Marilah Berbisnis Dengan Allah
Posted by Abah Zacky as-Samarani under jihad

Di dalam Al-Qur'an Allah telah menawarkan bisnis kepada kita dengan harga
yang menggiurkan. Allah akan memberikan sorga apabila kita bersedia
melakukan transasksi itu. Adakah keindahan yang mampu enandingi keindahan
sorga? Adakah kenikmatan hidup yang sanggup melebihi sorga?

Harga yang mahal layak untuk menukar sesuautu yang berharga. Pantaskah kita
menjual sepatu butut kita dengan harga satu milyar rupiah? Layakkah kita
menjual rumah reot dengan harga satu trilyun rupiah? Jika yang ditawarkan
oleh Allah adalah puncak segala kenikmatan dan keindahan, tentu Allah
meminta sesuatu yang paling berharga dalam hidup manusia, yaitu jiwa dan
harta kita.

Tawaran seperti itu sesungguhya telah diterima oleh insan yang mengaku
dirinya beriman. Benarkah? Ya, benar, sebagaimana firman Allah

Åöäøó Çááåó ÇÔúÊóÑóì ãöäó ÇáúãõÄúãöäöíúäó ÃóäúÝõÓóåõãú æóÃóãúæóÇáóåõãú
ÈöÃóäøó áóåõãõ ÇáúÌóäøóÉó

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta
mereka dengan memberikan surga untuk mereka (at-Taubah : 111)

Ayat tersebut menggunakan kata kerja lampau (fi'l Madli). Maknanya Allah
sudah melakukan transaksi dengan orang yang mengaku dirinya mukmin. Kalau
kita mengaku sebagai mukmin, maka berarti sudah melakukan transaksi itu.
Kita telah menjual diri kita dan harta kita kepada Allah swt.

Benarkah kita orang yang beriman? Benarkah kita seorang mukmin? Jika benar,
maka tidak ada pilihan lain selain menyerahkan apa yang telah kita jual
kepada yang telah membelinya.

Apabila pembeli telah menerima barang yang dijual maka dia berhak berbuat
sesukanya dan menempatkannya sesukanya. Jika dia ingin, dia bisa
meletakkannya di istana, bisa juga dia meletakkannya di penjara. Jika dia
ingin, dia bisa memakaikan baju terindah kepadanya, bisa juga dia
menjadikannya telanjang kecuali kain yang menutupi auratnya. Jika dia ingin,
dia bisa menjadikannya kaya, bisa juga dia menjadikannya papa. Jika dia
ingin dia bisa memanjangkan umurnya, bisa juga dia menggantungnya pada tiang
gantungan.

Apakah baik jika seorang yang telah menjual seekor kambing lalu ia marah
kepada orang yang telah membelinya, di saat orang itu menyembelihnya.
Pantaskah jika hatinya gundah karenanya?!

Marilah kita ingat kembali kisah tentang singa Allah dan singa Rasul-Nya,
Hamzah bin 'Abdul Muthallib ra? Perutnya telah dirobek. Hatinya telah
dikeluarkan. Dan ia pun dicincang. Demikian pula halnya dengan para sahabat
Nabi saw yang menjadi syuhada' dalam perang Uhud.

Di dalam kitab-kitab sirah nabawi kita juga membaca kisah tentang apa yang
menimpa Rasulullah saw saat perang Uhud?! Pipi dan wajah mulia beliau
terluka. Sebiji gigi depan beliau pecah. Demikianlah beliau saw hidup dari
satu cobaan kepada cobaan yang lainnya.

Ibnu al-Jauziy menggambarkan beratnya cobaan yang menghadang langkah
kehidupan Rasulullah saw di dalam kitab Shaidul Khathir, "Bukankah Rasul saw
pun perlu untuk mengucapkan, 'Siapa yang mau melindungiku? Siapa yang mau
menolongku?' Bukankah sahabat-sahabat beliau banyak yang terbunuh, bukankah
beliau dilecehkan oleh orang-orang yang baru masuk Islam, bukankah beliau
pernah mengalami kelaparan, dan beliau tetap teguh, tetap bergeming?… Beliau
pernah merasakan beratnya kelaparan, sampai-sampai beliau mengambil batu dan
mengikatnya di perut? Padahal Allah adalah pemilik pintu-pintu langit dan
bumi?.. Bukankah sahabat-sahabat beliau terbunuh, wajah beliau terluka, gigi
depan beliau pecah, paman beliau dicincang, dan beliau tetap diam? Lalu
beliau diberi rizki anak laki-laki, namun tak berselang lama anak kesayangan
itu direnggut dari beliau? Lalu terhibur dengan Hasan dan Husen, tetapi
segera diberitahu tentang apa yang akan menimpa keduanya. Beliau sangat
menyayangi Aisyah ra, lalu diguncanglah kehidupannya dengan kabar tuduhan
zina. Datang kepada beliau Jibril yang terpercaya, namun kaumnya mengatakan,
tukang sihir yang pendusta. Lalu dijadikanlah beliau merasakan sakit seperti
yang dirasakan oleh dua orang, dan beliau tetap diam…tenang. Jika dikabarkan
tentang keadaannya, beliau pun mengajarkan kesabaran. Lalu kematian datang,
ruh beliau yang mulia terangkat, sementara jasad terbujur di atas kain usang
dan sarung yang kasar… keluarga beliau tidak memiliki minyak untuk
menyalakan lampu … walau untuk malam itu saja."

Itulah kehidupan para Nabi dan Rasul. Mereka adalah manusia-manusia pilihan.
Merekalah yang paling mulia di sisi Pencipta dan paling dicintai oleh-Nya.
Meski begitu, nabi Ibrahim telah dilempar ke dalam api, nabi Zakariya telah
digergaji, nabi Yahya telah disembelih, nabi Ayyub berada dalam ujian
bertahun-tahun yang membinasakan harta dan anak-anaknya, nabi Yunus
terpenjara dalam perut ikan paus, nabi Yusuf diremehkan dan dijual dengan
harga murah, lalu menetap di penjara beberapa tahun. Dengan semua ujian itu,
mereka ridla terhadap takdir Allah, ridla terhadap-Nya.

Sebagian salaf ada yang berkata, "Dibelah tubuhku lebih aku sukai daripada
aku katakan untuk sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah, 'Seandainya itu
tidak terjadi.'"

Ada juga yang mengatakan, "Aku telah melakukan perbuatan dosa, aku tangisi
dosa itu sejak 30 tahun yang lalu." Ia adalah seorang yang
bersungguh-sungguh dalam beribadah. Seseorang bertanya, "Apa dosa itu?" ia
menjawab, "Sekali aku mengucapkan untuk sesuatu yang telah terjadi,
'Seandainya itu tidak terjadi.'"

Apa yang Allah pilihkan bagi hamba-Nya yang beriman adalah pilihan yang
terbaik, meski tampaknya sulit, berat, atau memerlukan pengorbanan harta,
kedudukan, jabatan, keluarga, anak, atau bahkan lenyapnya dunia seisinya.

Marilah mengingat kembali kisah perang Badar. Marilah kita pikirkan
baik-baik! Sebenarnya sebagian sahabat pada waktu itu lebih menyukai
mendapatkan harta perniagaan, namun Allah memilihkan bagi mereka pilihan
yang jauh lebih baik dan lebih utama daripada pilihan mereka.. Allah
pilihkan bagi mereka pertempuran!

Perbedaan antara harta perniagaan dan pertempuran ini bagaikan perbedaan
antara bumi dan langit. Apatah nilai harta perniagaan?! Makanan yang
dikunyah lalu masuk ke jamban, pakaian yang akhirnya compang-comping dan
dibuang, serta dunia yang hanya sesaat. Sedangkan pertempuran, di dalamnya
ada furqan yang bisa dijadikan pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Di
balik peperangan itu tersirat kehancuran syirik dan keruntuhannya, serta
tingginya tauhid dan kejayaannya. Dan di dalam pertempuran itu tokoh-tokoh
musyrik yang sebelumnya senantiasa menempatkan batu sandungan di jalan Islam
bias ditumpas.

Benar lah Allah dalam firmanNya,

æóÅöÐú íóÚöÏõßõãõ Çááåõ ÅöÍúÏóì ÇáØøóÂÆöÝóÊóíúäö ÃóäøóåóÇ áóßõãú
æóÊóæóÏøõæäó Ãóäøó ÛóíúÑó ÐóÇÊö ÇáÔøóæúßóÉö Êóßõæäõ áóßõãú æóíõÑöíÏõ Çááåõ
Ãóä íøõÍöÞøó ÇáúÍóÞøó ÈößóáöãóÇÊöåö æóíóÞúØóÚó ÏóÇÈöÑó ÇáúßóÇÝöÑöíäó

Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua
golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa
yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah
menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan
memusnahkan orang-orang kafir (al-Anfal : 7)

Kita lihat di dalam ayat tersebut, para shahabat pun sebenarnya mengingnkan
untuk bias merampas harta perniagaan kaum quraisy, bukan berperang. Sebab
dalam hitungan logika, peperangan saat itu belum berimbang. Dari segi jumlah
personel, kaum muslimin kalah jauh dari orang musyrik Makkah. Dari segi
persenjataan dan perbekalan, kaum Quraisy jauh dari orang muslim. Dalam
semua hal, dalam perhitungan rasional, kaum musyrik unggul di atas kertas.
Tetapi Allah memberikan pilihan yang jauh lebih baik di balik persitiwa yang
tidak disukai. Allah memberikan kemenangan terhadap Islam, dan bagi para
pelaku perang Badar, cukup kiranya hadis

"Sesungguhnya Allah telah mencermati para tentara perang Badar, lalau
berfirman, 'Kerjakanlah yang kalian mau karena sungguh Aku telah mengampuni
kalian.'" (Abu Dawud, Ahmad dan Hakim)

Ampunan Allah… sebuah kata indah, yang selalu kita mohon setiap saat. Mereka
bisa mendapatkan ampunan itu dalam kerja beberapa hari saja. Padahal kita
belum tentu bisa mendapatkannya dalam usaha bertahun-tahun, bahkan hingga
akhir hayat kita. Alangkah indahnya.

Kalimat indah itu mereka dapatkan karena mereka bersifat amanah terhadap
jual beli yang telah mereka lakukan dengan Allah. Para shahabat menyadari
betul bahwa apapun yang dipilihkan oleh Allah untuknya harus dihadapi, sebab
diri dan hartanya kini telah mereka jual kepada Allah. Sementara kita???

Mengakhiri perbincangan ini, mari kita merenungkan tulisan Ibnul Qayyim
al-Jauziyyah dalam Zadul Ma'ad, dengan penyesuaian redaksi, "Sesungguhnya
jika Allah menahanmu dari mendapatkan sesuatu, itu bukanlah karena Dia
bakhil, khawatir kehilangan perbendaharaan-Nya, atau menyembunyikan hakmu.
Akan tetapi itu adalah karena Dia ingin kamu kembali kepada-Nya, Dia ingin
memuliakanmu dengan tunduk-pasrah kepada-Nya, menjadikanmu kaya dengan faqir
kepada-Nya, memaksamu untuk bersimpuh di hadapan-Nya, menjadikanmu dapat
merasakan manisnya ketundukan dan kefakiran kepada-Nya setelah merasakan
pahitnya terhalang dari sesuatu. Supaya kamu memakai perhiasan 'ubudiyyah,
menempatkanmu di kedudukan yang tertinggi setelah kedudukanmu dicopot,
supaya kamu dapat menyaksikan hikmah-Nya dalam qudrah-Nya, rahmat-Nya dalam
keperkasaan-Nya, kebaikan dan kelembutan-Nya dalam paksaan-Nya, dan bahwa
sebenarnya tidak memberinya adalah pemberian, pencopotan dari-Nya adalah
penguasaan, hukuman dari-Nya adalah pengajaran, ujian dari-Nya adalah
pemberian dan kecintaan, dikuasakannya musuh-musuhmu atasmu adalah yang akan
menggiringmu kepadaNya."

ßõÊöÈó Úóáóíúßõãõ ÇáúÞöÊóÇáõ æóåõæó ßõÑúåñ áøóßõãú æóÚóÓóì Ãóä ÊóßúÑóåõæÇú
ÔóíúÆÇð æóåõæó ÎóíúÑñ áøóßõãú æóÚóÓóì Ãóä ÊõÍöÈøõæÇú ÔóíúÆÇð æóåõæó ÔóÑøñ
áøóßõãú æóÇááøåõ íóÚúáóãõ æóÃóäÊõãú áÇó ÊóÚúáóãõæäó

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang
kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS

Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel)
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 
http://www.media-islam.or.idYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke