Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Berikut adalah artikel tentang bersedekah, siapa yang harus didahulukan,
Menampakan, menyembunyikan dan larangan menghilangkan pahala sedeqah,
Kategori sedeqah, Kapan sedekah itu harus dilakukan serta do'a bagi seorang
yang bersedeqah.

Yang harus kita pahami adalah bahwa bersedeqah bukan hanya dengan "uang",
ternyata dengan seyuman dan menghilangkan duri di tengah jalan pun adalah
sedekah, maka tidak harus ada kekhawatiran bagi yang tidak memiliki harta
untuk bersedeqah. Serta sedeqah/infaq bukanlah harus ke Pembangunan Masjid
saja, padahal seharusnya sedeqah itu diberikan untuk sesuatu yang sifatnya
kepedulian sesama manusia [bersifat sosial], kita diperintah untuk sedeqah
kepada keluarga terdekat terlebih dahulu sebagaimana akan diketemukan
dalilnya, Semoga bermanfaat....

===========================================
http://adanipermana.000webhost.info/Artikel/sedekah.htm

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan
meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan
(pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. [Al Hadid
18]

Dari Abu Masud ra., ia berkata: Ketika kami diperintahkan untuk bersedekah,
kami menjadi kuli angkut (dan kami bersedekah dari upah pekerjaan itu). Abu
Aqil bersedekah dengan setengah sha`. Seseorang membawa sedekah sedikit
lebih banyak darinya. Orang-orang munafik berkata: Sesungguhnya Allah tidak
butuh sedekah orang ini, orang ini melakukan hal itu hanya untuk pamer. Lalu
turunlah ayat: yaitu *orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang
memberi sedekah dengan sukarela dan mencela orang-orang yang tidak
mendapatkan "sesuatu untuk disedekahkan" selain sekedar jerih
payahnya**. *[Sahih
Muslim No. 1692]

Dari Abdullah bin Umar ra.: Bahwa Rasulullah saw. ketika berada di atas
mimbar, beliau menuturkan tentang sedekah dan menjaga diri dari meminta.
Beliau bersabda: Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.
Tangan yang di atas adalah yang memberi dan yang di bawah adalah yang
meminta. [Sahih Muslim No. 1715]

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah
seorang yang bersedekah dengan harta yang baik, Allah tidak menerima kecuali
yang baik, kecuali (Allah) Yang Maha Pengasih akan menerima sedekah itu
dengan tangan kanan-Nya. Jika sedekah itu berupa sebuah kurma, maka di
tangan Allah yang Maha Pengasih, sedekah itu akan bertambah sampai menjadi
lebih besar dari gunung, sebagaimana seseorang di antara kalian membesarkan
anak kudanya atau anak untanya. [Sahih Muslim No. 1684]

Dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Barang
Siapa yang membelanjakan sepasang kuda, unta atau sebagainya untuk digunakan
dalam perjuangan di jalan Allah, maka namanya diseru dari dalam Syurga:
Wahai hamba Allah! Pintu ini adalah lebih baik. Barang siapa yang tergolong
dari kalangan ahli Shalat maka dia diseru dari pintu shalat. Barang siapa
tergolong dari kalangan ahli Jihad (orang yang berjuang di jalan Allah) maka
dia diseru dari pintu Jihad. Barangsiapa yang tergolong dari kalangan ahli
Sadaqah (orang yang suka bersedekah) maka dia diseru dari Pintu Sadaqah dan
barang siapa yang tergolong dari golongan orang yang suka berpuasa maka dia
akan diseru dari pintu Ar-Rayyan. Abu Bakar As-Siddiq bertanya: Wahai
Rasulullah! Adakah setiap orang akan diseru dari pintu-pintu tersebut.
Adakah tidak mungkin seseorang itu diseru dari kesemua pintu? Rasulullah
s.a.w bersabda: Benar! Aku berharap bahwa engkau termasuk di antara orang
yang namanya diseru dari semua pintu [Bukhori Kitab Sifat-sifat Terpuji No.
3393, Muslim Kitab Zakat No. 1705]

*"Yang Harus di Dahului dalam Menafkahkan Rizki [Infaq & Bersedekah]"*

Allah berfirman : Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka
nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan
kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan
orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebajikan yang kamu
buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. [Al Baqarah 215]

Dari Hakim bin Hizam ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sedekah yang
paling utama atau sedekah yang paling baik adalah sedekah dari harta yang
cukup. Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Mulailah
dari orang yang engkau tanggung (nafkahnya). [Sahih Muslim No. 1716]

Diriwayatkan pada Abu Mas'ud al-Badri r.a ia berkata: Nabi sholallahu
'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya seorang muslim itu apabila
memberikan nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala darinya,
maka nafkahnya itu merupakan sebuah sedekah [Bukhori Kitab Nafqah 4932,
Muslim Kitab Zakat No. 1669]

Anas bin Malik ra., ia berkata: Abu Thalhah adalah seorang sahabat Ansar
yang paling banyak harta di Madinah. Dan harta yang paling ia sukai adalah
kebun Bairaha. Kebun itu menghadap ke mesjid Nabawi. Rasulullah saw. biasa
masuk ke kebun itu untuk minum airnya yang tawar. Anas berkata: Ketika turun
ayat ini: [Sekali-kali kalian tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna)
sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai] Abu
Thalhah datang
kepada Rasulullah saw. dan berkata: Allah telah berfirman dalam
kitab-Nya: [Sekali-kali
kalian tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna) sebelum kalian
menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai] sedangkan harta yang paling
aku cintai adalah kebun Bairaha, maka kebun itu aku sedekahkan karena Allah.
Aku mengharapkan kebaikan dan simpanannya (pahalanya di akhirat) di sisi
Allah. Oleh sebab itu, pergunakanlah kebun itu, wahai Rasulullah,
sekehendakmu. Rasulullah saw. bersabda: Bagus! Itu adalah harta yang
menguntungkan, itu adalah harta yang menguntungkan. Aku telah mendengar apa
yang engkau katakan mengenai kebun itu. Dan aku berpendapat, hendaknya kebun
itu engkau berikan kepada kaum kerabatmu. Lalu Abu Thalhah membagi-bagi
kebun itu dan memberikannya kepada kaum kerabat dan anak-anak pamannya. [Sahih
Muslim :No 1664]

Diriwayatkan dari Jabir ra bahwasannya Rasulullah sholallahu 'alaihi
wasallam bersabda:

Artinya: Jika salah seorang diantaramu miskin, hendaklah dimulai dengan
dirinya sendiri. Dan jika dalam hal itu ada kelebihan, barulah diberikannya
untuk keluarganya. Lalu bila ada kelebihan lagi, maka buat kamu kerabatnya.
Atau sabdanya " buat yang ada hubungan kekeluargaan dengannya. Kemudian bila
masih ada kelebihan barulah untuk ini dan itu*. *[HR Ahmad Dan Muslim]* *

Nabi Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Bersedekahlah kamu!
Seorang laki-laki bertanya : Saya punya satu dinar. Nabi bersabda:
Sedeqahkanlah itu untuk dirimu sendiri. Laki-laki itu berkata: Saya punya
satu dinar lagi, Nabi bersabda: Sedeqahkanlah untuk istrimu. Padaku masih
ada satu dinar lagi: Nabi bersabda:  Sedeqahkanlah untuk anak-anakmu. Padaku
masih ada satu dinar lagi: Nabi bersabda: Sedeqahkanlah untuk pembantumu.
Padaku masih ada satu dinar lagi, Nabi bersabda: Kamu mengetahui dengannya
[HR Abu Dawud, Nasa'I dan Imam Hakim menshahihkannya. Lih: Fiqhus Sunnah
sayyid Sabiq bab Shadaqah Tathawu']

*Kesimpulan :* *Dari ayat dan hadist tersebut diatas dapat saya ambil
kesimpulan bahwa yang berhak didahulukan sedekah hartanya adalah diberikan
kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan
orang-orang yang sedang dalam perjalanan [Al baqarah:215], dan dalam hadist
pun di jelaskan bahwa yang harus di dahulukan adalah dirinya sendiri,
keluarganya, pembantunya. Dan sabda Nabi sholallahu 'laihi wasallam
"Kemudian bila masih ada kelebihan barulah untuk ini dan itu" merupakan
anjuran unuk bersedekah jika masih ada kelebihan harta dan kelebihan
tersebut hanya kita yang mengetahuinya sebagaimana sabda Rasulullah
sholallahu 'alaihi Wasallam "Kamu mengetahui dengannya". Wallahu'alam
bishowab.  *



*"Menampak-kan, menyembunyikan dan larangan menghilangkan pahala sedekah"*

 Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah *baik sekali*. Dan jika
kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, *maka
menyembunyikan itu lebih baik bagimu*. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu
sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Al Baqarah 271

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu *menghilangkan (pahala)
sedekahmu*dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan
sipenerima), seperti orang
yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman
kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu
licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu
menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun
dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang kafir. Al Baqarah : 264

Perkataan yang baik dan pemberian ma`af lebih baik dari sedekah yang
diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima). Allah Maha
Kaya lagi Maha Penyantun. Al Baqarah : 263

Dari Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Ada tujuh golongan
yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak
ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang
tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya
bergantung kepada mesjid (selalu melakukan salat jamaah di dalamnya), dua
orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah
karena Allah, seorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk
berzina), tapi ia mengatakan: Aku takut kepada Allah, seseorang yang
memberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kanannya tidak
tahu apa yang dikeluarkan tangan kirinya dan seseorang yang berzikir
(mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua
matanya  Sahih Muslim No: 1712

*Kategori Sedekah:*

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Setiap ruas
tulang manusia wajib bersedekah setiap hari, di mana matahari terbit.
Selanjutnya beliau bersabda: Berlaku adil antara dua orang adalah sedekah,
membantu seseorang (yang kesulitan menaikkan barang) pada hewan
tunggangannya, lalu ia membantu menaikkannya ke atas punggung hewan
tunggangannya atau mengangkatkan barang-barangnya adalah sedekah. Rasulullah
saw. juga bersabda: Perkataan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang
dikerahkan menuju salat adalah sedekah dan menyingkirkan duri dari jalan
adalah sedekah.  Sahih Muslim No : 1677

Dari Abu Musa ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Setiap muslim wajib
bersedekah. Ditanyakan: Apa pendapatmu jika ia tidak mempunyai sesuatu
(untuk bersedekah)? Rasulullah saw. bersabda: Dia bekerja dengan kedua
tangannya, sehingga ia dapat memberi manfaat dirinya dan bersedekah.
Ditanyakan pula: Apa pendapatmu, jika ia tidak mampu? Rasulullah saw.
bersabda: Dia dapat membantu orang dalam keperluan mendesak. Ditanyakan
lagi: Apa pendapatmu, bila tidak mampu? Rasulullah saw. bersabda: Dia dapat
memerintahkan kebaikan. Masih ditanyakan lagi: Apa pendapatmu jika ia tidak
melakukannya? Rasulullah saw. bersabda: Dia dapat menahan diri dari berbuat
kejahatan, karena itu adalah sedekah.  Sahih Muslim No: 1676

Dari Adi bin Hatim ra., ia berkata: Aku mendengar Nabi saw. bersabda: Barang
siapa di antara kalian mampu berlindung dari neraka walau hanya dengan
separoh kurma, maka hendaklah ia melakukannya (bersedekah).  Sahih Muslim
No: 1687

Dari Abu Zar ra., ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw.:
Wahai Rasulullah, amal apa yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Iman
kepada Allah dan berjuang di jalan-Nya. Aku bertanya: Budak manakah yang
paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Yang paling baik menurut pemiliknya
dan paling tinggi harganya. Aku tanya lagi: Bagaimana jika aku tidak
bekerja? Rasulullah saw. bersabda: Engkau dapat membantu orang yang bekerja
atau bekerja untuk orang yang tidak memiliki pekerjaan. Aku bertanya: Wahai
Rasulullah, apa pendapatmu jika aku tidak mampu melakukan sebagian amal.
Rasulullah saw. bersabda: Engkau dapat mengekang kejahatanmu terhadap orang
lain. Karena, hal itu merupakan sedekah darimu kepada dirimu. Sahih Muslim
No. 119.

Dari Anas bin Malik ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada
seorang muslim pun yang menanam suatu pohon atau bertani dengan suatu macam
tanaman kemudian dimakan burung, manusia atau ternak melainkan hal itu akan
menjadi sedekah baginya. Sahih Muslim No. 2904

Dari Abu Dzar radhiallahuanhu : Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat
Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam berkata kepada Rasulullah
shollallohu 'alaihi wa sallam: " Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah
pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami
shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan
kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya). (Rasulullah
shollallohu 'alaihi wa sallam) bersabda : Bukankah Allah telah menjadikan
bagi kalian jalan untuk bersedekah ? : Sesungguhnya setiap tashbih merupakan
sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah,
setiap tahlil merupakan sedekah, amar ma'ruf nahi munkar merupakan sedekah
dan setiap kemaluan kalian merupakan sedekah. Mereka bertanya : Ya
Rasulullah masakah dikatakan berpahala seseorang diantara kami yang
menyalurkan syahwatnya ?, beliau bersabda : Bagaimana pendapat kalian
seandainya hal tersebut disalurkan dijalan yang haram, bukankah baginya dosa
?, demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal,
maka baginya mendapatkan pahala. HR Muslim

*Kapan Sedekah itu sebaiknya dilakukan*

Abu Hurairah ra., ia berkata:: Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw.
lalu berkata: Wahai Rasulullah, sedekah manakah yang paling agung?
Rasulullah saw. bersabda: Engkau bersedekah ketika engkau engkau sehat lagi
kikir dan sangat memerlukan, engkau takut miskin dan sangat ingin menjadi
kaya. Jangan engkau tunda-tunda sampai nyawa sudah sampai di kerongkongan,
baru engkau berpesan: Berikan kepada si fulan sekian dan untuk si fulan
sekian. Ingatlah, memang pemberian itu hak si fulan. Sahih Muslim No. 1713

*Do'a Sedekah*

Dari Abdullah bin Abu Aufa ra., ia berkata: Rasulullah saw. bila didatangi
oleh orang-orang yang membawa sedekah mereka, beliau berdoa: "Ya Allah,
rahmatilah mereka". Ketika ayahku, Abu Aufa datang membawa sedekahnya,
beliau berdoa: Ya Allah, rahmatilah keluarga Abu Aufa. Sahih Muslim No. 1971
------------------------------

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali
bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau
berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan
barangsiapa yang berbuat demikian karena *mencari keridhaan Allah*, maka
kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. [Annisa : 114]
------------------------------



-- 
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

A Dani Permana
http://adanipermana.000webhost.info


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke