PENGETAHUAN QURBAN
Mengenali Daging Sehat
Dari Beragam Sumber
Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Insya Allah
tidak akan lama lagi maka kita sebagai umat muslim khususnya akan merayakan
hari raya Idul Adha 1428 H. Kegiatan pemotongan hewan kurban: Domba, Kambing
dan Sapi akan menjadi Kegiatan yang dilakukan saat hari raya Idul Adha
tersebut. Sudah barang tentu daging yang dihasilkan dari hasil pemotongan maka
akan dibagikan kepada kaum duafa yang berhak menerimanya. Dan sudah barang
tentu pula di mana Daging yang Berkualitas adalah menjadi harapan kita atas
ibadah kurban yang dilakukan. Kualitas daging yang sehat adalah sangat
ditentukan oleh jenis hewan, tata laksana pemeliharaan, pakan dan keadaan
emosional hewan sebelum dipotong.
Semoga bermanfaat di mana berikut ciri-ciri daging yang berkualitas, SAPI,
Daging sapi muda misalnya memiliki ciri-ciri berwarna umumnya agak pucat kelabu
sampai merah tua. Terdiri atas serabut-serabut yang halus, konsistensinya agak
lembek. Sedangkan untuk daging yang berasal dari sapi yang tua, warnanya merah
pucat, berserabut halus dengan sedikit lemak, konsistensi liat bau dan rasanya
aromatis. Untuk daging DOMBA dan KAMBING hampir sama yakni konsistensinya
tinggi, berlemak putih, berbau sangat khas, bedanya daging kambing warnanya
lebih pucat.
Untuk menentukan kualitas daging yang baik dan layak dikonsumsi, kriteria
yang dapat dipakai sebagai pedoman adalah pertama, keempukan dan kelunakan.
Keempukan daging ditentukan oleh kandungan jaringan ikat. Semakin tua usia
hewan, susunan jaringan ikat semakin banyak, sehingga daging yang dihasilkan
semakin liat. Jika ditekan dengan jari, daging yang sehat akan memiliki
konsistensi kenyal sampai padat.
Kedua, kandungan lemak atau marbling. Marbling adalah lemak yang terdapat di
antara serabut otot (intramuscular). Lemak berfungsi sebagai pembungkus otot
dan mempertahankan keutuhan daging pada waktu dipanaskan. Marbling berpengaruh
terhadap cita rasa daging.
Ketiga, warna. Warna daging bervariasi tergantung dari jenis hewan secara
genetik dan usia, misalnya daging sapi potong lebih gelap daripada sapi perah,
daging sapi muda lebih pucat daripada daging sapi tua.
Keempat, rasa dan aroma. Cita rasa dan aroma dipengaruhi oleh jenis pakan.
Daging yang berkualitas baik memiliki rasa lebih gurih dan aroma yang sedap.
Kelima, kelembaban, secara normal daging mempunyai permukaan relatif kering
sehingga dapat menahan pertumbuhan mikroorganisme dari luar. Dengan demikian
akan mempengaruhi daya simpan daging tersebut.
Sementara itu, kualitas daging yang tidak baik dapat diketahui dari bau dan
rasa tidak normal. Bau yang tidak normal biasanya segera dicium beberapa saat
setelah hewan itu dipotong. Misalnya hewan sakit akan memberi aroma seperti
mentega tengik, terutama hewan yang mengalami radang organ dalam. Konsistensi
daging yang tidak sehat mempunyai kekenyalan rendah (jika ditekan dengan jari
akan terasa lunak), apalagi diikuti dengan warna yang tidak normal maka daging
tersebut tidak layak dikonsumsi.
Daging yang busuk dapat mengganggu kesehatan konsumen, karena dapat
menyebabkan gangguan pencernaan. Pembusukan dapat terjadi karena penangan yang
kurang baik pada saat pendinginan, sehingga mengakibatkan meningkatnya
aktivitas bakteri pembusuk. Keadaan ini terjadi karena daging terlalu lama
dibiarkan di tempat terbuka pada suhu kamar, sehingga terjadi proses pemecahan
protein oleh enzim-enzim dalam daging yang menghasilkan amonia dan asam
sulfide.
Untuk mengenali penyimpangan daging yang diberi formalin dapat dilihat
warnanya yang pucat mengkilat, terutama pada daging ayam, konsistensinya sangat
kenyal, permukaan kulit tegang, bau khas formalin dan tidak dihinggapi lalat.
Salam Peternak!
Apa bedanya Daging Domba & Daging Kambing?
Dari Beragam Sumber
Pertanyaan ini seringkali banyak diajukan pada suasana menjelang hari raya
Idul Adha, semoga bermanfaat, kalau diamati secara fisik maka serat daging
kambing tidak jauh berbeda dibandingkan dengan daging merah lainnya dari domba,
sapi, dan kerbau. Dibandingkan dengan daging domba umpamanya, keduanya
sama-sama bertekstur halus. Warna dagingnya pun tak terlalu berbeda meskipun
daging kambing biasanya berwarna lebih pekat. Perbedaan mencolok dengan daging
ternak lain justru aromanya. Daging domba, sapi, atau kerbau beraroma amis
saja, sedangkan daging kambing beraroma menyengat (orang Jawa bilang prengus).
Selain itu, lemaknya lebih putih dan keras. Jadi adalah mitos bila daging Domba
lebih menyengat dibandingkan Kambing.
Lamb is better than mutton. Tahukah pembaca, di Saudi Arabia, Afghan, Marocco
di mana warganya lebih memilih lamb (daging domba) dibandingkan mutton (daging
kambing). Dan di negara2 Eropa Timur seperti Turkey, Albania, Bosnia, Kosovo &
Checz, masyarakatnya tidak pernah makan mutton, tapi lamb. Begitu juga di
Australia yang lebih menyukai lamb. Daging domba lebih cepat dimasak dan empuk
dibandingkan Kambing demikian informasi yang didapat. Semoga bermanfaat & Salam
Peternak!
Menyambut Idul Adha 1428 H,
Silahkan Kunjungi:
Kandang Display & Seleksi Villa Domba
Sekretariat RT. 008 – Belakang Masjid Asyifaa
Perumahan Griya Bintara Indah – Bekasi Barat
Hubungi: Sdr. Agus Ramada Setiadi, HP. 0815.941.3826/ (021) 886.7181
Hewan Ternak Kurban Sehat Berkualitas, Ibadah & Barakah.
Wassalam.
Agus Ramada S.
Dombagarut.blogspot.com
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]