Sekjen KISPA: Usut Mereka yang Dukung Zionis Mengatasnamakan Indonesia
Oleh : Redaksi <http://swaramuslim.net/>  11 Dec 2007 - 11:42 am  
<http://swaramuslim.net/comments.php?id=5794_0_15_0_C> 

NU dan Muhammadiyah Tolak Klaim Sepihak Anggota Libforall yang ke Israel

 image <http://swaramuslim.net/images/uploads/tokoh_islam/Ferry-Nur-1.jpg> 
Sekjen KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), Ust. H. Ferry Nur, 
S. Si, hari ini, Senin, 10/12/07, mengeluarkan pernyataan yang sangat keras 
berkaitan dengan kunjungan (sowan) beberapa tokoh Islam Liberal menemui 
Presiden Israel, Simon Peres di Israel.

Dalam pernyataan yang berisikan lima poin, Ferry Nur menyatakan sikap sebagai 
berikut: 
1. Mengecam keras tindakan yang dilakukan Tokoh Islam Liberal yang telah 
melakukan penikaman dan melukai perjuangan rakyat Palestina yang ingin meraih 
kemerdekaan yang hakiki. 

2. Meminta kepada pihak pemerintah untuk mengusut kasus ini, karena mereka yang 
sowan ke Israel telah mengatas namakan Indonesia, dan ini merupakan preseden 
yang sangat buruk bagi Indonesia dihadapan masyarakat dunia Islam. 

3. Meminta kepada pihak keamanan untuk bertindak tegas dan cepat terhadap kaki 
tangan penjajah Israel di Indonesia karena dapat menyulut perpecahan di dalam 
negeri, serta mengusut paspor dan visa yang mereka gunakan karena Indonesia 
tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel.

4. Menghimbau kepada ulama dan mubaligh untuk mengingatkan umat terhadap 
kekejaman penjajah Israel atas rakyat Palestina dan upaya mereka menghancurkan 
masjid Al-Aqsha, kiblat umat Islam yang pertama.

5. Menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk merapatkan shaf dan lebih waspada 
lagi karena antek zionis sudah melakukan skenario besar dalam upaya pembukaan 
hubungan diplomatic dengan penjajah Israel. (Kispa)

NU dan Muhammadiyah Tolak Klaim Sepihak Anggota Libforall yang ke Israel
Seperti yang telah diberitakan sejumlah media massa, lima anggota Libforall 
Indonesia yang mengunjungi Shimon Peres di Yerusalem, di hadapan Presiden 
Israel tersebut mereka mengaku sebagai representasi dari dua organisasi Islam 
terbesar di Indonesia yakni Nahdlatuh Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Namun 
pengakuan mereka ternyata ditolak oleh kedua ormas Islam tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah menyatakan bahwa dirinya dan juga organisasi yang 
dipimpinnya tidak tahu menahu dan sama sekali tidak pernah mengirim delegasi ke 
wilayah Palestina yang diduduki Zionis-Israel. "Terus terang, saya belum 
mengikuti pemberitaan. Saya belum mengetahui soal kepergian ke Israel. Tetapi, 
saya akan mencari tahu, dan Muhammadiyah tidak pernah melakukan itu, " tegas 
Din kepada para wartawan, Senin (10/12).

Salah seorang pengurus PBNU, Ghozi Hasyim, juga merasa PBNU tidak pernah 
mengirim delegasi ke Israel, sebab itu PBNU menolak keras organisasi 
dilibatkan. "Saya tidak tahu ada undangan dari Israel. Sejauh yang saya 
ketahui, tidak ada wakil-wakil dari NU, " ujar Ghozi dikutip The Jakarta Post 
kemarin.

Harian fundamentalis Zionis-Israel, The Jerusalem Post (8/12) telah 
memberitakan kehadiran lima orang Indonesia dari Yayasan Libforall yang 
berhaluan Liberalis ke Israel dan diterima dengan sangat bersahabat oleh Shimon 
Peres.

Di hadapan Peres, kelimanya mengakui bahwa umat Islam Indonesia menolak HAMAS 
dan lebih menerima kelompok Abbas dalam konflik Palestina dan Israel. Saking 
senangnya, Peres sampai-sampai mencopot kippa (topi Yahudi berbentuk bundar 
yang menutupi kepala bagian atas) dan mengenakannya kepada tamunya tersebut. 
Harian Israel tersebut menyebut dua nama: Abu 'Ala (Abdul 'Ala) dan Syafiq 
Mugni (Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur), sebagai bagian dari rombongan yang 
secara sepihak mengklaim sebagai 'Indonesian Peace Delegation'. 
(Rizki/eramuslim) 


  
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=15337060/grpspId=1705038064/msgId=21917/stime=1197261714/nc1=3848580/nc2=4706131/nc3=4840951>
 
 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke