Ormas Islam Bekasi Mempersoalkan Gereja Albertus
Senin, 14 April 2008
Sebuah Gereja dengan patumg Bunda Maria dibangun megah di Bekasi. Tapi,
mengapa dibangun di tengah pemukiman Muslim?
Hidayatullah.com-- Di Perumahan Harapan Indah, Bekasi Utara, baru-baru
ini sedikit agak tegang. Pasalnya, sebuah gereja megah sedang dibangun. Gereja
bernama Santo Albertus dibangu di sebuah lahan seluas satu hektar. Seolah-olah
sedang mengebut, bangunan itu dikerjakan siang malam.
Anehnya, pembangunan Gereja Albertus --yang kabarnya terbesar di Asia
Tenggara itu--dibangun dilingkungan yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Bahkan gereja itu berdekatan dengan Pesantren Attaqwa, pesantren yang cukup
tersohor di Jawa Barat. Ada apa ini?
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Ormas Islam se- Kota Bekasi,
disinyalir pembangunan gereja itu menyalahi perizinan. Menurut Ahmad Salimin
Dani, Ketua DDII Kota Bekasi sekaligus mewakili Ormas Islam se- Kota Bekasi,
mengatakan bahwa panitia pembangunan Gereja Albertus itu telah memalsukan tanda
tangan penduduk.
"Banyak penduduk yang mengadu kepada kami, karena telah dipalsukan tanda
tangannya untuk mendukung pendirian gereja itu. Padahal mereka tidak merasa
menandatangani dan mendukung pendirian gereja," ujar Salimin Dani.
Salimin Dani menambahkan, bahwa ada oknum-oknum yang mengaku tokoh
masyarakat setempat yang mem back up pendirian Gereja Albertus. Oknum tokoh
masyarakat yang berjumlah delapan orang tersebut, menurut Salimin Dani, telah
menandatangi surat pernyataan yang berisi mendukung pendirian Gereja Albertus,
setelah menerima sejumlah uang dari panitia gereja. Seolah-olah semua warga
mengizinkan.
Sementara itu, Salimin Dani juga merasa khawatir kasus Gereja Albertus
ini bisa menjadi bola salju proses Kristenisasi di Kota Bekasi.
"Kami menduga Harapan Indah ini akan dijadikan pusat Kristenisasi di Kota
Bekasi, seperti halnya Lippo Karawaci di Tangerang dan Lippo Cikarang di
Kabupaten Bekasi. Berbagai upaya akan kami tempuh untuk mengungkap
ketidakadilan ini," papar Salimin Dani bersemangat.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata dari Pemerintah
Kota Bekasi terkait juga pihak Gereja Albertus.
Selain masalah pendirian gereja, di Perumahan Harapan Indah juga sedang
dibangun patung tiga perempuan di gerbang masuk. Patung ini disinyalir Ormas
Islam sebagai patung Bunda Maria dan patung ini nuansa Kristenisasinya sangat
kental sekali.
Berkaitan dengan pemalsuan tanda tangan ini, Abdul Qadir AK, Juru Bicara
Laskar Pembela Islam (LPI), akan memperkarakan masalah ini ke pengadilan.
" Ini jelas tindakan kriminal. Kok izin belum jelas, gereja sudah
dibangun! Kami tidak akan tinggal diam," katanya. [Ibnu
Syafa'at/www.hidayatullah.com]
[Non-text portions of this message have been removed]