--- In [EMAIL PROTECTED], "suhana032003" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

--- In [EMAIL PROTECTED], Rahmat SEQ <mischatie@> wrote:
>
> tulisan ini pernah diposting ke harian REPUBLIKA, 25/10/2007, dan
belum dipublikasikan, sehingga saya mempostingnya ke milis ini.
Selamat membaca....

======>>>enggak usah bangga dengan tulisan anda yg sudah dimuat di
harian ini, karena postingan tulisan yg dimuat tidak menjamin, jika
memang tulisan ini benar2 berbobot atau memang dipaksakan karena
memenuhi pesanan walau isi sebenarnya tidak lebih dari sampah dan
omongan pecundang.
> 
>   MENUAI "RAHMAT" BUKAN "LAKNAT"
>           
> "Pemerintah tidak boleh tinggal diam. Pemerintah harus segera
menghentikan gerakan ini, usut dan tangkap pelakunya, termasuk siapa
yang berada di belakang gerakan ini semua." (Republika, 25/10/2007).
>     Statemen di atas, disampaikan oleh Rais Tanfidh Nahdatul Ulama,
KH. Hasyim Muzadi, yang mengomentari terhadap berkembangnya organisasi
Al-Qiyadah Al-Islamiyah, pimpinan Ahmad Moshaddeq. Setelah membaca
pernyataan Hasyim Muzadi tersebut, yang dimuat di harian Republika,
25/10/2007, dengan tajuk PBNU Desak Hentikan Al Qiyadah Al Islamiyah,
penulis tersentak dan termenung cukup lama, dan bertanya-tanya dalam
benak pikiran, mengapa statemen itu harus keluar dari mulutnya orang
bijak, yang memimpin ORMAS besar, Nahdlatul Ulama? Bukankah ia juga
adalah salah satu tokoh Organisasi Lintas Agama?
    

===>>>aku juga jadi merenung tapi enggak pake lama, dan bertanya2 koq
ada orang spt kamu yg masih mengaku muslim namun tenang aja saat
melihat ada orang yg mengaku2 sebagai Rasul selain Nabi Muhammad SAW?
bahkan merasa kecewa atas statment seorang tokoh yg gerah dengan ulah
nabi palsu tsb???  


>   Sebelum mengeluarkan pernyataannya, seyogyanya ia melakukan
verifikasi dengan cara dialog bersama pendiri Al Qiyadah Al Islamiyah,
sehingga mengetahui secara transfaran konsep umum tentang pemahamannya
terhadap ajaran Islam. Atau mungkin, ia telah berdialog dan mengkaji
dengan seksama terhadap pemahaman Ahmad Moshaddeq, dan mengambil
kesimpulan bahwa Al Qiyadah Al Islamiyah adalah sesat dan merusak
aqidah Islam. Parameter apakah yang dipakai oleh KH. Hasyim Muzadi
dalam menilai Al Qiyadah Al Islamiyyah dan organisasi-organisasi yang
memiliki kesamaan dengan Al Qiyadah adalah sesat? Saya tidak mendukung
dan mengingkari terhadap pemahaman-pemahaman yang disampaikan oleh
Ahmed Moshaddeq maupun lainnya, tapi saya lebih senang melakukan chek
and rechek kepada sumbernya, dalam menemukan sebuah permasalahan yang
sedikit banyak berhubungan dengan kepentingan publik, kemudian menarik
benang merahnya dengan penuh kebijaksanaan. Metode inilah yang dipakai
oleh ûlul albâb.


=====>>> kalau benar anda seorang muslim, harusnya anda tidak perlu
menanyakan parameter yg digunakan KH. Hasyim Muzadi dalam menyesatkan
gerakan Al-Qiyadah. dan pemahaman anda terlalu dangkal, bila anda
secara nyata sudah melihat pernyataan ahmad moshaddeq melalui TV tapi
anda tetap tidak mengerti juga. Metode apa yg anda maksud?? dan ulil
albab yg mana???


>  Ketidakbijaksanaan dalam menilai pemahaman keagamaan seseorang
maupun dalam sebuah payung keorganisasian, akan mendatangkan efek
kurang baik bagi citra diri seseorang, dan kalau orang tersebut adalah
memiliki jabatan publik, maka dapat mengurangi nilai kebaikan image
organisasi.
    

====>> apa menurut anda, tindakan ahmad moshaddeq, lia edan, JIL,
Ahmadiyah, dll adalah bijaksana terhadap Islam..??? dan marahnya kami
itulah yg membuktikan tidak bijaksananya mereka dalam memakai label
islam, namun melakukan hal2 yg menodai islam.


>   Penyesatan bukan hanya dialami oleh Al Qiyadah Al Islamiyah,
melainkan oganisasi lainnya pun nyaris mengalami yang sama, misalnya
saja, beberapa bulan yang lalu, perguruan Mahesa Kurung (MK) telah
disesatkan oleh Majelis Ulama Indonesia Bogor, dengan alasan—salah
satunya—percaya kepada perdukunan adalah perbuatan musyrik. Begitu
juga dengan Ahmadiyah yang mengakibatkan kerugian bagi jama'ahnya
bukan hanya sekedar mental, tapi fisik pun dialami cukup parah oleh
mereka. Sebelumnya pun, Lia Edent dihukumi sesat, dan merugikan
masyarakat, sehingga ia harus "nyantri" dulu beberapa saat di
"pesantrren" yang biliknya dari besi. Entah, apa dan siapa lagi yang
akan menjadi obyek penyesatan. Siapa dan apa motif dibalik gerakan
penyesatan yang dilakukan oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat,
selain ormas resmi? Semoga budaya ini tidak berkembang dengan cepat di
bumi para waliyullah, Indonesia. Cukup hanya di ranah Arab.

    
====>>> kalau mereka tidak mau diganggu aktivitas keyakinannya,
alangkah bijaksananya bila mereka juga tidak mengenakan label islam?!!
kalian menyebabkan kami marah dan berlaku dzolim terhadap ajaran
Rasulullah Muhammad SAW, tapi kalian bersikap seolah2 kami yg dzalim
kepada kalian.?!! apakah sikap spt yg kalian tunjukan selama ini
merupakan sikap bijaksana bagi kami yg masih menjunjung Rasulullah SAW
sebagai satu2nya panutan kami.?!!


>   Kedalaman Ajaran Islam
>   Makna filosofi ajaran agama Islam cukup dalam, sehingga hanya
orang-orang cerdik dan pandailah yang dapat merasakan "manisnya"
ajaran Islam. 

=====>>hmm..apa menurut anda, anda sudah terlalu cerdik bersikap spt
ini?? apa menurut anda..sikap anda ini adalah sikap termanis yg
merefleksikan ajaran islam?? hanya orang dungu saja, yg diam bahkan
membela sesorang yg merusak ajaran yg katanya masih diyakininnya. Tahu
apa anda ttg islam, jika anda bersikap spt ini?!!


Ajaran Islam, kalau boleh saya ilustrasikan dengan sebuah "gitar", ia
(Islam) dapat dipetik sesuai dengan keahliannya orang memainkan gitar.
Kalau petikannya dangdut, sudah jelas yang mendengarkannya pun pecinta
dangdut, dan biasanya para "pengamen" di jalanan yang memetik gitar
dengan nada dangdut, mendapatkan imbalan recehan. Tapi, kalau gitar
dipetik dengan petikan klasik, maka yang menikmatinya juga, adalah
orang-orang tertentu yang menyukai musik klasik. Musik klasik,
realitasnya, dimainkan hanya di gedung-gedung mewah, dan yang hadir
pun orang-orang "menengah"; para pecinta musik klasik, bayarannya pun
cukup mahal. Begitulah dengan ajaran Islam, kalau ajaran Islam hanya
dipahami metode "pemahaman" orang-orang umum, yang terjadi seperti
sekarang ini, semua orang merasa punya hak untuk menyampaikan risalah
Islam, sehingga para
>  da'i yang seharusnya menyampaikan tuntunan, tetapi yang ada
hanyalah menjadi "tontonan", masyarakat hanya senang dengan "guyonan"
para da'i saja, sedangkan isinya sudah tidak diperhatikan lagi. Tidak
heran, masyarakat yang telah mendengarkan ceramah para da'i tersebut,
setelah pulang ke rumahnya, yang diceritakan di keluarganya, ialah
cerita guyonannya da'i, bukan substansi ceramahnya. (BERSAMBUNG  KE
BAGIAN KEDUA,  silahkan buka di  http://www.rahmatseq-diary.blogspot.com/)


===>>> dan anda tidak lebih dari seorang pengamen entah dijalan
ataupun di hotel berbintang, yg memainkan keahlian anda pada orang2 yg
mau membayar anda. hmm..mungkin anda saat ini sedang berlatih menjadi
pengamen yg mengumpulkan uang recehan melalui mailing list dan
mempromosikan diri anda, agar anda dikenal oleh para cukong2 yg ingin
merusak islam dan meminta anda untuk memainkan musik yg lebih dahsyat
agar dibayar lebih mahal..?!!

fuiihh..memang anda pikir, tulisan anda dengan komentar2 anda spt ini,
sangat berbobot dan berisi??! hanya media yg kurang jeli dan bodoh
aja, hingga mau memasukan tulisan pecundang spt anda ini.?!!


>  
> 
> Rahmat "SEQ"
> SPIRITUAL ENGINEERING QUOTIENT "SEQ"
> http://www.rahmatseq.blogspot.com
>  __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

--- End forwarded message ---


Kirim email ke