekat atau kenal dengan orang-orang
anggota Jaringan Kafir Liberal --- tolong mari kita
sama-sama ingatkan. Saya rasa saya harus mengingatkan
sampai napas ini sudah tidak berada dalam kerongkongan
menuju kebaikan. Kalau mereka tidak mau...ya  kembali
lagi kewajiban kita hanya mengingatkan.  wallohu a'lam
bishowab.


fajar wirahadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Ass
>    
>   Bila kita lihat dalam konteks yang sederhana...
> mungkin bisa saja ada benarnya apa yang di katakan
> Cak Nun, secara sadar atau tidak kita jauh dari
> konteks Illallah... 
>    
>   contoh kecil... dapatkan kita meyakinkan diri
> kita/ menilai bahwa Shalat kita sudah sungguh
> sungguh khusuk? di mana seutuhnya ketika kita
> melakukan shalat hanya untuk Allah dengan komunikasi
> yang sesungguhnya kepada Allah? tak disadari mungkin
> ketika shalat hanya gerak dan ritual hampa belaka
> tanpa makna yang sesungguhnya, dimana dalam shalat
> kita masih sering memikirkan hal yang berbau
> dunia... renungkan lah...
>    
>   mungkin kelompok kafir cermin atas pengakuan diri
> dimana adanya ketidak sanggupan untuk menjalankan
> yang namanya Illallah secara utuh...atau bahkan
> cermin atas kehidupan dalam bermasyarakat berbangsa
> dan bernegara yang mana di dalamnya penuh ke
> munafikan.... dimana sedikit orang yang
> mengaplikasikan makna sesungguh nya dari
> Illallah.... ( Hanya Allah yang maha Tahu )
>    
>   Namun....menurut saya tidak perlulah menamakan
> diri Kafir Liberal......  jauh lebih berat
> mempertanggungjawabkannya kelak.....
>    
>   dan buat kita yang bukan termasuk dari kelompok
> "kafir Liberal"  jaga diri iman kita ber emosi...(
> ambil positif nya dan bersabar- ) bahkan kita bisa
> bercermin dari kelompok itu untuk meningkatkan iman
> kita... jadi berterimakasihlah pada kelompok Kafir
> Liberal sehingga kita bisa jadi kan satu contoh dan
> pelajaran yang sangat berarti...
>    
>   tak perlu khwatir...hidup sesudah mati itu akan
> ada....sebesar/sekecil apapun dosa/amal akan
> mendapatkan balassan yang sesuai.....
>    
>   jalani hidup masing2 sesuai dengan keyakinan, jaga
> iman dan per kuat iman, dan bersikap positif serta
> sabar akan lebih baik ketimbang kita gunakan emosi
> yang berapi2 ( setane akan selalu ada dalam emosi
> kita yang berapi2 )
>    
>   Wss
>    
>   Wassalam
> 
> Fitri Aisyiani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           MessageIya juga siy: 
> "Mungkin di beberapa hal kita sudah
> mengaktualisasikan keutamaan Allah,tapi pada
> kebanyakan hal kita masih belum memiliki
> kesanggupan, ilmu dan keberanian untuk
> menyelenggarakan 'La Ilaha' di dalam praktek hidup
> kita. 
> Belum becus ber-La Ilaha, kita sudah sibuk, mantap,
> GR dan sombong seakan-akan sudah memasuki tahap
> Illallah yang sungguh-sungguh". 
> (Pesan ini juga buat diri saya sendiri untuk kembali
> bercermin).
> 
> Afwan, ada yang ingin memberikan komentar...?
> 
> Memunafikkan La Ilaha Illallah oleh EMHA AINUN NAJIB
> 
> 
> diambil dari Buku KAFIR LIBERAL (Cak Nun)
> 
> Pada suatu malam salah satu yang hadir di "Kenduri
> Cinta" Jakarta
> adalah seorang pemuda yang berpidato memperkenalkan
> kelompoknya yang
> dinamakan "Jaringan Kafir Liberal. Ia berpidato
> berapi-api,
> mengkritisi berbagai kenyataan kehidupan kaum
> Muslimin serta kehidupan
> bangsa Indonesia pada umumnya yang penuh
> kemunafikan. Intinya ia
> melakukan penolakan-penolakan frontal terhadap
> berbagai trend nilai
> yang sedang berlangsung. Dalam bahasa Islam: ia
> melakukan "kekufuran"
> atau sikap kafir terhadap sangat banyak hal,
> termasuk pandangan
> ketuhanan dan theologi yang populer.
> 
> Cukup segar dan lucu caranya berbicara, tetapi
> membuat merah telinga
> banyak hadirin yang tidak siap terhadap kekafiran
> pembicara. Sejumlah
> orang Islam tidak tahan hati mendengar kata "kafir",
> dan salah tingkah
> menghadapi orang yang menamakan dirinya "kafir",
> apalagi membuat
> semacam organisasi yang terang-terangan memakai
> idiom "kafir" sebagai
> identitasnya.
> 
> Hampir terjadi ketegangan di antara hadirin, sorot
> mata sejumlah
> pemuda menjadi sangat tajam dan mengundang ancaman
> -sampai akhirnya
> saya terpaksa maju untuk memuji dan
> menjunjung-junjung penampilan dari
> Jaringan Kafir Liberal ini.
> 
> "Saudara-saudaraku yang lembut hati, seluruh yang ia
> kemukakan tadi
> bisa Anda temukan di dalam wilayah penghayatan La
> Ilaha, yaitu bagian
> awal dari syahadat Muslim yang bermakna Tidak ada
> Tuhan. Sebelum
> seorang Muslim memiliki keberanian untuk mengucapkan
> Illallah (hanya
> Allah), maka terlebih dulu ia harus mengenali persis
> La Ilaha. Yang
> bukan Tuhan yang mana saja. Yang tidak
> dinomorsatukan apa saja. Kalau
> Anda sudah menemukan dan meyakini bahwa dalam
> kehidupan ini tak ada
> yang pantas dituhankan, baik itu Raja, Presiden,
> Ulama, atau
> tokoh-tokoh apapun, termasuk uang, harta benda dan
> kekuasaan maka Anda
> menemukan kehidupan ini sunyi. Semuanya lemah
> sebagaimana Anda. Batu,
> pepohonan, segala makhluk, termasuk kita, semuanya
> lemah, sehingga
> tidak memiliki kepantasan untuk dituhankan. Tidak
> memiliki kelayakan
> untuk dijunjung paling tinggi, untuk dibela sampai
> mati. Dengan itu
> Anda menemukan Illallah, hanya Allah, yang memiliki
> kedudukan,
> kekuatan dan fungsi semacam itu. Jadi,
> saudara-saudaraku, Jaringan
> Kafir Liberal adalah tahap awal dari Islam yang
> sejati.."
> 
> Insya Allah berdasarkan keterbatasan persepsi ilmu
> pengetahuan saya,
> kita semua ini masih terpuruk pada keadaan yang
> sangat parah diukur
> dari hakekat La Ilaha Illallah.
> 
> Di dalam mengerjakan kehidupan, di dalam berekonomi,
> berkebudayaan,
> berpolitik, di dalam banyak sekali urusan, di dalam
> menjalankan
> peradaban kemanusiaan sampai abad milenium ini: kita
> masih sangat jauh
> dari kenyataan 'Illallah'. Kita masih belum
> menemukan kenomor-satuan
> Allah dalam perilaku kehidupan kita sebagai
> individu, apalagi sebagai
> anggota peradaban globalisasi.
> 
> Mungkin di beberapa hal kita sudah
> mengaktualisasikan keutamaan Allah,
> tapi pada kebanyakan hal kita masih belum memiliki
> kesanggupan, ilmu
> dan keberanian untuk menyelenggarakan 'La Ilaha' di
> dalam praktek
> hidup kita.
> 
> Belum becus ber-La Ilaha, kita sudah sibuk, mantap,
> GR dan sombong
> seakan-akan sudah memasuki tahap Illallah yang
> sungguh-sungguh. Ya
> kita orang biasa, ya kita pejabat, ya kita ustadz,
> ya kita ulama,
> bahkan habib dan huffadhul Qur'an.
> 
> Sesungguhnya, saya berhusnudzhan, yang dilawan oleh
> teman-teman
> Jaringan Kafir Liberal bukanlah Allah SWT -melainkan
> suatu parodi,
> ironi dan sarkasme perlawanan terhadap perilaku
> kehidupan beragama
> kita yang penuh kemunafikan. Terutama memunafikkan
> konteks antara La
> Ilaha dan Illallah.[]
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 
> 
>          
> 
>        
> ---------------------------------
> Be a better Heartthrob. Get better relationship
> answers from someone who knows.
> Yahoo! Answers - Check it out. 
> 
> 
=== message truncated ===



       
____________________________________________________________________________________
Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the 
tools to get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting 

Kirim email ke