Bung Deni benar... saya mendukung agar forum ini lebih banyak mengulas secara mendalam soal -soal keimanan dan ketauhidan. Ingatkah kita, bahwa pertama kali yang ditanamkan kepada rasulullah adalah tauhid. "Iqro' bismirobbikalladzi qolaq.." sebenarnya kalo dikaji lebih dalam, berbagai persoalan yang melanda umat islam dinegeri ini dan juga kaum islam seluruh dunia adalah soal keyakinan. padahal pondasi sebuah agama adalah keyakinan, bagaimana mau melakukan ajaran secara kaffah bila keraguan membayanginya??
Deni Renoptri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dari Moderator: Ini saatnya untuk kita mengurangi perdebatan tanpa akhir mengenai hal furu'iyah. Mari kita bersama2 menanamkan pokok ajaran Islam seperti rukun Iman dan rukun Islam agar saudara2 kita keimanannya benar dan tidak murtad serta menjalankan rukun Islam dengan benar. Salam Assallamulaikum saudara-saudara ku, salam kenal semua nya. mungkin menarik untuk kita baca. http://www.antara.co.id/arc/2007/10/28/31-muslim-beralih-ke-agama-bahai-di-donggala/ 28/10/07 22:06 31 Muslim Beralih ke Agama Baha`i di Donggala Palu (ANTARA News) - Sedikitnya tujuh kepala keluarga (31 jiwa) di Desa Banpers Kecamatan Palolo Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), dilaporkan telah melepaskan keyakinannya terhadap Islam dan menganut agama Baha`i. Hayyun Nur, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Palolo, di Palu, Minggu, mengatakan, keyakinan Baha`i yang dipimpin Mulahi, mantan Penghulu, mulai masuk Desa Banpers sejak tahun 1990an dan telah memiliki pengikut sedikitnya 31 orang. Agama Baha`i merupakan sekte Islam yang baru didirikan oleh Muladi yang menyakini adanya nabi lain bernama Bah`ullah selain Nabi Muhammad dan menjadikan himpunan petikan tulisan suci Bah`ullah sebagai pedoman Bah`ullah. Mereka yang menjadi pengikut agama Baha`i ini sebelumnya memeluk agama Islam. Ulah mereka ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Desa Banpers, sekitar 50 kilometer timur Kota Palu, karena khawatir terjadi pemurtadan. "Tempat pertemuan para pengikut Baha`i sudah biasa dilempari oleh warga yang protes agama tersebut," katanya. Menurut Hayyun, pengikut Baha`i meyakini ajaran yang dianutnya paling benar dan universal yang dibawa oleh seorang nabi dan rasul Allah bernama Baha`ullah. Pembawa ajaran Baha`i masuk ke wilayah Donggala karena para pengikut agama baru tersebut menolak menyebutkan identitasnya. Pengikut agama Baha`i juga tertutup dalam menjalankan ritual agama. Bersama Pemerintah Kecamatan Palolo dan aparat keamanan setempat, Hayyun menfasilitasi pertemuan antara masyarakat dengan pengikut Baha`i awal September lalu. Dalam pertemuan tersebut disepakati, pengikut Baha`i mengkaji kembali ajaran yang dianut dan kembali kepada agama Islam yang dianutnya sebelumnya atau menganut agama lain yang diakui keberadaannya oleh pemerintah di Indonesia. "Dalam waktu dekat ini akan dilakukan pertemuan kembali untuk mendengarkan sikap para pengikut agama Baha`i," demikian Hayyun. (*) Copyright (c) 2007 ANTARA --------------------------------- Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers [Non-text portions of this message have been removed]

