Assalamu'alaikum wr.wb
Ini kali ya yang dimaksud oleh sdr Rizki Ridyasmara atas tulisannya....
sesama muslim ya benar adanya klo kita jangan berburuk sangka dulu... tapi
jika satu partai yang mengaku basenya adalah agama... kenapa ngak mandiri
saja... kok berniat ajak partai lain yang basenya beda..... ah gelap...
kalau menyangkut politik, semuanya mesti bisa, walaupun itu mengorbankan
hati nurani... Ada fenomena menarik... seperti berita di detik.com hari
ini.......
Wassalamu'alaikum wr.wb
zelfi
/02/2008 09:43 WIB
Dekati PDIP, PKS Gagas Koalisi Merah Putih
Anwar Khumaini - detikcom
Denpasar - Kombinasi antara kalangan relijius dengan nasionalis dipandang
potensial menangguk kemenangan dalam Pemilu 2009. PKS pun menggagas Koalisi
Merah Putih dengan kalangan PDIP.
"Mungkin saja kita bisa menjalin Koalisi Merah Putih," ujar Ketua Majelis
Syuro DPP PKS Hidayat Nurwahid saat mengunjungi Puri Satria di Denpasar,
Bali, Kamis (31/1/2008).
Puri Satria merupakan kediaman walikota Denpasar Anak Agung Puspa Yoga
yang berasal dari PDIP. Dalam kunjungan keduanya itu, Hidayat didampingi
Ketua Majelis Syuro PKS Hilmy Aminuddin dan Ketua Dewan Syariah Pusat PKS
Surahman.
Menurut Hidayat, kunjungannya adalah salah satu bentuk izin bertamu. Hal
itu, lanjut dia, karena PKS sedang menyelenggarakan hajatan besar Mukernas
yang berlangsung pada 1-3 Februari 2008 di Hotel Grand Bali Beach, Sanur,
Bali.
Selain mengunjungi Puri Satria, Hidayat dan rombongannya juga mengunjungi
Puri Kesiman dan Pura Pemecutan.
"Istilahnya kami kulonuwun," imbuh Hidayat.
( fiq / sss )
Baca juga:
a.. Si Moncong Putih Bisa Dilamar Setelah Pemilu Legislatif
b.. PDIP Pikir-pikir Soal Ajakan PKS Berkoalisi Merah Putih
c.. PKS Merapat ke PDIP, Pertarungan Mega & SBY Makin Sengit
d.. Dekati PDIP, PKS Gagas Koalisi Merah Putih
detikForum
Register | Today's Posts
Terbaru
a.. Survey Skala Prioritas... batman21
b.. Hujan beberapa Jam... alasroban
c.. banjir... skyknight
Teraktif
a.. Transjakarta [Merger Thre... mel
b.. Yang Sewot Sama P L N Mas... bebekterbang
c.. Pelecehan Seksual di Tran... juliansaid
Informasi Pemasangan Iklan Banner:
Elin Ultantina
Email : [EMAIL PROTECTED]
Telepon. 62-21-7941177 ext.520,526
------------------------------------------------------------------------------
SMS Iklan
kalung biofir, t\\\'katkan energi, keshtan & vitalitas. di rkomndskn olh
japan blood institut. http://1biofir.notlong.com (62818849525)
Fasilitas: NewsUpdate, Forum, Suara Pembaca
© 2007 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Kotak Pos | Info Iklan |
Disclaimer
----- Original Message -----
From: rsa
To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ;
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, February 01, 2008 11:23 AM
Subject: [syiar-islam] Fwd: Fw: Antara Bali dan Gaza - Tabayyun dan
Tanggapan
Assalaamu alaikum
Berikut penjelasan lebih rinci dari pihak PKS dan tanggapan buat
tulisan Rizky Ridyasmara di eramuslim itu ... entah bisa dianggap
tanggapan atau apologi ... :-(
semoga postingan ini bisa turut lebih menjelaskan duduk perkaranya
dan kita tidak terjebak dalam fitnah sesama saudara seiman. amin
salam,
satriyo
=======================================
BAYANAT PENYELENGGARAAN SIDANG MAJELIS SYURA DAN MUSYAWARAH KERJA
NASIONAL DI BALI PADA 1-3 PEBRUARI 2008
PENDAHULUAN
1. Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS pada rapatnya tanggal 7
Januari 2008, yang dihadiri oleh Ketua Majelis Syura, Ketua Majelis
Pertimbangan Pusat, Presiden Partai, Ketua Dewan Syariah Pusat,
Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum telah memutuskan bahwa
kegiatan Sidang Majelis Syura (MS) ke-9 dan Musyawarah Kerja Nasional
(Mukernas) 2008 dilaksanakan di Bali pada 1-3 Pebruari 2008.
2. Keputusan pemilihan tempat tersebut dibuat senafas dengan
perkembangan pemikiran partai ke arah pemenangan pemilu 2009.
3. Penjelasan (bayanat) ini dibuat untuk mempermudah dan menjelaskan
konsep acara serta publikasi kegiatan tersebut kepada kader dan
simpatisan.
4. Alasan pemilihan dikelompokkan kepada kepentingan Internal dan
Eksternal.
ALASAN INTERNAL
1. Mengokohkan dakwah Islam di Bali dan menegaskan komitmen dakwah
kita, bahwa seluruh jengkal tanah air Republik Indonesia adalah
teritori yang utuh dari medan dakwah PKS.
2. Mengokohkan posisi kader PKS di Provinsi Bali yang berjumlah
sekitar 5.775 orang dan kader yang berjuang di daerah-daerah
minoritas.
3. Mengokohkan posisi minoritas ummat Islam di Bali yang jumlahnya
sekitar 323.853 (9%) dari 3.442.600 orang penduduk Pulau Bali.
4. Mengokohkan soliditas dan mobilitas PKS serta daya jangkau dakwah
kita ke seluruh penjuru tanah air Republik Indonesia.
ALASAN EKSTERNAL
1. Menegaskan pengakuan PKS kepada pluralitas dan keanekaragaman
agama, suku dan budaya bangsa Indonesia, dan berupaya menjadikannya
sebagai sumber kreativitas kolektiv kita sebagai bangsa.
2. Dalam konteks keIndonesiaan, kehadiran PKS di Bali juga merupakan
penghargaan kepada minoritas dan komitmen PKS untuk memberikan
keadilan bagi semua warga Negara Republik Indonesia tanpa membedakan
agama, suku dan golongannya.
3. Menegaskan komitmen PKS untuk ikut serta menciptakan perdamaian di
seluruh wilayah Republik Indonesia, dan mengakhiri segala bentuk
penggunaan kekerasan dan terorisme atas nama agama, mengakhiri
konflik antar agama serta mempertahankan Bali sebagai halaman rumah
Indonesia yang damai dan tentram.
4. Menegaskan komitmen PKS untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Jakarta, 14 Muharram 1429 / 23 Januari 2008
Tanggapan tulisan "antara Bali dan Gaza" oleh Rizki Ridyasmara
www.eramuslim.com
*Oleh Syukri Wahid*
Dua hari menjelang keberangkatan saya ke Bali mewakili Balikpapan
dalam acara mukernas PKS, sahabat saya menyampaiakan sms dan tulisan
mengenai tanggapan tentang acara tersebut, baik yang ditulis oleh
media maupun bebas perorangan, isinya beragam bisa positif dan
negatif, tapi hari itu saya membaca tulisan yang dibuat oleh akhuna
Rizki dalam eramuslim.com yang membuat saya terdorong untuk menulis
sedikit mengenai hal ini, tulisan ini bukanlah untuk mencari
pembelaan saya dan semua ikhwah yang diundang ke "Bali", namun
semangat untuk saling menasihatilah yang membuat saya harus
menulisnya.
Setidaknya ada beberapa poin yang menjadi sudut pandang tersendiri
oleh akh Rizki dalam tulisannya itu, namun yang menjadi titik sentral
adalah mengkomparasikan apa yang kita" buat" di Bali dengan nasib
saudara kita di Palestina sana dan itulah yang menjadi judul tulisan
beliau "antara Bali dan Gaza", namun ijinkan saya menyampaikan sebuah
sudut pandang yang boleh jadi benar, boleh jadi salah, tapi ini bukan
bicara benar dan salah, namun ini mengenai cara kita memandang sebuah
kebijakan.
*a.Kita dan kehidupan berjama'ah*
dalam kehidupan kita berjama'ah kita pasti akan mengalami dinamika
berjama'ah itu sendiri, kita adalah bagian dari jama'ah tersebut,
sehingga kita juga adalah bagian dari dinamika tersebut. Memang dalam
kehidupan kita berjama'ah ada satu karakter yang harus kita siapkan
adalah menyiapkan ruang yang besar dalam jiwa dan pikiran kita,
sebuah ruang yang saya sebut dengan "ruang kebersamaan" namun mungkin
bahasa yang tepat adalah ruang ego kita jangan terlalu besar dari
ruang tersebut. Hal ini menjadi penting sebagai tabungan kita jika
ada persoalan atau kebijakan yang tidak sesuai dengan kemauan kita.
Umar bin Khattab dalam buku *tarikh khulafa* yang ditulis oleh imam
as suyuthi, mengatakan ketika Nabi memutuskan untuk menerima
perundingan dan menyepakati isi yang ditawarkan pihak Quraisy Makkah
ketika terjadinya perjanjian Hudaibiyah tahun 6H, sampai-sampai
beliau mengatakan kepada Nabi, *"bukankah engkau adalah Rasul
Allah"*? Ini adalah pertanyaan bisa lahir dari "goyangnya ketsiqohan"
terhadap qiyadah.
Bali adalah bagian dari strategi bukan bagian dari tujuan, tujuan
kita berjama'ah sudah sangat jelas. Menerima keputusan mengapa harus
diBali memang pasti banyak tanggapan, tetapi tidak sebanyak tanggapan
semua sahabat kepada Nabi dalam peristiwa Hudaibiyah, sampai
instruksi Nabi kepada sahabat untuk melakukan *tahallul *dan
menyembelih hewan tidak direspon saat itu, sampai Nabi harus mencukur
dan menyembelih hewan kurbannya sendiri.
*b. Tanah benda netral*
* *Tanah itu benda netral, yang bisa menyebabkan dia bisa menjadi
hamparan baik dan buruk adalah orang yang hidup diatasnya. Ulama
sirah kita berkata, bahwa Nabi dan rasul itu pasti akan dirinkan
kepada kaum atau tempat yang paling bobrok akhlaknya. Nabi Muhammad
SAW diturnkan kepada masyarakat jahiliyah Quraisy, sehingga dalam
hadits yang diriwayatkan imam Malik, Nabi bersabda,*" innama buitstu
liutammima makaarimal akhlaaq"* , sesungguhnya aku diutus kepada
manusia untuk menyempurnakan akhlaq.
Sangking rusaknya akhlaq mereka, tidak segan-segan ketika
*tawaf*mengelilingi ka'bah pun mereka "telanjang" dan ada yang sampai
betul-betul "polos" tanpa busana, mereka tidak sedang berjemur
disana, namun didepan tempat yang paling suci "baitullah" mereka
telanjang, dalam *siroh* yang ditulis oleh DR.Mahdi Rizkullah Ahmad,
ketika ditanya mengapa telanjang, mereka menjawab, ketika kami
dilahirkan dalam keadaan suci oleh ibu kami dalam keadaan tidak
berbusana, maka sekarang kami tawaf tanpa busana agar dosa-dosa kami
diampuni oleh Allah SWT".
Bayangkanlah suatu saat di pulai dewata itu, diatasnya tumbuh dan
berkembang "manusia-manusia" baru yang akan mempositifkan Bali yang
sudah terlanjur menjadi daerah wisata mancanegara, bagaimana jika
da'wah memenangkan kekuasaan di Indonesia, Bali mau kita apakan? Atau
mungkin kita lepaskan saja Bali dari Indonesia karena dia adalah kota
maksiat, tapi apakah Nabi melepaskan makkah, karena alasan
masyarakatnya rusak?
Ketika syariat Haji turun, maka Nabi mengirim rombongan Haji perdana
sebanyak 300 orang yang dipimpin oleh Abu Bakar ra, rombongan ini
akan bergabung dengan rombongan Haji dari kaum musyrik yang juga
masih melestarikan ibadah Haji sepeninggalan Nabi Ibrahim as, bisa
antum bayangkan satu musim haji namun ada dua model Haji didalamnya,
Haji versi Islam dan Haji versi jahiliyyah, yang sekalilagi ada tawaf
yang dengan telanjang pada saat itu, namun turunlah surat at taubah
ayat 1 s/d 6 yang kemudian Nabi SAW meminta Ali bin abu thalib
menyusul rombongn Haji yang telah berangkat.
Ketika wukuf dipadang arafah maka Ali berpidato menyampaikan
keputusan Nabi, diantara poin keputusan adalah untuk melarang lagi
kaum musyrikin Naik Haji tahun berikutnya dan tawaf dalam keadaan
telanjang, berarti setelah penaklukan kota Makkah tahun 8 H, Nabi
tidak langsung mengeluarkan ultimatum tersebut, kejadian ini terjadi
setelah perang tabuk tahun 9 H, sudah 2 kali musim Haji setelah
penaklukkan Makkah, disitu ada pelajaran "waktu untuk menyiapkan
melakukan ultimatum" da'wah, kita butuh kekuatan itu , dan yang
penting lagi kita harus menyiapkan mereka menerima ultimatum kita,
apakah setelah pidato keputusan Ali tiba-tiba rombongan haji
Jahiliyah melakukan kegaduhan? Melakukan perlawanan? Tidak, mereka
menerima sepenuhnya. bisa dilihat di semua buku sirah.
*c. Kekuatan untuk palestina *
* *Dari Bali para qiyadah kita akan menyusun strategi meraih
kemenangan da'wah, menyusun rencana strategis agar da'wah bisa
dikawinkan dengan Negara, menyusun langkah-langkah nyata mentiapkan
rijaal da'wah untuk menempatkan mereka pada tempat-tempat penting,
agar "tanah" dimana dia berpijak menjadi positif. Kita ingin
memasukim *mihwar daulah,* karena dengan bernegara banyak hal yang
kita bisa lakukan.
Dari Bali kita mencita-citakan kemenangan, yang dengan kemenangan itu
kita mendapat kekuasaan, yang dengan kekuasaan itu kita bisa
melakukan lebih banyak lagi untuk saudara-saudara kita di Palestina
dan bumi Islam lainnya. Kita perlu legitimasi Negara untuk memuluskan
agenda-agenda da'wah dikancah Nasional apalagi Internasional.
Sampai hari ini, tanpa bermaksud ujub, kita masih terdepan dalam aksi
solidaritas Palestina, Qiyadah kita selalu mengatakan 3 D untuk
Palestina, Doa,dana dan demonstrasi. Namun jika kita memiliki
kekuatan dan kekuasaan Negara, lebih banyak lagi yang bisa kita
lakukan, bayangkanglah kapan kita bisa memberikan advokasi politik di
pergaulan Intersional, kapan kita bisa mengirimkan pasukan misi
garuda kita untuk Palestina, kapan kita bisa mengeluarkan infak APBN
untuk negara Palestina, semua itu dari kekuatan dan Negara dan untuk
itulah kita bermukernas, tetap hati kita kesana akhi. Dari Bali kita
menyusun kekuatan untuk saudar kita di Palestina.
*e. Ikhlaskan niat*
* *Saya sedikit terusik dengan tulisan media mengenai rihlah atau
piknik, mungkin ini efek keterbukaan, tapi saya Cuma mengingatkan
diri dan antum semua bahwa kafilah jihad ini sudah panjang, ada niat
piknik dan ada niat da'wah, sebagaimana sabda Beliau dalam hadits ar
ba'iin imam ana nawawi, *"sesungguhnya amal itu tergantung dari
niatnya, barangsiapa yang hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya, maka
hijrahnya itu untuk Allah dan Rasul-Nya, namun barangsiapa yang
hijrahnya untuk dunia dan atau wanita yang ingin dinikahinya, maka
dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan tersebut".*
* *Mari jaga keikhlasan kita semua, baik yang berangkat kesana maupun
yang tidak berangkat, ikhlas dalam segala hal adalah senjata yang
paling kita butujkan disini, karena seburuk-buruk akhlaq "di Bali"
tidaklah lebih buruk dari masyarakat jahiliyah dahulu, dan sebaik-
baik kita sekarang, tidaklah lebih baik dari Rasulillah SAW.
-----------------------------------
ANTARA BALI DAN GAZA
Oleh Rizki Ridyasmara
--- End forwarded message ---
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.18/1254 - Release Date: 31/01/2008
20:30
[Non-text portions of this message have been removed]