SUNAH-SUNNAH DALAM WUDHU

Oleh
Syaikh Khalid al Husainan


[a]. Mengucapkan Bismillah[1]

[b]. Membasuh Kedua Telapak Tangan Tiga Kali[2]

[c]. Mendahulukan Berkumur-Kumur (Madhmadhoh) Dan Istinsyaq (Memasukkan Air Ke 
Dalam Hidung Lalu Menghirupnya Dengan Sekali Nafas Sampai Ke dalam Hidung Yang 
Paling Ujung) Sebelum Membasuh Muka.

[d]. Setelah Istinsyaq Lalu Istintsaar (Mengeluarkan /Menyemburkan Air Dari 
Hidung Sesudah Menghirupnya Dengan Telapak Tangan Kiri).

Berdasarkan hadits :

"Artinya : ...Lalu Nabi membasuh kedua telapak tangan tiga kali kemudian 
berkumur-kumur dan istinsyaq, lalu istintsaar lalu membasuh muka tiga 
kali."[Hadits Riwayat Al-Bukhari no. 159 dan Muslim no. 226]

[e] Bersungguh-Sungguh Dalam Berkumur-Kumur Dan Istinsyaq Bagi Orang Yang 
Sedang Tidak Berpuasa.

Berdasarkan hadits :

"Artinya : .Bersungguh-sungguh dalam menghirup air ke hidung, kecuali kalau 
kamu sedang berpuasa". [HR.Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no.38; Nasaaiy, no. 
114 dan Ibnu Majah, no. 407 & 448 dan selain mereka).

Makna bersungguh-sungguh dalam berkumur-kumur adalah menggerakkan air di ke 
seluruh bagian mulutnya. Sedangkan makna bersungguh-sungguh dalam istinsyaq 
adalah menghirup air sampai ke bagian hidung yang terdalam.

[f]. Menyatukan Antara Berkumur Dan Istinsyaq Dengan Sekali Cidukan Tangan 
Kanan, Tanpa Pemisahan Antara Keduanya. 

[i]. Mengusap Kepala

Cara mengusap kepala, memulai dari bagian depan kepala depan kemudian 
menggerakkan kedua tangannya hingga ke belakang (tengkuk) lalu mengembalikan ke 
tempat semula.

Hukum membasuh kepala adalah wajib yaitu berlaku keumuman pada setiap apa yang 
dibasuh dari kepala dalam berbagai kondisi. Berdasarkan hadits Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : .Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membasuh 
kepalanya lalu menjalankan kedua tangannya ke belakang dan 
mengembalikannya.[Hadits Riwayat Bukhary no. 185 dan Muslim no. 235. Pent]

[j]. Menyela-Nyela Jari-Jari Kedua Tangan Dan Kedua Kaki.

Berdasarkan hadits:

"Artinya : Sempurnakanlah wudhu', selai-selailah jari-jemari.[HR.Abu Dawud, no. 
142; Tirmidzi, no.38; Nasaaiy, no. 114 dan Ibnu Majah, no. 448. Pent]

[k]. At Tayaamun (Memulai Dari Sebelah Kanan)

At- Tayaamun (dalam wudhu') artinya memulai membasuh anggota wudhu' yang 
sebelah kanan kemudian yang kiri dari kedua tangan maupun kaki.

"Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyukai dalam 
mendahulukan yang kanan ketika memakai sandalnya, menyisir, bersuci dan dalam 
semua urusannya". [Hadits Riwayat Bukhari no. 168 dan Muslim, no. 268 dan 
selain keduanya. Pent.]

[l]. Menambah Bilangan Basuhan Dari Sekali Menjadi Tiga Kali Basuhan. Tambahan 
Ini Berlaku Dalam Membasuh Muka, Kedua Tangan Dan Kedua Kaki. 

[m]. Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat Setelah Selesai Dari Wudhu' Dengan Ucapan.

"Asyhadu alla ilaaha illallaahu wahdahu la syariikalahu wa asyahadu anna 
Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu".

"Artinya : Aku bersaksi bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa 
Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.

Tiada lain balasannya kecuali pasti dibukakan baginya pintu-pintu surga yang 
bejumlah delapan, lalu ia masuk dari pintu mana saja yang ia sukai' [Hadits 
Riwayat Muslim, no. 234; Abu Dawud, no. 169; Tirmidzi, no. 55 ; Nasaaiy, no. 
148 dan Ibnu Majah, no. 470. Pent]

[n]. Wudhu' Di Rumah

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang berwudhu di rumahnya, kemudian berjalan ke masjid 
untuk melaksanakan kewajiban dari Allah dan langkah yang satu menghapuskan dosa 
dan langkah yang lain mengangkat derajat." [Hadits Riwayat Muslim no. 666]

[o]. Ad-Dalk 

Yaitu meletakkan tangan yang basah (yang akan dipakai untuk menggosok atau 
membasuh,-pent) pada anggota wudhu' bersama air atau setelahnya.


[Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi 
Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Penulis Khalid 
Al-Husainan, Penerjemah Zaki Rachmawan]
_________
Foote Note
[1]. "Artinya : Tidak (sempurna) wudhu' bagi siapa yang tidak menyebutkan nama 
Allah padanya" [Hadits Riwayat Ibnu Majah 399, At-Tirmidzi 25,26. Abu Dawud 
101, dan selain mereka. Menurut Syaikh Al-Albani : "Hadits ini shahih" Lihat 
Shahiih Al-Jami'ish Shaghiir no. 7444.
[2]. Hadits Riwayat Al-Bukhari -Fathul Baari 1/255 dan Muslim no. 226 -Syarh 
Muslim 3/100



Salam,

Dino






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke