Saya mau bertanya, mungkin ada hubungannya dengan tulisan yang dikirimkan oleh
Pak Dino. Begini pertanyaanya :
Bagaimana dengan orang yang mengaku bisa melihat makhluk halus. sering
dikatakan bahwa mereka memiliki indra keenam, sehingga bisa melihat makhluk
halus. Apakah mereka termasuk dalam katagori orang-orang kafir seperti pada
tulisan tersebut....
terima kasih
Suhardiono Dino <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
HUKUM ORANG YANG MENGAKU MENGETAHUI YANG GHAIB
Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Hukum orang yang mengaku mengetahui ilmu yang ghaib adalah kafir, karena ia
mendustakan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dia berfirman.
"Artinya : Katakanlah : "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang
mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila
mereka akan dibangkitkan" [An-Naml : 65]
Allah memerintahkan kepada NabiNya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk
memberitahukan kepada manusia bahwa tidak ada seorangpun di bumi maupun di
langit yang mengetahui ilmu ghaib kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sesungguhnya orang yang mengaku mengetahui ilmu yang ghaib, maka ia telah
mendustakan Allah Subhanahu wa Ta'ala tentang khabar ini. Kita tanyakan kepada
mereka : Bagaimana mungkin kalian mengetahui yang ghaib, sedangkan Nabi saja
tidak mengetahui ? Apakah kalian lebih mulia daripada Rasul Shallallahu 'alaihi
wa sallam ? Jika mereka menjawab : "Kami lebih mulia daripada Rasul Shallallahu
'alaihi wa sallam, maka mereka telah kafir karena ucapan itu. Jika mereka
mengatakan : Bahwa Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam lebih mulia, maka kami
katakan : Kenapa Rasul tidak mengetahui yang ghaib, sedangkan kalian mengetahui
? Allah berfirman.
"Artinya : (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak
memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul
yang diridahiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat)
di muka dan belakangnya" [Al-Jin : 26-27]
Ini adalah ayat kedua yang menunjukkan atas kafirnya orang yang mengetahui ilmu
ghaib. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memerintahkan NabiNya Shallallahu
'alaihi wa sallam untuk mengabarkan kepada manusia dengan firmanNya.
"Artinya : Katakanlah : "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan
Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula)
aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali
apa yang diwahyukan kepadaku" [Al-An'am : 50]
[Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa
Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Penulis Syaikh
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah
Salam,
Dino
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get listings,
and more!
[Non-text portions of this message have been removed]