Waalaikumussalam Wr Wb,
Saya pernah mempunyai perasaan yang anda rasakan. Namun semua itu segera saya 
buang jauh-2 perasaan itu. Dalam melaksanakan perintah Alloh SWT dan 
Rosullulloh SAW, kita tidak boleh terbawa oleh perasaan kita sendiri.. Jadi 
mantapkan diri, walaupun kurang khusu', hal itu hanya perasaan kita saja. Jadi 
sekali lagi dalam pelaksanaan ibadah yang jelas-2 sunnah Rosul, sebaiknya 
dijauhkan dari perasaan seperti itu. Mari kita tetap berjamaah di Masjid, walau 
imam kurang pas menurut perasaan kita.
 
Dalam hal Masjid, sebaiknya kita menuju masjid yang terdekat saja. Kita sambil 
berdoa, mudah-2an Imamnya mendapat petunjuk dan hidayah dari Alloh, mudah-2an 
bisa menjadi Imam yang baik dan benar. Dan bolehlah sekali-2 kita menuju ke 
masjid lain, untuk mendapatkan suasana baru.
 
Demikian menurut pendapat saya. Mari kita berdoa, mudah-2an kita selalu 
mendapat hidayah dan petunjuk serta bimbingan dai Alloh SWT. Aminnn  .....    
Mohon maaf apabila kurang berkenan. 
 
BARANGKALI ADA YANG MAU MENAMBAHKAN ATAU MENGKOREKSI PENDAPAT SAYA INI?????? 
DIPERSILAHKAN......
 
Wassalam,
HB.


>>> "rudy" <[EMAIL PROTECTED]> 9/16/2008 2:55 PM >>>


Assalamu'alaikum wr wb,

Terima kasih atas tanggapannya. Mengenai fadhilah shalat berjamaah
dimesjid, saya sdh memahami. Lantas bagaimanakah dengan kualitas
shalatnya sendiri? Apakah kita boleh menilai kualitas shalat kita
seperti yang saya sampaikan sebelumnya (shalat sendiri lebih nikmat
"khusuk" daripada shalat mengikuti imam di mesjid). Apalagi imam di
mesjid terkadang menurut irama shalat kita terlalu cepat sehingga kita
tidak nyaman mengikuti shalatnya. 

Kata ustad yang mengajari shalat khusuk, kenikmatan shalat khusuk akan
mudah didapatkan jika kita shalat tahajud sendiri. Sementara jika shalat
jamaah di mesjid maka kita harus mengikuti imam. Apakah kita lebih baik
mengorbankan "kekhusukan" dengan kegelisahan hati karena mengikuti imam.
Saya juga sering gelisah siapakah sebenarnya yg dimaksud dengan imam
disini? Sehingga saya kemudian mencari mesjid yang imamnya paling baik
memimpin shalat walaupun jauh dari rumah. Bolehkah bersikap seperti ini
sementara ada mesjid yang lebih dekat dari rumah?

Maaf ustadz pertanyaannya banyak nih. Mohon pencerahan.

Wassalam 

-----Original Message-----
From: A Nizami [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, September 16, 2008 12:51 PM
To: rudy; syiar-islam
Subject: Balasan: RE: [syiar-islam] Tanya Shalat Berjamaah?

Wa'alaikum salam wr wb,

Bagi pria sebaik-baik tempat shalat fardu adalah di
masjid, sementara bagi wanita di rumah:

Sebaik-baik masjid (tempat bersujud) untuk wanita
ialah dalam rumahnya sendiri. (HR. Al-Baihaqi dan
Asysyihaab)


Tidak ada shalat bagi tetangga masjid, selain dalam
masjid. (HR. Adarqathani)


Apabila kamu melihat orang yang terbiasa masuk masjid
maka saksikanlah bahwa dia beriman karena sesungguhnya
Allah telah berfirman dalam surat At taubah ayat 18:
"Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah lah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari
kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan
zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada
Allah. Maka mereka lah orang-orang yang diharapkan
termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Beritakanlah kabar gembira kepada orang-orang yang
berjalan kaki di malam gelap-gulita menuju masjid
bahwa bagi mereka cahaya yang terang-benderang di hari
kiamat. (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

Barangsiapa membangun untuk Allah sebuah masjid
(mushola) walaupun sebesar kandang unggas (rumah
gubuk) maka Allah akan membangun baginya rumah di
surga. (HR. Asysyihaab dan Al Bazzar)


Nabi Saw bertanya kepada malaikat Jibril As, "Wahai
Jibril, tempat manakah yang paling disenangi Allah?"
Jibril As menjawab, "Masjid-masjid dan yang paling
disenangi ialah orang yang pertama masuk dan yang
terakhir ke luar meninggalkannya." Nabi Saw bertanya
lagi," Tempat manakah yang paling tidak disukai oleh
Allah Ta'ala?" Jibril menjawab, "Pasar-pasar dan
orang-orang yang paling dahulu memasukinya dan paling
akhir meninggalkannya." (HR. Muslim)

Wassalam

--- rudy <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

> Assalamu'alaikum wr wb,
> 
> 
> Mohon masukannya
> Setelah mendapatkan bimbingan dan ilmu melalui
> pelatihan shalat khusuk,
> saya mulai dapat merasakan shalat dengan lebih
> nikmat dan "khusuk".
> Namun, ini hanya bisa saya dapatkan jika shalat
> sendirian atau menjadi
> imam jika berjamaah dirumah dengan keluarga karena
> saya sendiri bisa
> mengatur ritme shalat sesuai dengan tingkat
> kekhusukannya dan lebih
> rileks. Hal ini menjadi kegelisahan karena saya
> sulit mendapatkan
> kenikmatan dan kekhusukan ini ketika shalat
> berjamaah di mesjid. 
> Manakah yang lebih utama? Kualitas shalatnya jika
> saya kerjakan
> sendirian atau berjamaah dirumah dengan keutamaan
> shalat berjamaah di
> mesjid?
> Istri dirumah juga lebih senang kalau saya menjadi
> imamnya shalat
> dirumah daripada saya tinggal sendiri dirumah untuk
> pergi shalat ke
> mesjid.
> Mohon dapat diberikan pencerahan untuk kegelisahan
> hati ini.
> Wassalam
> Rudy
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari
Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com

__________________________________________________________
___
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/


                



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke