Assalaamu 'alaikum, mohon penjelasan dari yang paham.
Tauhid ar-Rububiyyah bermakna beri'tiqad bahawa Allah SWT bersifat Esa, Pencipta, Pemelihara dan Tuan sekelian alam. Tauhid al-Uluhiyyah pula bermakna menjadikan Allah SWT sahaja sebagai sembahan yang sentiasa dipatuhi. http://ejsnfauzan.blogs.friendster.com/my_blog/2005/09/tauhid_rububiya.html Demikianlah definisi yang umum. Sedikit catatan, Shahrur terbalik ketiga mendefinisikan tauhid rububiyah dan uluhiyah. Perlu diketahui juga, Buya Hamka ternyata melakukan hal yang sama. Mohon dipahami, saya tidak hendak menyamakan Buya Hamka dengan Shahrur. Keduanya jelas beda sama sekali. Namun dalam hal ini, Buya Hamka memang melakukan kesalahan, jika standar pengertian yang umum itu yang benar. Namun, dalam Alquran sendiri, kata *aalihah *dipakai juga dalam pengertian rububiyah, seperti dalam surat al-Anbiyaa [21]:22 [21:22] Sekiranya ada di langit dan di bumi *tuhan-tuhan (aalihah)* selain allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (AL ANBIYAA' (NABI-NABI) ayat 22) dan kata *arbaab* beberapa kali dipakai dalam pengertian uluhiyah, seperti dalam Yusuf [12]: 39 dan al-Taubah [9]: 31. [12:39] Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, *tuhan-tuhan (arbaab) * yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? (YUSUF ayat 39) [9:31] Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai *tuhan-tuhan (arbaab)* selain allah {639} dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (SURAT AT TAUBAH (Pengampunan) ayat 31) mohon penjelasan, apa rahasia di balik ini? jazakumullah. -- +++ 'aththir Allahumma qabra Muhammadin al-Karim bi'arfin syadziyyin min shalatin wa taslim --- Wala' untuk Islam Amhar [Non-text portions of this message have been removed]

