Benarkah Perkataan Orang Bahwa Jamaah-jamaah islam Termasuk Sekte
Sempalan yang Diperintahkan Oleh Nabi  untuk Menjauhinya

(Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz)

Pertanyaan: Wahai Syaikh yang mulia, ada orang mengatakan bahwa
jamaah-jamaah Islam yang ada termasuk sekte sempalan yang menyeru ke
neraka jahanam dan diperintahkan oleh Nabi untuk menjauhinya. Menurut
Anda, apakah pendapat ini salah?
 
Jawaban: Jamaah yang menyeru kepada Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya
tidak termasuk sekte sesat, akan tetap mereka termasuk al-firqah
an-najiyyah (golongan yang selamat) yang disebutkan dalam sabda beliau
: 

“Orang-orang Yahudi terpecah menjadi 7, golongan, orang-orang Nasrani
terpecah menjadi 72 golongan, sedangkan umatku akan terpecah menjadi 73
golongan; semuanya berada di neraka, kecuali satu golongan. Para
sahabat bertanya, Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah? Beliau
menjawab, Orang-orang yang menempuh jalan seperti yang aku dan parc
sahabatku tern puh pada han ml. Dalam riwayat lain disebutkan, yaitu
al-jamaah.
 
Artinya, al-firqah an-najiyyah adalah kelompok lurus yang menempuh
jalan yang ditempuh oleh Nabi SAW dan para sahabatnya  ra. berupa
mentauhidkan Allah, menaati perintah-perintah-Nya, dan meninggalkan
larangan-larangan-Nya serta istiqamah menjalankan itu semua; baik dalam
perkataan, perbuatan, maupun keyakinan. Jamaah-jamaah Islam itu adalah
pengikut kebenaran. Mereka adalah para penyeru kepada petunjuk meskipun
berbeda negeri mereka. Sebagian mereka ada di Jazirah Arab, Syam,
Amerika, Mesir, negeri-negeri Afrika, dan Asia. Mereka adalah jamaah
yang banyak, yang dikenal dengan akidah dan amal mereka. Apabila mereka
berada pada jalan tauhid, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan
istiqamah di atas dinullah yang disampaikan oleh Al-Kitab dan sunnah
RasulNya, maka mereka adalah Ahlussunnah wal jamaah meskipun mereka
tersebar di berbagai negeri yang banyak. Akan tetapi, jumlah mereka
(ahlussunnah) pada akhir zaman sangat sedikit. 

Kesimpulannya; yang menjadi ukuran adalah keistiqamahan mereka terhadap
kebenaran. Apabila seseorang atau sebuah jamaah didapati menyeru kepada
Kitabullah dan sunnah RasulNya serta mengajak untuk mentauhidkan Allah
dan mengikuti syariat-Nya, maka mereka itulah al-jamaah dan mereka
itulah aI-firqah an-najiyyah. Adapun orang yang menyeru kepada selain
Kitabullah dan selain sunnah Rasulullah, maka orang itu tidak termasuk
al-jamaah. Akan tetapi, dia termasuk ke dalam sekte sesat lagi binasa.
Al-firqah an-najiyyah adalah orang-orang yang mendakwahkan Al-Kitab dan
As-Sunnah. Meskipun di antara mereka ada jamaah di sini dan jamaah di
sana selama tujuan dan akidahnya satu, maka tidak ada ruginya apabila
ada sebutan Ansharus Sunnah, lkhwanul Muslimin, atau sebutan lainnya.

Yang penting adalah akidah dan perbuatan mereka. Apabila mereka
istiqamah di atas kebenaran dan di atas tauhidullah, menjalankannya
dengan ikhlas, dan mengikuti Rasulullah baik dalam perkataan,
perbuatan, maupun keyakinan, maka namanama itu tidak membawa madharat
bagi mereka. Akan tetapi, hendaknya mereka selalu bertakwa kepada Allah
dan berlaku jujur dalam hal itu. Apabila sebagian mereka menamakan diri
Ansharus Sunnah, Salafiyyun, lkhwanul Muslimin, atau jamaah anu, maka
tidak ada madharatnya jika datang kebenaran. Hendaknya mereka
senantiasa istiqamah di atas kebenaran, mengikuti Kitabullah dan
As-Sunnah, menerapkan hukum keduanya, dan istiqamah terhadap keduanya;
baik dalam keyakinan, perkataan, maupun perbuatan. Apabila sebuah
jamaah salah dalam suatu hal, maka wajib bagi orang yang memiliki ilmu
untuk mengingatkan dan menunjukkan mereka kepada kebenaran jika
dalilnya jelas.
 
Artinya, kita harus saling membantu dalam kebajikan dan ketakwaan dan
memberikan solusi terhadap permasalahan kita dengan ilmu, hikmah, dan
cara yang baik. Jamaah atau siapa saja yang salah dalam perkara yang
menyangkut akidah atau perkara yang diwajibkan atau diharamkan Allah,
maka mereka harus diperingatkan dengan dalil-dalil syar’i dengan lemah
lembut, hikmah, dan cara yang baik hingga mereka kembali kepada
kebenaran, menerimanya, dan tidak lari darinya. IniIah kewajiban kaum
Muslimin, yaitu saling tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan,
saling menasihati, dan tidak saling menelantarkan sehingga musuh
berkeinginan untuk menguasai mereka. 





      
____________________________________________________________________________________
Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on 
Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/ 

Kirim email ke