Bismillahirrahmanirrahiim..
  Assalamu’alaykum wr.wb
   
  Rasanya perlu menjernihkan pikiran dari segala sangka buruk perihal 
perdebatan tentang HT dgn khilafanya. Mengapa aku nda mau banyak bicara dan 
komentar mengenai gerakan ini? Karena rawan sekali menurut pemikiranku. Bagiku 
membicarakan ini, spt makan buah simalakama, maka aku lebih memilih diam, tapi 
rasanya saat ini.. aku perlu menjelaskan ke arah mana pemikiran dan niatku 
menanggapi kasus HT ini.
   
  Hmm..niat HT dengan tujuan mendirikan khilafah itu baik, dan untukku pribadi, 
dan mungkin untuk orang mukmin lainnya, sangat merindukan berdirinya negara 
islam. Tapi.. apakah caranya harus spt HT..? bagiku pribadi, aku kurang setuju 
dengan teriak2 dan demonstrasi yg selama ini sudah dilakukan oleh aktivis HT. 
(boleh kan..?dan ini bukan untuk diperdebatkan, aku hanya ingin berusaha 
menyampaikan apa yg ada dipikiranku ttg dampak yg bisa saja terjadi dengan 
kegiatan yg selama ini dilakukan oleh HT)
   
  Seperti aku bilang, aku spt makan buah simalakama bila mengkomentari HT dgn 
niat khilafahnya. Jika aku jelas2 menolak, disangkanya aku pro pemerintah 
dzolim yg tidak inginkan tegaknya negara islam, jika aku teriak2 menginginkan 
cepat tegaknya apa yg selama ini sedang diperjuangkan HT, disangkanya aku 
mendukung HT?
   
  Oke..baik pemerintah maupun HT semuanya adalah insya Allah muslim. Sedangkan 
Rasulullah pernah bersabda “haram hukumnya menumpahkan darah seorang muslim” 
atau “barang siapa membunuh seorang muslim, maka ia spt membunuh seluruh 
manusia di bumi” dan hadist lain yg meminta kita untuk taat kepada pemimpin 
walaupun dia dzolim. Rasul bersabda “suatu saat nanti kalian akan bertemu 
seorang pemimpin yg dzolim. Lalu sahabat bertanya “apakah harus kami tumbangkan 
pemimpin spt itu ya Rasulullah?” Jangan! Tunaikan tugasmu kepada pemimpin dan 
minta hakmu pada Allah.” dan hadist lain “suatu saat kalian akan bertemu dengan 
pemimpin yg dzolim” lalu sahabat berkata “apakah harus kami gulingkan pemimpin 
itu ya Rasul?” jangan! Tunaikan tugasmu kepada pemimpin, hingga kalian bertemu 
denganku”
   
  Oke..bagiku apa yg diucapkan oleh Rasul itu benar semuanya, tidak ada satupun 
yg lewat dari pengawasan dan kekhawatirannya pada saat umatnya mulai 
mengacuhkan peringatannya. Aku lebih melihat dampak buruknya apabila kita 
melakukan hal2 yg dikhawatirkan oleh Rasulullah pada saat kita berusaha ingin 
menumbangkan kepemimpinan.
   
  
   yg      dilakukan oleh HT, akan dianggap rawan untuk pemerintah yg merasa 
akan      digoyang kepemimpinannya, dan sudah pasti pemerintah akan lakukan 
tindakan      apabila dianggap sudah mulai membahayakan stabilitas keamanan 
negara yg      dipimpinnya.
   
  
   orang2      awam yg tidak mengerti sama sekali makna sebuah ajaran islam yg 
benar,      bisa saja akan melakukan tindakan anarkis spt yg selama ini sudah   
   dilakukan oleh beberapa muslim lainnya yg mengatasnamakan islam dengan      
mengebom dan menghancurkan tempat2 dimana bukan orang kafir aja yg tinggal      
tapi ternyata lebih banyak muslim lainnya yg jadi korban. Dan ini terkena      
hadis yg menumpahkan darah muslim lainnya tanpa sebab.
   
  
   apabila      pemerintah sudah merasa ada pihak2 tertentu yg melakukan 
tindakan anarkis      bagi pemerintah, maka pemerintah mampu melakukan tindakan 
untuk      menghapuskan segala tindakan anarkis tsb.
   
  
   tindakan      yg akan dilakukan oleh pemerintah, bisa berupa apa aja untuk 
hapuskan      segala sesuatu yg membuat rawan pemerintahan, menghapuskannya 
atau memberi      label teroris, komunis or apalah.
   
  
   apabila      sudah diberikan label teroris, otomatis yg bermain bukan lagi 
pemerintah      indonesia, tapi pemerintah dunia dan spt kita ketahui, orang2 
kafir yg      tidak suka dengan islam selalu mencari celah gimana caranya untuk 
     menghancurkan islam, baik secara fisik maupun non fisik. Selama ini      
Indonesia sedang dihancurkan secara pemikiran (non fisik) dan bukan      
menutup kemungkinan mereka akan perlakukan indonesia spt mereka memfitnah      
negara2 muslim lainnya atas nama terorist dan menghancurkannya secara      
fisik.
   
  
   dll.dll.dll.dll      silahkan renungkan sendiri, mengapa sampai Rasul 
mengingatkan kita      berkali2 untuk “taat” pada pemimpin walau dzolim? Karena 
lebih      menghindarkan bentuk mudharat yg lebih besar
   
  oke..yg buat aku miris adalah, niat HT sudah baik, tapi bila tidak dijalankan 
secara cerdas, maka bisa jadi  label teroris, komunis, anarkis, or apalah akan 
dilabelkan pada organisasi tsb. Anggaplah..HT hanya ditutup dan dibubarkan 
karena dianggap rawan bagi pemerintah, lha..kalau negara2 kafir yg 
mengatasnamakan penumpasan teroris ikut campur, lalu tiba2 bom bardir, apa kita 
sudah siap?? Hanya gara2 satu orang osama bin laden aja..mereka bisa jadikan 
alasan untuk hancurkan afghanistan, apalagi yg saat ini mengatasnamakan 
kelompok besar?? Dan secara terang2an pula teriakan itu semua, sementara 
pemerintah kita sendiri yg merasa terancam stabilitasnya, ikut memberikan label 
dan mendukung segala bentuk dan tindakan anarkis yg berusaha goncangkan 
kepemimpinannya??
   
  Hmm..aku dengar gosip, kalau HT bisa jadi akan ditutup dan disejajarkan 
dengan PKI oleh pemerintah dan dianggap sebagai organisasi terlarang. Kalau 
sudah begini, apa yg terjadi?? Kacau kan??? Kebayang kan..?nda terimanya HT 
disejajarkan dgn PKI, but bagi pemerintah jelas sudah ganggu keamanan 
pemerintahannya dan mereka bisa lakukan apa aja. Hmm..kebayang berapa banyak 
korban antara saudara muslim andai benar hal ini akan terjadi? Baik dari pihak 
pemerintah maupun HT sendiri dan keduanya masih sama2 muslim?? Dan kebayang 
sama aku..andai pihak musuh mengambil moment ini untuk dijadikan alasannya 
menghancurkan negara kita spt negara2 muslim lainnya.?
   
  Hmmm.. aku pribadi rasanya tidak perlu terlalu khawatir, akan diperlakukannya 
negara kita spt negara2 muslim lainnya, hanya tinggal nunggu waktu yg tepat aja 
mereka lakukan itu pada kita. Dan bisa jadi sikap HT yg dianggap arogan oleh 
pemerintah, akan dijadikan moment tepat bagi mereka untuk lakukan itu pada 
negara kita. Oke..andai HT  sudah siap akan diperlakukan spt itu, tapi apakah 
yg berada di dalam negara ini hanya kelompok HT sendiri?? kenapa jadi egois 
melihat “kesiapan” diri tanpa melihat yg lainnya dan kebetulan sama2 berada di 
sini??
   
  Hmm..bukan mau mengendurkan semangat juang saudaraku yg di HT, tapi..andai 
ada cara lain yg lebih baik dan cerdas untuk mendirikan negara islam, kenapa 
harus gunakan cara yg bisa jadi timbulkan  celah bagi mereka untuk menusuk 
kita???
   
  Berkali2 aku bilang..islam didirikan dengan ilmu, pada saat kita tanamkan 
ilmu yg benar ttg islam, maka secara otomatis, semua lini akan mengikutinya. 
Dan syariat akan berjalan dengan sendirinya dan otomatis negara islam akan 
berdiri karena kesadaran dan bukan dengan sikap arogan.
   
  Hmm..contoh. aku tidak perlu lagi teriak2 pada anakku yg besar untuk 
mengajaknya sholat, karena insya Allah dia sudah tahu bahwa sholat itu adalah 
kewajiban bagi dirinya yg komitmen sebagai seorang muslim. Dan aku tidak perlu 
lagi memaksa2 anakku untuk pergi ke pesantren dan tinggalkan semua yg selama 
ini menjadi kesenangan dirinya, tanpa paksaan dan dia pergi dengan keyakinan 
dan tujuan yg jelas dan kesadaran yg tinggai dan bukan karena ancaman maupun 
paksaan dariku. 
   
  Jadi..bagiku..bukan hal yg mustahil untuk mendirikan negara islam tanpa 
kekerasan, namun cukup memberikan pelajaran dan pemahaman yg benar ttg islam, 
mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga spt yg aku lamunkan..andai pemimpin 
kita dan seluruh aparat pemerintahan yg terkait mau belajar islam yg benar 
untuk membuka diri dan bertanya pada ulama2 yg benar dan jujur menerangkan 
islam, rasanya bukan suatu hal yg mustahil untuk siap menancapkan pondasi2 yg 
kuat sebelum berdirinya negara islam sesuai yg kita impikan.
   
  Hmm..aku selalu berfikir, andai negara islam ditegakkan dengan cara 
mengkudeta, dan berhasil, apakah seluruh elemen pengganti itu sudah 
disiapkan??ekonomi islam, politik islam, bank islam, pengadilan islam dengan 
para hakimnya, mata uang islam, dll, dll.   Oke..sudah banyak menjamur bank2 yg 
berlabel islam, namun apakah benar sistemnya bersyariatkan islam?? Itu semua 
perlu dikoreksi, andai pemimpin dan negara sudah dikuasai, apakah hal2 lain 
sudah siap untuk mengikuti.?
   
  Oke..segitu dulu sharring dariku, kalaupun aku menolak cara2 HT, bukan 
berarti aku membenci HT, kalau aku berkomentar spt itu, bukan karena aku setuju 
dengan pemerintahan saat ini dan mendukungnya. Aku hanya menjaga jangan sampai 
ada pertumpahan darah antara kalian semua yg masih seakidah. (pemerintah maupun 
HT) sementara perselisihan kalian nanti, akan dimanfaatkan oleh musuh2 islam 
untuk menghancurkan kita semua yg berada disini. (walau insya Allah..aku yakin 
kita semua nda gentar hadapi musuh, tapi apakah kita harus memilih cara spt 
itu, andai cara cerdas lebih memadai..:) yg benar sudah pasti datangnya dari 
Allah, yg salah sudah pasti dariku dan aku mohon maaf atas semua salah dan 
khilafku, apabila ada diantara saudara2ku jadi tidaknyaman dengan diskusi2 
sebelumnya.
   
   
   
  Salam
  hana
  
       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke