Bismillahirrahmaanirrahiim
 
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
 
Puasa bersama-sama di Mesir ini, sangat mengasyikkan sekali. Dimana-mana, 
lantunan AlQuran kedengaran, acara televisipun banyak yang menarik.
 
Bukan tidak ada acara televise yang menggoda. Wah,..sinetron-sinetron luar 
biasa bulan Ramadhan ini, dipilih yang bagus-bagus, dengan artis-artis yang 
luar biasa terkenalnya.
 
Tinggal kita saja memilih acara mana yang akan kita putar. 
 
Di Mesir, acara buka di hidangan disebut Maaidaturrahmaan, selalu diadakan 
disepanjang tempat, dipinggir-pinggir jalan(kota). Belum pernah saya merasakan 
bagaimana buka bersama dengan mereka itu, tapi menurut mahasiswa/I juga 
masyarakat Indonesia yang sudah pernah merasakan katanya, makanannnya enak-enak 
dan mewah, selalu ada ayam atau daging kari. Tak ketinggalan kurma dan juice 
tamar Hind(juice asam Jawa), atau juice lainnya ciri khas Mesir terbuat dari 
kacang Soya
 
Untuk kalangan masyarakat Indonesia, sebahagian masyarakat sehabis shalat 
magrib berbuka, kemudian shalat Isya dan Tarawih di mesjid mesir bersama-sama 
orang Mesir, rata-rata jumlah rakaat tarawihnya 8+3 witir ., dan satu Juz satu 
malam. Yah…asyik sebenarnya sih shalat sambil mendengarkan hafalan AlQuran 
panjang-panjang, kalau kita mengerti artinya, apalagi bacaan orang Mesir yang 
ahlinya itu enak sekali, bisa berlinang-linang air mata kita dibuatnya atas 
lantunan AlQuran itu. Dimana sehabis shalat Isya, ada juga setelah 4 rakaat 
shalat tarawih, ada ceramah singkat hanya 5 menit, paling lama 10 menit. Isi 
ceramahnya hanya AlQuran hadits tok.
 
Kalau dikita kebanyakan bicaranya ketimbang ayat-ayat dan haditsnya. Sulit 
sekali rasanya meniru cara berceramah orang Mesir ini, sebab di Indonesia, 
kalau tak ada leluconnya, sepertinya ngantuk dengerin ceramahnya(katanya 
sih).Subhanallah, di Mesir justru jarang ditemukan jamaah yang ngantuk saat 
Da'i berceramah, padahal kagak ada sama sekali ketawanya tuh. 
 
Apakah dikarenakan orang Mesir lebih suka mendengar kalam Allah dan rasulNya 
ketimbang kalam manusia, atau dikarenakan memang sudah kebiasaan Da'i Mesir 
berceramah just kalamullah wasunnah rasulullah, sedikit aja penjelasannya. Atau 
dikarenakan bagi orang Mesir, dikarenakan AlQuran hadits adalah bahasa Arab, 
mereka sudah cukup mengerti, jadi tak perlu lagi ada banyak penjelasan 
penafsiran? Allahu'alam.
 
Bagi sebahagian masyarakat Indonesia, terutamanya kalangan masyarakat kedutaan, 
biasanya shalat tarawihnya bersama-sama shalat di mesjid Indonesia Cairo. Baik 
Imam ataupun penceramahnya adalah dari kalangan mahasiswa Indonesia itu 
sendiri. Sehabis tarawihan, biasanya ada makan makanan ringan berupa bakso, 
siomay, mie ayam, empek2 dan lainnya, ditambah buahan, kerupuk  dan kadang 
minuman es buah, dan selalu ada teh hangatnya.
Disanalah masyarakat Indonesia baik mahasiswa, home, local staff 
bersilaturrahmi, saling cerita dan ada juga yang tadarrusan, baik Bapak-bapak 
ataupun Ibu2nya.
Mengasyikkan memang, keakraban jauh lebih kuat dan kental ketimbang kita berada 
dinegeri Indonesia itu sendiri. Dengan mahasiswa yang ada di mesjid saja, sudah 
bagaikan saudara sendiri. Ibu-ibu biasa saja tiduran dimesjid, kalau sudah 
selesai shalat. Anak-anak mulai tingkat SD-SMA, sudah bagaikan kakak beradik 
sendiri, sebab mereka dari pagi-sore, sejak dari TK-SMA hidup bersama terus. 
 
Suasana kekeluargaan memang seperti tiada tandingannya saja, mirip persaudaraan 
zaman rasulullah dahulu kali. Soal bantu membantu itu hal yang biasa tanpa 
pamrih. Makanya, ketika pulang dan hidup di Indonesia, dengan masyarakat baru, 
terkadang mereka kesulitan, sebab banyak yang berhitung dalam pengeluaran 
materi, sementara di Kairo(khusus kalangan Do'I tempat domisili saya dikalangan 
kedutaan), saya tidak tahu kalangan mahasiswa didaerah lain,tidak seperti itu. 
Ikhlas-ikhlas saja. Pinjam meminjam uang itu biasa, meski dalam jumlah besar, 
1000 dollar 2000 dollar bahkan lebih, tetap dibayar, sehingga kepercayaan itu 
tetap terjaga. 
 
Saya sering meminjamkan uang sama tetangga, teman di Indonesia, sulit sekali 
kembalinya, ini membuat saya kurang percaya lagi. Padahal uangnya ada, bukan 
tidak ada, dicari-cari kebutuhan lain. Saya heran, apa tidak takut tuh hitungan 
diakhirat kelak, bukankah hutang bisa menggantung amalan diakhirat kelak, 
sebelum terbayar? Kenapa masyarakat kita jarang menyadari hal yang satu ini, 
padahal ini luar biasa penting diketahui, karena dia akan menggantung nasib 
kita kelak diakhirat. Orang sudah berbuat baik begitu mengapa kepercayaannya 
dihilangkan, kenapa tak sedikitpun rasa takut pada Illahi. Apakah begitu 
kurangnya pengajaran agama pada masyarakat kita? Allahu'alam.
 
 
 Saya aja, jangankan jumlah besar, uang hanya 50 piesnter  tak sampai 1000 
rupiah saja, karena tukang jualan ngak ada kembalian, saya sampai jantungan 
kalau tak terbayarkan, saya selalu bayar secepatnya, takut lupa. Orang-orang 
Mesir salut sama masyarakat Indonesia yang ada di Mesir dalam hal ini. Sekecil 
apapun hutang dikedai, pasti dibayar, makanya mereka sangat percaya kalau kita 
hutang dulu, bila tak ada uang kecil pembayar belanjaan. Anak-anak saya 
semuanya terbiasa, tanpa saya ajarkan, mereka selalu ingat sendiri kalau ada 
hutang dikedai, siang hutang, malam langsung dibayar, karena tukang jualan 
sering tak ada kembalian saja. 
 
Dan di Sekolah Indonesia Cairo sendiri, anak-anak dibiasakan jajan, tanpa 
penjual dikoperasi itu. Ambil jajanan, letakkan uangnya di kotak uang, tanpa 
ada pengawasan sama sekali. Uang bukan kurang, malah sering berlebih bila 
diperiksa. Mungkin sekalian sedeqah kali.
 
Yah..begitulah suasana kondisi masyarakat Indonesia yang ada di Mesir ini. 
Anak-anak sudah mengenal korupsi itu jelek, sehingga mereka sangat menjauhinya. 
Kalau saja ada ngambil barang yang bukan haknya, dibilangnya wah..itu orang 
korupsi.
Tak heran, sangat jarang kita-kita kehilangan barang, uang Hp di Mesir ini. 
Padahal HP tergeletak dimesjid entah dimana-mana letaknya, begitupun tas, 
ratusan dollar uang ada didalamnya, ngak hilang, kecuali kalau ada orang Mesir 
masuk, pernah sekali kehilangan. Sejak itu tak dibolehkan lagi orang Mesir 
masuk, pintu selalu dijaga.
Saya tidak sampai setahun di Indonesia, bisa-bisanya HP dalam tas yang terkunci 
hilang, sampai dua kali lagi. Wah…gawat banget saya pikir. Anak-anak saya 
sampai bilang :"Mama, kenapa di Indonesia tidak aman yah,..kenapa banyak 
kejadian, gempa tiap sebentar, banjir, penculikan anak, macam-macamlah yang 
mereka saksikan sendiri. Akhirnya mereka ngak betah hidup di Indonesia dalam 
ketakutan melulu.
 
Yah..begitulah realita,..padahal aku ingin sekali pulang selamanya hidup di 
Indonesia itu, alamnya cocok untuk kondisi tubuhku yang sudah menua ini. Cuaca 
stabil, alamnya indah, namun kuakui sering tidak aman dan yah..mati lampulah 
air matilah..serba sering mendapat kesulitan. Padahal kita kaya. Sumber Tenaga 
listrik, sungai begitu banyaknya, di Mesir cuman satu2nya sungai yang 
diharapkan, yakni sungai Nil, tetapi jarang kekurangan air, jarang mati lampu, 
bahkan apa saja bisa hidup dalam satu waktu, bisa televise hidup, Ac, masak 
air, nasi, menggosok, dllnya, tetapi ngak ada putus skringg. 
 
Beda dengan di Indonesia, dengan kapasitas 1300 aja, belum bisa Ac. Terbatas 
pemakaiannya. Bahkan ada disebahagian rumah, baru dihidupkan tv, lampu sudah 
mati. Jd, harus satu-satu hidupnya. Yah..begitulah negaraku. Kukira uang banyak 
di habiskan oleh pemerintah, terutama untuk menggaji para diplomat yang ada 
diseluruh dunia ini, berapa dollar harus Negara membayar untuk itu? Rumah, 
telpon, kesehatan, uang refresentatif(mengundang orang makan), dan sekolah 
anak, entah lagi yang lain, saya tak tahu, dibayarkan oleh Negara. Coa saja 
dikalikan setiap Negara yang ada diplomat Indonesianya didunia ini, berjumlah 
20 orang saja, dikalikan dengan gaji minimal 3000 dollar(gaji bersih, diluar 
lainnya, pembayaran kesehatan, telpon, rumah, dllnya itu, yang kadang cukup 
besar), dikalikan puluhan negara, berapalah habis uang Negara untuk itu saja? 
Aku sering berfikir, mungkin saja uang Negara habis ke sini, atau juga korupsi 
besar-besaran. Allahu'alam. Orang Sumatera
 Barat bilang,..Entahlah Yuang (buyuang)..entahlah Piak…(Upik).
 
Wassalamu'alaikum. Cairo, 18 Ramadhan 2008, Rahima.


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke