Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allohumma sholli 'alaa muhammad wa 'alaa ali muhammad.
Kalau boleh urun rembug, sepengalaman saya dalam belajar pada para sepuh 'abid yang saya yakin (kasat mata) baik akhlaknya, saya dengar UNDZUR MAA QOOLA WALAA TANDZUR MAN QOOLA (lihatlah/cermatilah apa yang dikatakan dan janganlah kamu lihat siapa yang menyampaikan---maksudnya kalau benar itu menjadi sumber ilmu kita, tentu tabayyun/check and recheck menjadi bagian tak terpisahkan). Kalau dari tulisan/postingan sdri? Firliana Futri (nama di dunia maya gini bisa "diuplek-2" alias palsu), yang saya pertanyakan adalah TIDAK BOLEH MEMUJI. Ini kok bertentangan dengan misalnya: Rasululloh saw memanggil siti aisyah dengan sebutan memuji "ya khumairoh" (yang memiliki pipi merah ranum...he...he...). wallohu a'lam bishowab. Pertanyaan saya tentang berbaik pada orang yang menghina nabi beberapa waktu yang lalu kok belum ada yang menambahi ilmu saya ya? salam hormat, faisol muhammad --- Iip Syaiful Rahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh > > Ma'af Akhi Ahmad...setahu saya setiap kiriman > imel/artikel2 yang dikirim saudari Firliana Futri > itu sudah banyak sekali ....dan setiap mengirim > langsung ke banyak milist atau orang lain > ....sebagian artikel2nya banyak yang kontrofersi dan > ada juga yang bagus2 ( tinggal kita yang pandai2 > menilainya atau mendiskusikannya ) .....namun yang > saya tahu saudari Firliana futri ini tidak pernah > memberikan jawaban atau tanggapan apabila ada yang > bertanya ataupun komplain ....jadi seperti apa yang > saya tulis diatas tinggal kita yang harus pandai > memilih / menilainya sendiri, bisa juga didiskusikan > untuk mengambil yang baiknya.....mudah2an untuk kali > ini saya salah tentang saudari Firliana futri..... > > Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh > > > Best Regards, > > Iip Syaiful Rahman > > ----- Original Message ----- > From: Ahmad Al-Badruuni > To: [email protected] > Sent: Wednesday, February 27, 2008 8:46 AM > Subject: [syiar-islam] Re: [KaumMuslim] Dawuh > > > Syekh Sholahuddin itu siapa ya? > > > firliana putri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dawuh Syekh Sholahuddin > > > Saat itu hari Minggu Legi, tanggal 24 April 2005, > bertepatan dengan tanggal 15 Rabiul Awal 1426 H, > Syekh Sholahuddin memberikan wejangan dalam bahasa. > Dua hal utama yang aku ingat dalam wejangan Beliau > adalah : > > > 1. Dzikir yang diajarkan agar dilakukan secara > kontinyu sampai nanti yang diingat adalah Allah > terus. Sehingga ketika menyadari adanya matahari, > maka itu sesungguhnya dari Allah juga. Demikian juga > dengan hal yang lain. > > > 2. Beliau mengatakan, "Ojo ngelokno wong liyo. > Ngelem iku yo termasuk ngelokno". Kalau pada poin > pertama di atas, aku bisa mencernanya, tetapi untuk > yang kedua ini aku perlu waktu agak lama untuk > memahaminya. Tidak boleh mencela, tetapi memuji pun > termasuk mencela. Wah bagaimana ya penjelasannya. > Ternyata setelah aku renungkan, dengan pemahamanku > yang sempit ini, kira-kira penjelasannya seperti ini > : > > > a. Tidak boleh mencela karena diri kita pun masih > jauh dari sempurna, berarti mencela orang lain > mengandung potensi kesombongan diri, merasa diri > kita lebih baik dari yang kita cela. Padahal apa > yang kita anggap baik pada diri kita dan apa yang > kita anggap buruk pada diri orang lain pada > hakikatnya Allah juga yang menggerakkan, berarti > mencela suatu keburukan sama dengan mencela Allah > juga. Nah !!! > > > b. Kalau alhamdulillah berarti segala puji bagi > Allah, segalanya kembali kepada Allah, berarti > celaan juga kembali kepada Allah. Mencela Allah lagi > !!! > > > c. Lalu kenapa memuji juga berarti mencela ? > Karena hakikinya di saat kita memuji seseorang atau > sesuatu berarti saat itu juga ada yang kita > rendahkan kita cela secara berkebalikan dari pujian > yang kita lontarkan. Kembali ke poin a dan b lagi > ternyata. > > > d. Dzikir yang diajarkan bertalian kuat dalam > upaya latihan menata hati agar hati bisa mandiri, > bebas merdeka dari tarikan hawa nafsu sehingga harus > dilatih juga untuk tidak mencela atau memuji. Contoh > sederhana : sebagai seorang laki-laki, siapa sih > yang tidak suka kalau melihat perempuan yang cantik > ? Tapi sesungguhnya cantik atau tidak hanyalah mata > yang menikmati, sehingga adanya perbedaan cantik dan > tidak hanyalah ekspresi dari hawa nafsunya mata. > Hati mestinya tidak memerlukan cantik atau tidak > cantik. Hati harusnya memandang yang ada dibalik > kecantikan atau ketidakcantikan itu, yaitu Allah. > > > Kesimpulannya, menurutku Beliau sedang mengajarkan > bagaiman hati harus bersikap, yaitu yang ada di hati > harusnya hanya Allah. Sehingga apa pun yang kita > lihat, apa pun yang kita rasakan harus haqqul yaqin > dari Allah semua. Jadi hati tetap biasa, diam dan > tenang. Hati yang ridho menerima apapun juga. > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > > Wassalam, > Ahmad > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all > with Yahoo! Mobile. Try it now. > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > ____________________________________________________________________________________ Never miss a thing. Make Yahoo your home page. http://www.yahoo.com/r/hs

