"Selamat Menjalankan Ibadah Puasa (minggu depan),
semoga kita dapat meningkatkan 'Amal 'Ibadah kita dan diterima Alloh swt ,
Serta Mohon ma'af Lahir Bathin"
Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad,
sbb :
Tatkala Allah Ta'ala menciptakan bumi, maka bumipun bergetar.
Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan
kepadanya, ternyata bumipun terdiam.
Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.
Kemudian mereka bertanya :
"Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada
gunung ?"
Allah menjawab, " Ada , yaitu besi"
(kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan
diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi),
Para malaikat bertanya lagi "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu
yang lebih kuat daripada besi ?"
Allah yang Maha Suci menjawab, " Ada , yaitu api"
(besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api),
Para malaikat kembali bertanya "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam
penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api ?"
Allah yang Maha Agung menjawab, " Ada , yaitu air"
(api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air),
Para malaikatpun bertanya kembali "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam
penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air ?"
Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, "Ada , yaitu angin"
(air disamudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan>
menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat,
tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang
teramat dahsyat),
Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi "Ya Allah, adakah sesuatu dalam
penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua ?"
Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, " Ada , yaitu
amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan
tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya".
Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya
adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga
sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer
ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.
Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah SAW mengingatkan dalam pidatonya
ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah
dari Makkah : "Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung
kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang
diniatkannya".
Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringisedekah kita dengan niat
yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji,
dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita
menjadi sia-sia.
Ganjaran bersedekah
Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam menganjurkan kepada kita umatnya
untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah
berikan kepada kita menjadi berkah.
Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yang
berlipatganda (700 kali) dan ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda
Rasululloh SAW, sbb :
* Allah Ta'ala berfirman, "Adapun orang yang memberikan (hartanya di
jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik
(surga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah". {Qs. Al
Lail (92) : 5-8}
* Allah Ta'ala berfirman, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh)
orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan
sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus
biji.
Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.
Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui". {Qs. Al Baqarah (2)
: 261}
* Rasuloulloh SAW bersabda, "Setiap awal pagi, semasa terbit matahari,
ada dua malaikat menyeru kepada manusia dibumi.
Yang satu menyeru, "Ya Tuhan, karuniakanlah ganti kepada orang yang
membelanjakan hartanya kepada Allah".
Yang satu lagi menyeru "musnahkanlah orang yang menahan hartanya".
Tolak Bala dengan Sedekah
Orang-orang yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak
bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit,
sebagaimana sabda RasulAllah SAW, sbb :
* "Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah
mendahului sedekah".
* "Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah".
* "Obatilah penyakitmu dengan sedekah".
Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran
bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk
melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh
kadang kita enggan memberi pengemis/pengamen yang kita temui dipinggir
jalan dengan pemikiran bahwa mereka (pengemis/pengamen tsb) menjadikan
meminta-minta sebagai profesinya, tidak mendidik, dll.
Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan
setan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah)-,
sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang
demikian karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan
kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk
gemar bersedekah,
Masalah apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada
pengemis/pengamen tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena
sedekah hakekatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa.
Pengemis/pengamen/-fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang
berkecukupan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orang
tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah) ???
Atau kalo kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepada
pengemis/pengamen/-fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan
maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah uang sebelum sholat
Jum'at dan memasukkan ke kotak-kotak amal yang tersedia dan biasakan dengan
memberi sejumlah minimal setiap Jum'at, misalnya Jum'at ini kita menyumbang
Rp. 10 ribu ke kotak amal maka sebaiknya Jum'at berikutnya harus sama,
syukur-syukur bisa lebih dan terutama harus diiringi dengan keikhlasan.
Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa
Jalla.
Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya
akan merugi didunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkahan.
Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk untuk kepentingan
dirinya. Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan
sebaliknya menahannya adalah celaka.
Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang
berinvestasi dan menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan
pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperoleh berlipatganda.
Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu.
Sedekah yg pahalanya terus mengalir Dari Abu Hurairah RA, bahwa
sesungguhnya Rasulullah SAW, telah bersabda :
"Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga
hal : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang
mendo'akannya" (HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad).
Wallohul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Thoriiq.