Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh 
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu
`ala sayyidil mursalin, wa ba`du, 

Makna Aqiqah 

Aqiqah adalah sembelihan yang dilakukan sebagai
ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang bayi.
Jumhurul ulama menyatakan bahwa hukum aqiqah adalah
sunnah muakkad baik bagi bayi laki-laki maupun bayi
perempuan. Pelaksanaannya dapat dilakukan pada hari ke
tujuh (ini yang lebih utama menurut para ulama),
keempat belas, dua puluh satu atau pada hari-hari yang
lainnya yang memungkinkan. 
Rasulullah SAW bersabda: 
“Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang
disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan
dicukur rambutnya serta diberi nama” (HR. Ahmad dan
Ashabus Sunan) 
Yang lebih utama adalah menyembelih dua ekor kambing
yang berdekatan umurnya bagi bayi laki-laki dan seekor
kambing bagi bayi perempuan. 
Dari Ummi Kurz Al-Ka’biyyah, ia berkata: Aku mendengar
Rasulullah SAW bersabda: “Untuk anak laki-laki dua
ekor kambing yang berdekatan umurnya dan untuk anak
perempuan satu ekor kambing” (HR. Ahmad 6/422 dan
At-Tirmidzi 1516) 
Dalam pelaksanaan aqiqah sebaiknya dilakukan sendiri
oleh orang tua bayi. Kalau toh ingin menitipkannya
kepada orang lain, kita harus yakin bahwa hal tersebut
dilakukan sesuai dengan tuntutan syari’ah. Jangan
sampai kita menitipkan sejumlah uang kepada suatu
lembaga atau perorangan, kemudian uang tersebut
dibagikan langsung sebagai pengganti daging. Praktek
yang demikian tentunya tidak sesuai dengan tuntunan
sunnah yang mensyaratkan adanya penyembelihan hewan
dalam pelaksanaan aqiqah. 
Lalu terkait dengan keberadaan acara khusus untuk
sebuah akikah memang tidak ada. Apakah berbentuk
ceramah, pengajian, atau seremoni lainnya. Sebab
akikah itu hanyalah menyembelih hewan dan membagikan
sebagiannya kepada orang-orang dalam bentuk sudah
matang. 
Selebihnya yang terkait dengan beragam bentuk kegiatan
seremoni perakikahan, pada dasarnya bukan merupakan
hal yang diharuskan. Inti acara akikah memang hanya
menyembelih hewan dan memakan saja. 
Anda tidak harus membuat sebuah seremoni dengan
beragama mata acara untuk sebuah akikah. Syariat Islam
sebenarnya cukup sederhana dan mudah. Maka jangan
dibuat susah. 
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam
Bish-shawab, 
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. 

Tambahan :
Jumhur ulama berpendapat bahwa sebaiknya memang daging
akikah dimasak terlebih dahulu baru kemudian
dibagikan. Hal ini berdasarkan riwayat Aisyah ra.yang
berbunyi, "Sunahnya adalah dua ekor kambing untuk anak
laki-laki dan seekor untuk anak perempuan yang dimasak
tanpa dipotong persendiannya. Lalu dagingnya dimakan,
dibagikan, dan disedekahkan. Itu semua dilakukan pada
hari ketujuh." (HR al-Bayhaqi). 

Salam

Kis Herry Wibowo


--- suhana032003 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> wa'alaykum salam wr.wb
> 
> tidak ada tata cara khusus dalam penyelenggaraan
> akikah. hanya Rasul
> memerintahkan untuk menyembelih domba 2 ekor bagi
> laki2 dan 1 ekor
> bagi wanita pada hari ke 7, mencukur rambutnya
> kemudian menimbangnya,
> dan menggantinya dengan emas untuk diberikan kpd
> fakir miskin.
> 
> domba yg disembelih juga ada syarat2nya, biasanya
> penjual hewan sudah
> mengerti ukuran umur domba untuk korban dan ukuran
> umur domba untuk
> akikah.
> 
> mungkin ada yg mau menambahkan...
> 
> salam
> hana
> 
> 
>  
> 
> --- In [email protected], dian hermansyah
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
> > saat ini saya sedang menunggu kelahiran anak saya
> yang pertama,
> > untuk itu saya ingin mempersiapkan diri baik
> mental, materi serta
> ilmu-nya.
> > kepada saudaraku mohon pencerahan nya tentang
> hukum dan tata cara
> aqikah..?
> > 
> > terimakasih
> > 
> > Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
> > Dian
> >
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke