Assalamu'alaikum Wr. Wb. Terimakasih artikelnya semoga bermanfaat, Lalu bagaimanakah dengan wanita ? Haruskah ke masjid untuk berjama'ah, bila dia bersuamikan? (maksudnya suami istri berjama'ah di masjid) ?
dan bagaimanakah bila wanita masih sendiri (single), haruskah berjama'ah kemasjid ? Saya pernah baca ada yang menganjurkan agar wanita berjama'ah dirumah karena kwatir akan datangnya fitnah dan ada juga yang menganjurkan untuk berjama'ah ke masjid bab disisi Allah wanita atau pria sama sedarajatnya hanya amalan ibadah yang membedakannya. Bagaimana ? mohon penjelasannya. Wassalam, Laily [EMAIL PROTECTED]<mailto:[EMAIL PROTECTED]> ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of M Edison Sent: 17 June 2008 09:59 To: syiar islam Subject: [syiar-islam] Pentingnya Sholat Berjamaah di Masjid Pentingnya Sholat Berjamaah di Masjid 15 Jun 08 22:04 WIB Oleh Ihsan Tandjung Sebagian ummat Islam masih membiasakan diri mengerjakan sholat lima waktu di rumah atau di kantor tempat ia bekerja. Sangat sedikit yang membiasakan sholat lima waktunya berjamaah di masjid atau musholla di mana azan dikumandangkan. Bahkan ada sebagian saudara muslim yang membiasakan dirinya sholat seorang diri alias tidak berjamaah. Padahal terdapat sekian banyak pesan dari Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam yang menganjurkan ummat Islam terutama kaum pria- sholat berjamaah di masjid tempat di mana azan dikumandangkan. Úóäú ÚóÈúÏö Çááøóåö ÞóÇáó ãóäú ÓóÑøóåõ Ãóäú íóáúÞóì Çááøóåó ÛóÏðÇ ãõÓúáöãðÇ ÝóáúíõÍóÇÝöÙú Úóáóì åóÄõáóÇÁö ÇáÕøóáóæóÇÊö ÍóíúËõ íõäóÇÏóì Èöåöäøó ÝóÅöäøó Çááøóåó ÔóÑóÚó áöäóÈöíøößõãú Õóáøóì Çááøóåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó Óõäóäó ÇáúåõÏóì æóÅöäøóåõäøó ãöäú Óõäóäö ÇáúåõÏóì æóáóæú Ãóäøóßõãú ÕóáøóíúÊõãú Ýöí ÈõíõæÊößõãú ßóãóÇ íõÕóáøöí åóÐóÇ ÇáúãõÊóÎóáøöÝõ Ýöí ÈóíúÊöåö áóÊóÑóßúÊõãú ÓõäøóÉó äóÈöíøößõãú æóáóæú ÊóÑóßúÊõãú ÓõäøóÉó äóÈöíøößõãú áóÖóáóáúÊõãú æóãóÇ ãöäú ÑóÌõáò íóÊóØóåøóÑõ ÝóíõÍúÓöäõ ÇáØøõåõæÑó Ëõãøó íóÚúãöÏõ Åöáóì ãóÓúÌöÏò ãöäú åóÐöåö ÇáúãóÓóÇÌöÏö ÅöáøóÇ ßóÊóÈó Çááøóåõ áóåõ Èößõáøö ÎóØúæóÉò íóÎúØõæåóÇ ÍóÓóäóÉð æóíóÑúÝóÚõåõ ÈöåóÇ ÏóÑóÌóÉð æóíóÍõØøõ Úóäúåõ ÈöåóÇ ÓóíøöÆóÉð æóáóÞóÏú ÑóÃóíúÊõäóÇ æóãóÇ íóÊóÎóáøóÝõ ÚóäúåóÇ ÅöáøóÇ ãõäóÇÝöÞñ ãóÚúáõæãõ ÇáäøöÝóÇÞö æóáóÞóÏú ßóÇäó ÇáÑøóÌõáõ íõÄúÊóì Èöåö íõåóÇÏóì Èóíúäó ÇáÑøóÌõáóíúäö ÍóÊøóì íõÞóÇãó Ýöí ÇáÕøóÝøö (ÕÍíÍ ãÓáã) Ibn Masud radhiyallahu anhu berkata: Barangsiapa ingin bertemu Allah esok hari sebagai seorang muslim, maka ia harus menjaga benar-benar sholat pada waktunya ketika terdengar suara adzan. Maka sesungguhnya Allah subhaanahu wa taaala telah mensyariatkan (mengajarkan) kepada Nabi shollallahu alaih wa sallam beberapa SUNANUL-HUDA (perilaku berdasarkan hidayah/petunjuk) dan menjaga sholat itu termasuk dari SUNANUL-HUDA. Andaikan kamu sholat di rumah sebagaimana kebiasaan orang yang tidak suka berjamaah berarti kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad shollallahu alaih wa sallam. Dan bila kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad shollallahu alaih wa sallam pasti kamu tersesat. Maka tidak ada seseorang yang bersuci dan dia sempurnakan wudhunya kemudian ia berjalan ke masjid di antara masjid-masjid ini kecuali Allah subhaanahu wa taaala mencatat bagi setiap langkah yang diangkatnya menjadi kebaikan yang mengangkat derajatnya dan bagi setiap langkah yang diturunkannya menjadi penghapus kesalahannya. Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjamaah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya. Sungguh adakalanya seseorang itu dihantar ke masjid didukung oleh dua orang kanan kirinya untuk ditegakkan di barisan saf. (HR Muslim 3/387). Berdasarkan hadits di atas sekurangnya terdapat beberapa pelajaran penting: Pertama, seseorang yang disiplin mengerjakan sholat saat azan berkumandang akan menyebabkan dirinya diakui sebagai seorang muslim saat bertemu Allah subhaanahu wa taaala kelak di hari berbangkit. Sungguh suatu kenikmatan yang luar biasa...! Pada hari yang sangat menggoncangkan bagi semua manusia justru diri kita dinilai Allah subhaanahu wa taaala sebagai seorang hamba-Nya yang menyerahkan diri kepada-Nya. Kita tidak dimasukkan ke dalam golongan orang kafir, musyrik atau munafiq. ãóäú ÓóÑøóåõ Ãóäú íóáúÞóì Çááøóåó ÛóÏðÇ ãõÓúáöãðÇ ÝóáúíõÍóÇÝöÙú Úóáóì åóÄõáóÇÁö ÇáÕøóáóæóÇÊö ÍóíúËõ íõäóÇÏóì Èöåöäøó Barangsiapa ingin bertemu Allah esok hari sebagai seorang muslim, maka ia harus menjaga benar-benar sholat pada waktunya ketika terdengar suara adzan. Kedua, menjaga sholat termasuk kategori aktifitas SUNANUL-HUDA (perilaku atau kebiasaan berdasarkan pertunjuk Ilahi). Barangsiapa memelihara pelaksanaan kewajiban sholat lima waktu setiap harinya berarti ia menjalani hidupnya berdasarkan petunjuk dan bimbingan Allah subhaanahu wa taaala. Berati ia tidak membiarkan dirinya hidup tersesat sekedar mengikuti hawa nafsu yang dikuasai musuh Allah subhaanahu wa taaala, yakni syaitan. ÝóÅöäøó Çááøóåó ÔóÑóÚó áöäóÈöíøößõãú Õóáøóì Çááøóåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó Óõäóäó ÇáúåõÏóì æóÅöäøóåõäøó ãöäú Óõäóäö ÇáúåõÏóì Maka sesungguhnya Allah subhaanahu wa taaala telah mensyariatkan (mengajarkan) kepada Nabi shollallahu alaih wa sallam beberapa SUNANUL-HUDA (perilaku berdasarkan hidayah/petunjuk) dan menjaga sholat itu termasuk dari SUNANUL-HUDA. Ketiga, sholat di rumah identik dengan meninggalkan sunnah Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam. Padahal tindakan meninggalkan sunnah Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam merupakan gambaran raibnya cinta seseorang kepada Nabinya Muhammad shollallahu alaih wa sallam. Sebaliknya, bukti cinta seseorang akan Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam adalah kesungguhannya untuk melaksanakan berbagai sunnah beliau, Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam. æóáóæú Ãóäøóßõãú ÕóáøóíúÊõãú Ýöí ÈõíõæÊößõãú ßóãóÇ íõÕóáøöí åóÐóÇ ÇáúãõÊóÎóáøöÝõ Ýöí ÈóíúÊöåö áóÊóÑóßúÊõãú ÓõäøóÉó äóÈöíøößõãú Andaikan kamu sholat di rumah sebagaimana kebiasaan orang yang tidak suka berjamaah berarti kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad shollallahu alaih wa sallam. Keempat, meninggalkan sunnah Nabi akan menyebabkan seseorang menjadi TERSESAT. Berarti tidak lagi hidup di bawah naungan bimbingan dan petunjuk Allah. Sungguh mengerikan, bilamana seorang muslim merasa menjalankan kewajiban sholat, namun karena ia kerjakannya tidak di masjid, maka hal itu menyebabkan dirinya menjadi tersesat dari jalan yang lurus...! Naudzubillaahi min dzaalika. æóáóæú ÊóÑóßúÊõãú ÓõäøóÉó äóÈöíøößõãú áóÖóáóáúÊõãú Dan bila kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad shollallahu alaih wa sallam pasti kamu tersesat. Kelima, barangsiapa menyempurnakan wudhu lalu berjalan ke masjid, maka hal itu akan mendatangkan kenaikan derajat dan penghapusan kesalahan. æóãóÇ ãöäú ÑóÌõáò íóÊóØóåøóÑõ ÝóíõÍúÓöäõ ÇáØøõåõæÑó Ëõãøó íóÚúãöÏõ Åöáóì ãóÓúÌöÏò ãöäú åóÐöåö ÇáúãóÓóÇÌöÏö ÅöáøóÇ ßóÊóÈó Çááøóåõ áóåõ Èößõáøö ÎóØúæóÉò íóÎúØõæåóÇ ÍóÓóäóÉð æóíóÑúÝóÚõåõ ÈöåóÇ ÏóÑóÌóÉð æóíóÍõØøõ Úóäúåõ ÈöåóÇ ÓóíøöÆóÉð Maka tidak ada seseorang yang bersuci dan dia sempurnakan wudhunya kemudian ia berjalan ke masjid di antara masjid-masjid ini kecuali Allah subhaanahu wa taaala mencatat bagi setiap langkah yang diangkatnya menjadi kebaikan yang mengangkat derajatnya dan bagi setiap langkah yang diturunkannya menjadi penghapus kesalahannya. Keenam, Ibnu Masud radhiyallahu anhu menggambarkan bahwa pada zaman Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam masih hidup di tengah para sahabat radhiyallahu anhum jika ada yang tertinggal dari sholat berjamaah maka ia dipandang identik dengan orang munafiq sejati æóáóÞóÏú ÑóÃóíúÊõäóÇ æóãóÇ íóÊóÎóáøóÝõ ÚóäúåóÇ ÅöáøóÇ ãõäóÇÝöÞñ ãóÚúáõæãõ ÇáäøöÝóÇÞö Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjamaah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya. Ketujuh, di zaman Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam sedemikian bersemangatnya orang menghadiri sholat berjamaah di masjid sampai-sampai ada yang dipapah dua orang di kiri-kanannya agar ia bisa sholat berjamaah di masjid æóáóÞóÏú ßóÇäó ÇáÑøóÌõáõ íõÄúÊóì Èöåö íõåóÇÏóì Èóíúäó ÇáÑøóÌõáóíúäö ÍóÊøóì íõÞóÇãó Ýöí ÇáÕøóÝø Sungguh adakalanya seseorang itu dihantar ke masjid didukung oleh dua orang kanan kirinya untuk ditegakkan di barisan saf. Ya Allah, berkahi, mudahkan dan kuatkanlah kami untuk selalu sholat lima waktu berjamaah di masjid bersama saudara muslim kami lainnya. Amin.- Apabila anda mempunyai saran atau kritik untuk rubrik atau artikel ini, silahkan kirimkan melalui email kepada penulis di [EMAIL PROTECTED]<mailto:ican_ipin%40eramuslim.com> [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ === Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel) Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

