Hmmm..harusnya bung Ade sudah mengerti, bahwa pemerintah indonesia
mempunyai kebijakan dalam hal pembangunan tempat ibadah adl memenuhi
syarat kelayakan agar rumah ibadah tsb dpt dibangun. dan salah satunya
adalah jumlah pemeluknya pada satu daerah tsb memenuhi angka yg
ditentukan pemerintah. 

hmm..yg jadi masalah adalah, apakah kebijakan pemerintah disini dalam
hal pembangunan tempat ibadah itu sama dengan kebijakan pemerintah di
AS or Eropa..??? lha..kalau memang kebijakannya sudah beda, lalu
kenapa anda protes dan menuntut kesamaan??sedangkan kebijakannya
jelas2 beda??? aneh????

hmm..kalau anda ingin mendirikan tmpat ibadah secara bebas dan tidak
mengikuti aturan pemerintah Indonesia, tapi berkiblat pada aturan
kebebasan pendirian tempat ibadah spt di AS dan Eropa, ya..silahakan
aja dirikan disana??koq repot???yg aneh itu mereka sendiri (nasrani)
mau mendirikan tempat ibadah di indonesia, tapi ingin mengacu pada
peraturan AS dan Eropa, jelas aja nda nyambung dong Jazk?!! dirikan
disini, aturannya pake AS dan Eropa???hahaha yg spt ini dikatakan
toleransi???

hmm..kalau anda dan nasrani bicara masalah toleransi, lalu kenapa nda
biarkan umat islam jalankan syariat islam??kenapa kalian selalu sibuk
mengurusi hal2 yg menyangkut hukum2 islam yg sesungguhnya sudah diluar
area non muslim??hmm..kalau mau fair masalah demokrasi, kebebasan
untuk 'menjadi diri sendiri' (bersikap, bertutur, berpikir,etc)biarkan
 umat islam menjalankan syariat islam, dan itu baru fair sesuai dengan
HAM yg selama ini digembor2kan.

halahhhh..anda bicara masalah HAM, tapi anda nda sadar sedang
melanggar HAM pemerintah untuk menentukan kebijakannya disini dan
meminta untuk sama spt AS dan ERopa. hmm..aku heran, kenapa anda nda
protes aja sama AS or Eropa agar buat kebijakan yg sama spt Indonesia?
 kenapa harus kita yg diminta untuk merubah kebijakan ikut mereka??
emang mereka siapa?????


salam
hana



--- In [email protected], "Ediyus Hz" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bung Ade,
> Saya tangkap poin anda, menurut saya tidak jauh dari cara analisa yang
> dilakukan Ulil, walaupun anda bukan pendukung Ulil.
> 
> Thanks a lot untuk pendadaran anda, saya close subject ini di milis SD
> Islam ini, kalau anda mau melanjutkan silahkan ke:   syiar-islam
> ([EMAIL PROTECTED]).
> 
> Mohon maaf atas segala hal yang kurang berkenan.
> 
> Wassalaam.wr.wb.
> Ediyus Hz
> 
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, December 11, 2007 2:29 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [sd-islam] Fwd: Tanggapan Amran Nasution pada Ulil di
> www.hidayatullah.comTAMBAHAN
> 
> Bung.
> Kan saya bilang, yang curiga pada islam itu tentu saja banyak.
> Apalagi karena memang ada jaringan terorisme beragama Islam, saat ini.
> Tapi negara-negara itu pada dasarnya mengizinkan Islam tumbuh subur,
> berdampingan dengan agama-agama lain.
> Kasus-kasus dicurigai di imigrasi sih ya biasa-biasa saja. Tapi apakah
> pemerintah mereka secara sengaja menghilangkan HAM kaum muslim di sana?
> Bandingkan dengan sikap pemerintah kita pada kaum yang berbeda keyakinan
> dengan arus utama.
> Soal masjid, misalnya. Tidakkah Anda bertanya pada diri sendiri mengapa
> ada begitu banyak masjid baru di AS? Ingat, masjid-masjid itu tidak
> didirikan di permukiman muslim lho!
> 
> salam
> 
> ade armando
> 
> 
> > Bung Ade,
> > Anda membuka mata anda yang sebelah, namun yang sebelah lagi anda
> tutup.
> > Dari uraian yang anda sebutkan seolah-olah negara AS dan Eropa lebih 
> > baik pengelolaan perbedaannya (agama) ketimbang dengan Indonesia....
> > Yang benar aja Bung!!!
> > Teman saya saja yang jelas-jelas dikirim dari perusahaan AS, namun 
> > karena namanya ke-arab-arab-an harus stay cukup lama di-imigrasi.....
> >
> > Kenapa MUI harus bertidak tegas?
> > Jika ada keyakinan baru, dengan tidak membawa embel-embel Islam dalam 
> > keyakinannya, insya ALLAH MUI akan cuek-bebek dengan keyakinan
> tsb.....
> > Kenapa gereja, jadi sasaran, anda jangan lihat end-result-nya saja 
> > dong..... Kira-kira pantas gak jika gereja didirikan dipermukiman yang
> 
> > 99% penduduknya Islam, semetara tempat lain yang berpenduduk 50% 
> > kristen masih ada..... Apa tujuannya???
> >
> > Sudahlah tidak usah berselimut untuk hal ini.
> >
> > Mohon maaf.
> > Ediyus Hz
> >
> > -----Original Message-----
> > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On 
> > Behalf Of [EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Monday, December 10, 2007 7:06 AM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: [sd-islam] Fwd: Tanggapan Amran Nasution pada Ulil di 
> > www.hidayatullah.comTAMBAHAN
> >
> > Saya bukan pembela ulil. Tapi tolonglah dibaca dengan benar
> tulisannya.
> > Tentu saja, di mana-mana akan ada pro dan kontra.
> > Tentu saja yang benci Islam di Eropa dan AS banyak.
> > Tapi yang terpenting, bagaimana negara menata perbedaan tersebut.
> > Itu yang jadi masalah di Indonesia. Bayangkan apa yang terjadi dengan 
> > Ahmadiyah, misalnya. Aksi perusakan kantor dan tempat ibadat Ahmadiyah
> 
> > dilakukan oleh gerombolan sipil yang kemudian tidak mendapat sanksi 
> > hukum apa-apa dari negara. Begitu juga dengan perusakan gereja atau 
> > rumah yang dijadikan tempat ibadat Kristen. Sementara umat islam bisa 
> > bikin pengajian dan shalat bersama di mana-mana, umat Kristen 
> > dikhianati haknya. Dan pemerintah kita seolah-olah merestui aksi 
> > pengrusakan tersebut.
> > Begitu juga dengan perbedaan penafsiran agama. Jelas-jelas UUD dasar 
> > kita melindungi perbedaan keyakinan, kok sekarang dilembagakan 
> > pemfatwaan dan pemidanaan perbedaan keyakinan itu.
> > Itu yang tidak terjadi di AS dan Eropa. Toleransi barat itu pula yang 
> > menyebabkan Islam tumbuh sangat pesat di sana.
> > Tapi tentu saja, sekarang, dengan tumbuhnya radikalisme Islam, kaum 
> > konservatif kanan Kristen di sana mendapat angin untuk memaksakan 
> > penafsiran baru mengenai multikulturalisme tersebut.
> >
> > Salam
> >
> > Ade armando
> >
> > ________________________________________
> > From: diding fahrudin [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Saturday, December 08, 2007 12:02 PM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: [sd-islam] Fwd: Tanggapan Amran Nasution pada Ulil di 
> > www.hidayatullah.comTAMBAHAN
> >
> > That's Ullil. Dia hanya mengambil hal-hal yanh kelihatannya mendukung 
> > ide yang dia lontarkan tanpa melihat realitas yang kontradiksi dengan 
> > apa yang ia katakan. Sewaktu memberikan ceramah di depan mahasiswa FIB
> 
> > UI pun begitu. Yang perlu kita waspadai adalah teman-teman mahsiswa 
> > yang menjadi pengikutnya karena realits yang bertentangan dengan 
> > idenya tidak dibahas.
> > Wallahu alam bishowab.
> > diding
> >
> > Gene Netto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Sampai sekarang, ada rencana pembangunan masjid besar di pusat kota 
> > London yang masih ditolak oleh warga setempat.
> > Yang ingin membangunnya, terkait dengan Hizbut Tahrir atau Jamaah 
> > Tabliqh (saya lupa yang mana). Warga setempat tidak suka karena ini 
> > akan menjadi masjid terbesar di Inggris, dan nanti pada saat Olimpiade
> 
> > di London, masjid ini akan nampak di dekat stadiun utama.
> > Kata ketua komite pembangunan, masjid hanya akan selesai seetlah 
> > Olimpiade selesai, jadi orang yang datang ke Olimpiade tidak akan 
> > melihatnya.
> > Walaupun begitu, masih banyak warga setempat yang menolaknya.
> > (Saya nonton ini beberapa bulan yang lalu di CNN, jadi yang saya 
> > ingat, kurang lebih demikian).
> > Ulil hanya sebatas ngomong saja tanpa peduli pada kenyataan di
> lapangan.
> > Apa saja yang mendukung pendapat dia dijadikan bukti, dan yang 
> > sebaliknya, tidak dibahas.
> > Wassalam,
> >
> >
> > ________________________________________
> > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
> >
> >
> >
> > - - - - - - - - - - - - - -
> > Bersama memerangi kebodohan
> > - - - - - - - - - - - - - -
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> > - - - - - - - - - - - - - -
> > Bersama memerangi kebodohan
> > - - - - - - - - - - - - - -
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> 
> - - - - - - - - - - - - - -
> Bersama memerangi kebodohan
> - - - - - - - - - - - - - - 
>  
> Yahoo! Groups Links
>


Kirim email ke