Assalaamu'alaikum wr. wb.
Mohon jangan ditanggapi respon ini sebagai mengajak debat kusir:-)
Hana, saya sebetulnya tahu alur pikiran Anda sejak awal. Alur itu
persis sama dengan teman,seperti yang pernah saya singgung, yang
kebetulan adalah bawahan saya. Meski tak tertutup kemungkinan Anda
punya varian pemikiran yang lain:-)
Nah, dalam respon ini hanya hendak bertanya. Mungkinkah Anda mendidik
seluruh penduduk Indonesia dari yang ke 1 hingga kurang lebih yang ke
200.000.000 menjadi cukup berilmu untuk mau menegakkan Islam secara
sukarela di bumi Indonesia? Kalau seluruh penduduk terasa sebagai
tututan yang berlebihan, kecilkan targetnya kepada apa yang disebut
oleh sosiolog sebagai kelompok strategis, individu atau kelompok yang
menjadi pace setter dinamika masyarakat Indonesia.
Saya pribadi melihatnya sebagai tidak mungkin. Kita lihat Rasulullah.
Dakwah Rasulullah adalah yang paling lembut dibanding kelembutan yang
mungkin bisa dicapai oleh dakwah pengikutnya. Toh Rasulullah, tetap
dimusuhi. Rasulullah pernah ditawari jadi raja, dan beliau menolak, ini
tentu saja memperlihatkan bahwa Rasulullah tidak menginginkan
semata-mata kekuasaan dalam dakwahnya. Toh, Rasulullah tetap dimusuhi
juga.
Soal sikap memusuhi sebetulnya tidak melulu datang dari langgam dakwah
atau perjuangan kita, tetapi, IMHO, justru bersumber dari konsep Islam
itu sendiri, yang ingin merelativisir segala kekuasaan manusia di dunia
ini. Bukankah Islam menginformasikan bahwa kedaulatan harus diletakkan
di tangan Rabbul 'Alamin? Nah, karena hal yang seperti itulah,
penguasa-penguasa yang tak hendak tunduk kepada kedaulatan Allah marah,
sebab mereka tahu, sekali ideologi ini didekap erat manusia, maka
kekuasaannya akan runtuh atau direlativisir.
Harakah, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dalam membangun
manhaj gerakannya, IMHO, mendasarkan diri pada asumsi ketidakmungkinan
yang saya uraikan di atas. Oleh karena itu, saya melihatnya sebagai
bukan masalah.
Namun begitu, saya juga tidak melihat manhaj (kalau boleh saya menyebut
begitu) yang Anda ambil, sebagai bukan masalah pula. Yang saya kuatir,
karena manhaj Anda tampak sebagai counter idea dari manhaj harakah,
maka bisa terjadi benturan di praksis. Dan kekuatiran saya, bukannya
tanpa bukti kan?
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
B. Samparan
--- suhana hana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bismillahirrahmanirrahiim..
> Assalamualaykum wr.wb
>
> Rasanya perlu menjernihkan pikiran dari segala sangka buruk perihal
> perdebatan tentang HT dgn khilafanya. Mengapa aku nda mau banyak
> bicara dan komentar mengenai gerakan ini? Karena rawan sekali menurut
> pemikiranku. Bagiku membicarakan ini, spt makan buah simalakama, maka
> aku lebih memilih diam, tapi rasanya saat ini.. aku perlu menjelaskan
> ke arah mana pemikiran dan niatku menanggapi kasus HT ini.
... deleted
____________________________________________________________________________________
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search
that gives answers, not web links.
http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC