Bagaimana Menyambut Ramadhan               Oleh: Dr. Muhammad Hasan Abdul 
Baqi          (Dewan Da'wah dan Tarbiyah, International Islamic Universtiy 
Islamabad)


  ÈÓã Çááå ÇáÑÍãä ÇáÑÍíã 
  Segala puji bagi Allah tuhan sekalian alam.Sholawat serta salam semoga tetap 
terlimpahkan kepada baginda Nabi Muhammad s.a.w.. Mari kita mohon kepada Allah, 
Dzhat Yang Maha Agung, semoga menjadikan kita termasuk orang-orang yang apabila 
mendapatkan rizqi bersyukur, apabila mendapatkan cobaan bersabar dan apabila 
melakukan dosa atau kesalahan mau meminta ampunan. Umat Islam saat ini sedang 
berada dalam masa yang sangat mencemaskan dan dalam perjalanan sejarahnya yang 
penuh onak dan duri. Tidak sedikit negara-negara Islam saat ini mengalami 
penderitaan yang sangat berat berupa kemiskinan, ditindas, dibantai, dijajah 
dlsb. 

  Ramadhan sebentar lagi akan tiba, dan ini merupakan suatu momentum yang 
sangat tepat bagi kita kaum muslimin untuk menyamakan persepsi bahwa kita ini 
sebenarnya adalah satu tubuh, apabila salah satu organ tubuh terserang sakit 
maka seluruh tubuh akan merasakan sakit yang sama. Bulan Ramadhan juga 
merupakan ajang kita untuk "bertadharru', meratap kepada Allah agar segala 
kesusahan, kedlaliman dan diskriminasi dijauhkan dari kita. Dan semoga umat ini 
juga ditunjukkan jalan yang benar, yaitu jalan dimana para pejuang kebenaran 
diberikan kejayaan atas orang-orang pembuat kerusakan. Semoga Allah menggandeng 
tangan umat ini kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Tinggal beberapa hari 
lagi, kita kedatangan bulan Romadhan. Sudah sewajarnya kita menyambutnya dengan 
suka cita. Dulu para sahabat dan tabi'in senantiasa memanjatkan do'a agar di 
pertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. "Ya Allah sampaikan kami kepada bulan 
Ramadhan berikutnya". 

  Keutamaan Ramadhan. 

  Keutamaan ini bisa dilihat dari turunnya Al-Qur'an pada bulan Ramadhan. Ini 
merupakan tanda yang cukup jelas betapa mulianya bulan ini, karena Al-Qur'an 
adalah Kalamullah yang diturunkan untuk menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi 
umat manusia. Allah berfirman "Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana diturunkan 
al-Qur'an di dalamnya untuk menjadi petunjuk bagi manusia, dan tanda-tanda dari 
petunjuk dan pembeda (dari yang benar dan batil)". Untuk itulah Allah 
mewajibkan kaum muslimin untuk memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya 
dengan melaksanakan puasa sebagai realisasi rasa syukur kita kepada Allah atas 
ni'mat bulan Ramadhan, "Barangsiapa menemukan bulan (Ramadhan) maka 
berpuasalah”. Ramadhan merupakan bulan puasa, bulan mendirikan sholat, bulan 
memperbanyak membaca al-Qur'an, bulan yang penuh rahmat, maghfiroh dan 
pembebasan dari api neraka, bulan dimana segala amal kebajikan dilipatgandakan 
dan amal keburukan dan maksiat dimaafkan, bulan segala do'a dikabulkan,
 dan derajatnya ditinggikan. Allah mewajibkan puasa ini agar kita bisa bertaqwa 
dengan sesungguhnya, sebagaimana firman Allah : 

  "íÇÃíåÇÇáÐíä ÃãäæÇ ßÊÈ Úáíßã ÇáÕíÇã ßãÇ ßÊÈ Úáì ÇáÐíä ãä ÞÈáßã áÚáßã ÊÊÞæä 

  "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu melaksanakan puasa 
sebagaimana yang diwajibkan atas kaum sebelummu, agar kamu bertaqwa". 

  Taqwa adalah buah yang diharapkan mampu di hasilkan oleh puasa. Buah tersebut 
akan menjadi bekal orang beriman dan periasai baginya agar tidak terjatuh dalam 
jurang kemaksyiatan. Seorang ulama sufi pernah berkata tentang pengaruh taqwa 
bagi kehidupan seorang muslim; “Dengan bertaqwa, para kekasih Allah bisa 
terlindungi dari perbuatan yang tercela, dalam hatinya diliputi rasa takut 
kepada Allah sehingga menyebabkannya senantiasa terjaga di malam hari untuk 
beribadah, lebih suka menahan kesusahan dari pada mencari hiburan, rela 
merasakan lapar dan haus, merasa dekat dengan ajal sehingga mendorongnya untuk 
memperbanyak amal kebajikan. Taqwa merupakan kombinasi kebijakan dan 
pengetahuan, serta gabungan antara perkataan dan perbuatan. 

  Di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah seperti yang dijelaskan Rasulullah 
s.a.w. : "Ketika datang malam pertama dari bulan Ramadhan seluruh syaithan 
dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup , tidak 
ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu sorga ibuka hingga tidak ada 
satupun pintu yang tertutup. Lalu tiap malam datang seorang yang menyeru; 
"Wahai orang yang mencari kebaikan kemarilah; wahai orang yang mencari 
keburukan menyingkilah. Hanya Allah lah yang bisa menyelamatkan dari api 
neraka". (H.R.Tirmidzi.) 

  Dalam riwayat Bukhari dari Abu Hurairoh RA berkata: berkata Rasulullah SAW: 
"Ketika telah masuk bulan Ramadhan maka dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup 
pintu-pintu neraka jahannam, dan dibeleggu semua syaithan". Dalam Riwayat 
Bukhari yang lain; "ketika telah tiba bulan Ramadhan maka di bukakan 
pinti-pintu sorga". 

  Jadi di dalam bulan yang suci ini Allah menjauhkan semua penyebab kehancuran 
dan kemaksiatan, syaitan diikat dan dibelenggu, hingga tidak kuasa untuk 
membujuk manusia melakukan kemaksiatan yang keji dan terlarang, karena manusia 
sibuk melakukan ibadah, mengekang hawa nafsu mereka dengan beribadah, berdzikir 
dan membaca al-Qur'an. Ini sekaligus penggugah hamba beriman bahwa tidak ada 
alasan lagi untuk meninggalkan ibadah dan taat kepada Allah ataupun melakukan 
maksiat karena sumber utama penyebab kemaksiatan, yaitu syetan telah 
dibelenggu. 

  Ditutupnya pintu neraka mempunyai arti bahwa setiap hamba hendaknya tidak 
lagi melakukan perkara yang munkar dan mengekang diri dari menuruti hawa 
nafsunya, karena neraka sebagai tempat pembalasannya sedang ditutup. Pintu 
neraka ditutup semata untuk menghukum syaithan dan saat itulah selayaknya 
kemaksiatan berkurang dan sirna lalu digantikan dengan perbuatan mulia dan 
kebajikan. 

  Sementara dibukanya pintu-pintu sorga mengisyaratkan terhamparnya kesempatan 
seluas-luasnya untuk meraih sorga dalam bulan Ramadhan. Iyadl berkata: ini 
merupakan tanda bagi para malaikat bahwa bulan yang istimewa telah tiba agar 
mereka menghormatinya dan menghadang syetan dari pekerjaannya mengganggu orang 
mu'min. Bisa juga itu mengisyaratkan banyaknya pahala dan ampunan yang 
diturunkan Allah agar mereka yang mengharapkannya berlomba-lomba meningkatkan 
amal ibadahnya dan agar mereka yang memimpikannya semakin berusaha 
mendapatkannya. Bisa juga maksud dibukanya pintu sorga adalah terbukanya 
kesempatan bagi hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketaatan, dengan 
terbukanya semua jalan kataatan dan tertutupnya jalan-jalan syetan. Adapun 
maksud terbukanya pintu-pintu langit adalah kata kiasan bagi turunnya rahmat 
Allah dan terbukanya tirai penutup bagi amal-amal hamba, di satu pihak karena 
taufiq Allah dan di lain pihak karena semua amal akan diterima Allah pada bulan 
tersebut.
 Taibi berkata : Malaikat diperintahkan memintakan rahmat kepada Allah untuk 
hambanya yang berpuasa dan agar mereka mendapatkan derajat yang mulia. 

  Maka sangat beruntunglah bagi mereka yang mau memanfaatkan kesempatan 
tersebut, dan mudah-mudahan menjadi salah satu dari mereka yang dimuliakan dan 
diselamatkan dari api neraka di bulan suci tersebut. Sesungguhnya Allah 
membebaskan hamba-Nya dari siksa neraka karena beberapa amal : ada yang karena 
mentauhidkan Allah, ada yang karena sholat dan zakat, dan pembebasan pada bulan 
Ramadhan adalah karena puasa dan barakah yang terkandung di dalamnya, dengan 
banyaknya dzikir dan taubat yang di lakukan dalam bulan suci itu. Nabi Muhammad 
s.a.w. telah menceritakan dari tuhannya (Allah).; "Barang siapa berpuasa di 
bulan suci itu dengan beriman dan mengharap pahala dari sisi Allah maka 
diampuni segala dosa yang telah ia lakukan" dan barang siapa menghidupkan malam 
lailatul qadar dengan beriman dan bertulus hati maka diampunilah dosa yang 
telah ia lakukan. 

  Berpuasa disertai dengan ketulusan niyat dan ikhlas akan mengantarkan hamba 
mendapatkan ampunan dan mendatangkan rahmat dan keridloan dari Allah. Inilah 
kesempatan yang terbuka bagi orang beriman agar berlomba-lomba dalam beramal 
kebajikan dan meninggalkan kemungkaran. Saudaraku!! jangan lewatkan kesempatan 
ini, apalagi sampai merugi dalam perkara ini, tidak saja kehilangan modal yang 
telah ada ditanganmu namun juga tidak sepeser pun keuntungan yang kau dapat, 
padahal di sana banyak orang-orang yang mendapatkannya. “Dan pada itu 
berlomba-lombalah orang-orang yang berlomba” (Q.S. 84:26).
http://groups.yahoo.com/group/dunia_santri
       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke