Assalamu'alaikum wr.wb Dari milist tetangga..... Selamat berjuang Bu... semoga makin banyak pejabat yang mengungkapkan hal kebenaran walaupun tekanan itu dari negara2 yang ingin mengambil keuntungan dari kesulitan kita..........
Mudah-mudahan perjuangan ini menjadi kita kuat dan tetap bersatu.........Allahuakbar pst: Ada di detik juga tuh.... Wassalamu'alaikum wr.wb zelfi ----- Original Message ----- > From: Astra Media >> Sent: Friday, February 22, 2008 9:08 AM > FW: Menkes Bongkar Konspirasi AS-WHO > > > Jumat, 22-02-2008 | 04:00:00 > > > > JAKARTA, TRIBUN - Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari membongkar > konpirasi pemerintah Amerika Serikat, George W Bush dan Organisasi > Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) dalam mengembangkan > senjata biologi virus flu burung, avian influenza (H5N1). > > Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia, perusahaan-perusahaan > dari negara maju memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan harga > mahal di negara berkembang, termasuk Indonesia. > > Kompirasi ini diungkapkan Menkes dalam bukunga berjudul "Saatnya Dunia > Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung" yang diluncurkan di Hotel > Borobudur, Jakarta, 6 Februari lalu. Selain dalam edisi Bahasa Indonesia, > Siti juga meluncurkan buku yang sama dalam versi Bahasa Inggris "It's Time > for the World to Change". > > Siti menuding konpirasi negara adi kuasa itu mencari kesempatan dalam > kesempitan pada penyebaran virus avian influenza (H5N1) atau flu burung. > "Saya mengira mereka mencari keuntungan dari penyebaran flu burung dengan > menjual vaksin ke negara kita," ujar Siti. > > Ditanya tentang kegerahan petinggi WHO terhadap isi bukunya itu, Siti > tampak berapi-api menunjukkan semangat patriotisme ke-Indonesia-annya. > "Kegerahan itu saya tidak tanggapi. Kalau mereka gerah, silakan. Betul apa > tidak mari kita buktikan. Kita bukan saja dibikin gerah, tetapi juga > kelaparan dan kemiskinan. Negara-negra maju menidas kita, lewat WTO, > lewat Freeport dalan lain-lain. Coba kalau tidak ada kita sudah kaya," > ujarnya. > > Menkes mengatakan, edisi perdana bukunya dicetak masing-masing 1.000 > eksampelar untuk cetakan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Total > sebanyak 2.000 buku. > > Saat ini banyak yang meminta jadi dalam waktu dekat saya akan mencetak > cetakan kedua dalam jumlah besar. Kalau cetakan pertama dicetak penerbitan > kecil, tapi untuk rencana ini, saya sedang mencari bicarakan dengan > penerbitan besar. Saya akan cetak dalam jumlah besar, Minggu depan sudah > naik cetak," ujar Siti Fadilah ketika dihubungi Persda Network di > Jakarta, Kamis (21/5). > > Selain mencetak ulang bukunya, perempuan kelahiran Solo, 6 November 1950, > menyiapkan buku jilid kedua. > > "Saya juga sedang menulis jilid kedua. Di dalam buku itu akan saya > beberkan semua bagaimana pengalaman saya. Bagaimana saya mengrimkan 58 > virus, tetapi saya kirimkan virus yang sudah berubah dalam bentuk > kelontongan. Virus yang saya kirimkan dari Indonesia diubah-ubah > pemerintahan George Bush," ujar Menteri, ibu tiga orang anak. > > Siti enggan berkomentar tentang permintaan Presiden Susilo Bambang > Yudhoyono yang memintanya menarik buku dari perederan. "Bukunya sudah > habis. Yang versi bahasa Indonesia, sebagian, sekitar 500 buku saya > bagi-bagikan gratis, sebagian lagi dijual ditoko buku. Yang bahasa Inggris > dijual," katanya sembari mengatakan, tidak mungkin lagi menarik buku dari > peredaran. Namun yang edisi bahasa Inggris akan ditarik karena ada salah > terjemahan. > > Imbalan Senjata > > Menteri Luar Negeri Hassan Wirayuda kepada wartawan mengaku tidak > tahu-menahu tentang adanya protes pemerintah negara asing terhadap buku > buah pikiran Menkes. Ditanya apakah pemerintah AS sudah memberikan nota > protes soal buku Menkes, Hassan menjawab, "Saya tidak mengerti." > > Situs berita Australia, The Age mengutip buku Menkes dengan mengatakan, > Siti pemerintah Amerika Serikat dan WHO berkonpirasi mengembangkan senjata > biologi dari penyebaran virus avian H5N1 atau flu burung dengan > memproduksi senjata biologi. > > Rabu (20/2) lalu, Menkes berkunjung ke Departemen Pertahanan. Seudai > pertemuan itu berembus isu yang menyebut pemerintah AS mendesak pemerintah > Indonesia mencabut atau menarik buku karya Siti dari pasaran. > > Jika pemerintah bersedia menarik buku itu, pemerintah AS menjanjikan > imbalan peralatan militer berupa senjata berat atau tank. Namun ketika isu > ini dikonfirmasi kepada Meneteri pertahana Juwono Sudarsono, ia tidak > memberi pernyataan. "Naya no comment untuk itu," kata Juwono usai > mengikuti rapat terbatas di Departemen Keuangan sambil bergegas menuju > mobil dinasnya. (Persda Nework/amb/ade) > > > > > > || | ||| || || ||| | ||| || || ||| | ||| || > > >

