Hmmm,...
Memang saya kira ada perbedaan tujuan antara para elit politic partai Islam 
dengan masa Islam fundamentalis. Dan inilah yang sangat Ironis,....
Ironis karna mereka adalah ulama,.... tetapi lupa akan tujuan awalnya,...
Tapi itu adalah kesalahan individu yang kita sebagai penonton dan pemilih 
mereka harus mengingatkan mereka.......
Sebenarnya kalau mau jujur,,, sikap mereka adalah pengianatan terhadap idelogi 
syariat Islam itu sendiri, 
Ironis,.... banyak orang awan yang memilih mereka sebagai wakil rakyat tetapi 
setelah wakil rakyatnya terpilih mereka malah lupa akan aspirasi pemilihnya,,,..
Mudahan-mudahan ALLAH SWT membukan hati mereka,......

Solusinya simple kok,,, sebagai masyarakat awam dan rakyat kecil,.. pemilu 
nanti gak usah coblos partai-partai Islam dan wakil rakyat yang mengatasnamakan 
Islam yang seperti.....




Kaffah ?. (RE: RUU Pornografi: PDIP dan PDS Tetap Menolak)


  Apakah betul umat Islam Indonesia memandang keberadaan RUU Pornografi ini 
sebagai hal yang penting & serius, bahkan ideologis ?.

  Kalau serius, kok tidak konsisten.
  Nyatanya, kok umat Islam itu tetap saja nyoblos/memilih 
Caleg/Capres/Cawapres/Parpol yang menentang RUU Pornografi ?.
  Nyatanya, kok umat Islam yang jadi Politikus (baik yang bergabung di Parpol 
berasaz Islam ataupun Parpol yang berasaz bukan Islam) tetap saja mengelus-elus 
kandidat yang jelas-jelas menentang RUU tersebut.

  Tak percaya ?.
  Cobalah simak kutipan berita berikut ini :
  Sultan HB X dan Ketua umum PAN Sutrisno Bachir, serta mantan Ketua Umum PAN 
Amien Rais Sabtu (5/1) melakukan pertemuan di Gunung Kidul, Daerah Istimewa 
Yogyakarta (DIY). Dalam pertemuan itu Sutrisno mengisyaratkan bahwa PAN akan 
menjadikan Sultan sebagai capres 2009 dari PAN. “Dalam politik tidak harus 
hitam di atas putih. Tetapi dari gerak badan, isyarat-isyarat. Itu kan sudah 
kelihatan. Silakan ditafsirkan. Saya beberapa kali dalam waktu yang pendek 
bertemu dengan Sri Sultan”, ujar Sutrisno dalam jumpa pers sebelum membuka 
Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II PAN DIY di Wanagama, Gunung Kidul, Sabtu. 
Setelah membuka rakerwil, ketiganya kembali mengadakan pertemuan.
  
http://www.kompas.com/read/xml/2008/01/07/08161344/pan.isyaratkan.usung.sultan.hb.x.jadi.capres

  Suka atau tidak suka, kenyataannya ajakan agar ummat Islam untuk masuk Islam 
secara kaffah sepertinya hari ini tak lagi mempunyai tempat.
  Masuk Islam secara kaffah khan artinya menjadikan Islam sebagai Way of Life, 
sebagai ideologi dalam kehidupannya sehari-hari.
  Tapi lagi-lagi itupun telah tak lagi punya tempat di hati ummat. 

  PAN (Partai Amanat Nasional) yang didirikan oleh Mantan Ketum Muhammadiyah 
(ormas Islam terbesar kedua di Indonesia) dengan konstituen pendukung dari 
jamaah santri Muhammadiyah pun tak segan-segan mengatakan :

  Dalam politik tidak harus hitam di atas putih. Tetapi dari gerak badan, 
isyarat-isyarat. Itu kan sudah kelihatan. Silakan ditafsirkan… akan menjadikan 
Sultan sebagai capres 2009 dari PAN.

  Jelas khan, …dalam politik tidak harus hitam di atas putih… 
  Artinya hari ini Islam sebagai ideologi itu telah mati.

  Atau jangan-jangan, memang RUU Pornografi itu memang sesuatu yang tidaklah 
penting, memang sesuatu yang tidaklah serius, bahkan memang sesuatu yang tidak 
ideologis ?.
  Cuma, kalau memang begitu, kenapa PDIP & PDS menolaknya sedemikian ngotot 
sampai harus dengan walkout ?.
  Sedemikian serius menolaknya, sampai walkout lho,
  Coba berapa kali PDIP & PDS itu sampai harus walkout dari sidang DPR/MPR ?.
  Berarti kalau sampai walkout itu PDIP & PDS memang berpersepsi serta 
menganggap RUU itu sebagai sesuatu yang penting & serius, bahkan ideologis.

  Begitu jugakah persepsi umat Islam ?.
  Wah, diskusinya bisa panjang nih, karena pasti ada yang menyahuti.
  Yang dimaksudkan itu Ummat Islam yang mana nih ?, kita-kita ini juga Islam 
lho. Begitu katanya.

  Dan lagi memang Sultan Hamengkubuwono X adalah kandidat terkuat, coba 
bayangkan ada 200.000 kawulo Yogya yang rela hadir di Pisowanan Ageng.
  Sebuah hal yang luar biasa, 200.000 ribu kawulo Yogya bersama-sama dengan 
penuh kerelaan sowan ke hadapan rajanya untuk mengutarakan keinginan dan 
aspirasinya meminta kesediaan Sultan Hamengkubuwono X sebagai rajanya agar 
bersedia dicalonkan sebagai Presiden RI periode 2009-2014.

  Luar biasa, ini tidak mencalonkan diri lho, Sultan Hamengkubuwono X itu tidak 
mencalonkan diri.
  Tapi justru Mayoritas Rakyat Yogya bahkan nyaris Semua Rakyat Yogya mendesak 
beliau sebagai raja Yogya sekaligus Gubernur seumur hidup propinsi DIY agar 
bersedia dicalonkan.
  Hebat khan ?.

  Yogya memang lain, mana ada yang bisa begitu kalau bukan kawulo Yogya, iya 
khan ?.
  Oleh sebab itu maka jadi wajar jika pak Amin Rais juga PAN nantinya akan 
mencalonkan Sultan Hamengkubuwono X sebagai Presiden RI 2009-2014.

  Akur ???.

  Wallahu’alambishshawab.

  ---<[EMAIL PROTECTED]> menulis :

  Sekali lagi umat Islam Indonesia dibukakan matanya oleh Allah Subhanahu 
Wata'ala
  untuk melihat siapa kawan dan siapa lawan. Jangan sampai kita bisa ditipu 
oleh rayuan-rayuan, apalagi menjelang pemilu. 
  Lihatlah bagaimana seorang Sultan Hamengkubuwono dan istrinya begitu 
bersemangat menolak RUU Pornografi.
  Lihatlah saat banyak tokoh, artis, dan orang-orang terkenal ramai-ramai 
menolak RUU Pornografi.
  Lihatlah PDIP bersekutu dengan PDS mati-matian menolak RUU Pornografi.
  Maka janganlah terkecoh dengan bujuk rayu mereka.
  Sesungguhnya sudah jelas bagi kita siapa lawan kita dan siapa kawan kita. 
Siapa yang ingin Islam tegak dan siapa yang ingin Islam rusak....


  ---<[EMAIL PROTECTED]> menulis :

  Assalamu'alaikum wr wb,
  Saya lihat ternyata keinginan HTI untuk mendirikan Khilafah Islam/Negara 
Islam ada benarnya. Tanpa itu, syariah Islam tidak akan tegak. Segala macam 
bentuk maksiat seperti pornografi akan merajalela.

  Buktinya PDIP dan PDS tetap menolak RUU Pornografi.
  Mereka tidak ingin pemerintah melarang pornografi.
  Bahkan orang yang mengaku Muslim seperti Sri Sultan Hamengkubuwono dan 
istrinya pun menolaknya.

  Padahal Allah tegas menyatakan :

  "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu 
perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." [Al Israa':32]

  Allah telah menjelaskan batas aurat (bagian tubuh yang terlarang untuk 
dilihat) bagi pria dan wanita.

  Bagi orang Islam, telanjang itu haram. Itu porno.

  Tapi bagi orang kafir dan sekuler itu bisa jadi bukan porno. Menurut mereka 
itu seni atau tradisi.

  Meski 80% anggota DPR sudah setuju dan menurut aturan demokrasi harusnya RUU 
Pornografi dapat disyahkan, namun tetap tidak bisa disyahkan karena keberatan 2 
partai tsb.

  Dalam hal2 maksiat sepertinya "Demokrasi" tidak bisa dijalankan...:)

  Tak heran jika Allah memerintahkan ummat Islam untuk masuk Islam secara 
kaffah.

  Mudah2an Allah SWT memberi kekuatan pada ummat Islam sehingga ummat Islam 
bisa mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan Allah SWT sepenuhnya.

  Wassalam

  http://www.eramuslim.com/editorial/mereka-tetap-menolak.htm
  Rabu, 29 Okt 2008 11:43

  Sampai terakhir dua fraksi PDIP dan PDS (Kristen)
  tetap menolak RUU Pornografi disyahkan menjadi undang-undang.
  PDIP dan PDS dengan tegas menolak seluruh materi RUU Pornografi.
  Kedua fraksi itu tak melihat ada urgensinya disyahkannya RUU Pornografi.
  Pemerintah tak berhak membuat undang-undang yang dapat membatasi kebebasan 
dan hak asasi. Karena, berekspresi bagian hak asasi yang wajib dilindungi 
pemerintah.

  Padahal, sudah banyak yang merasa terancam dengan adanya berbagai bentuk 
pornografi dan pornoaksi, yang bagaikan senjata “perusak” bagi masa depan 
kemanusiaan. Gejala penyimpangan sosial di masyarakat sudah sangat luas, dan 
sangat parah. Akibat dari pornografi dan pornoaksi.
  Pornografi sudah menjadi industri.
  Pornografi sudah menjai ideologi.
  Bukan saja mempunyai nilai ekonomis,
  tapi porno sudah menjadi ideologi.

  Porno juga sudah menjadi “agama” baru di Indonesia, di mana aktivitas porno, 
tak boleh lagi dibatasi, seperti orang melakukan ibadah di masjid, gereja, dan 
pura. Terbukti dua partai politik, yang memiliki ideologi nasionalis dan agama 
(Kristen) dengan konsisten terus menolak adanya undang-undang yang dapat 
membatasi hak-hak dasar manusia.

  Mereka mungkin lebih senang manusia atau rakyat Indonesia berperilaku seperti 
binatang, bebas melakukan apa saja, termasuk dalam hal-hal yang sangat 
dilarang, seperti sek bebas. Melakukan hubungan sek tanpa adanya ikatan 
apa-apa. Memperlihatkan auratnya secara bebas di depan umum, tanpa batas. 
Karena, hal itu merupakan kebebasan berekspresi yang tak boleh dilarang. Tak 
perlu adanya larangan atau undang-undang. Inilah paradigma dari PDIP dan PDS, 
yang tak mau mengkompromikan pandangannya tentang RUU Pornografi.

  Esensinya dengan adanya sikap yang diambil PDIP dan PDS, tak ingin kehidupan 
ini berlangsung tertib, sesuai dengan kaidah-kaidah yang baku, yang secara 
sosiologis, masyarakat Indonesia, mayoritas penganut agama. Dengan adanya 
kebebasan sek dan berbagai bentuk ekspresi porno lainnya, tujuannya tak lain, 
menciptakan rakyat menjadi “longgar” terhadap kehidupan agama. Tentu, yang 
paling menjadi target dan sasaran adalah penghancuran struktur keluarga.

  Mereka (PDIP dan PDS) tak ingin adanya keluarga yang harmoni dan utuh, 
disertai prinsip-prinsip agama. Karena, hanya agama yang mengatur kehidupan 
keluarga secara teratur, dan jelas. Masyarakat akan hidup teratur dan bahagia, 
selama masih memiliki ikatan agama yang kuat. Sebaliknya, sudah tidak lagi ada 
artinya sebuah keluarga, yang tidak memiliki ikatan agama yang kuat, dan 
keluarga itu akan hancur.

  Kehidupan seperti masyarakat Barat yang sudah tanpa ikatan agama. Dan, mereka 
mengalami kehancuran. Berbagai penyakit sosial telah menggerogoti kehidupan 
mereka. Desitegrasi keluarga menyebar luas. Banyak struktur keluarga yang tak 
jelas lagi. Banyak keluarga “single parent”, di mana seorang ibu yang mempunyai 
anak,tanpa bapak, dan seorang bapak yang mempunyai anak tanpa ibu.

  Bahkan, perkawinan juga tidak jelas, di mana struktur keluarga itu, akhirnya 
juga tidak jelas. Banyak kejadian, seorang anak mengawini ibunya sendiri, 
sebaliknya seorang banyak mengawini anaknya sendiri. Inilah yang mengakibatkan 
kehancuran keluarga. Kebebasan sek yang sekarang dipuja-puja di Barat, 
mengakibatkan di Negara-negara Barat, penduduknya terancam kepunahan. Mereka 
melakukan hubungan sek, tapi mereka tak mau mempunyai anak.

  Beberapa negara di Skandinavia, pertumbuhan penduduknya mengalami minus. Ada 
yang membuat prediksi, negara-negara Eropa, akan mengalami kepunahan penduduk. 
Banyak orang-orang tua. Sementara, anak-anak mudanya,jumlahnya semakin sedikit. 
Apakah mereka yang menolak RUU Pornograpi mempunyai scenario, ingin memunahkan 
penduduk Indonesia,yang sebagian besar adalah muslim ?.

  Di Papua, ada sebuah daerah, yang penduduknya terancam punah, sebagai akibat 
penyakit kotor (gonoroe), yang menyerang merka. Akibat, hubungan sek bebas, 
antara mereka denga wanita-wanita pelacur. Sekarang berapa jumlah penduduk 
Indonesia yang sudah terkena penyakit Aids ? Mungkin Indonesia akan menjadi 
seperti negara –negara Afrika yang mengalami ancaman kepunahan, akibat wabah 
Aids. Ini tak lain akibat adanya sek bebas. Berapa banyak tempat-tempat 
pelacuran di seluruh wilayah Indonesia ? Hotel, sebagian tempat-tempat itu, tak 
lain menjadi juga menjadi tempat pemuasan sek. Inilah ancaman yang riil bagi 
masa depan Indonesia.

  RUU Pornografi sebenarnya, sudah “ompong”, dan tak memiliki pengaruh apa-apa, 
dan hanya formalitas belaka. Tapi, itupun ditolak mati-matian oleh PDIP dan 
PDS. RUU Pornografi yang sudah disyahkan di Pansus, yang dihadhiri oleh wakil 
pemerintah, seperti Menag, Maftuh Basyuni, Menneg PP, Meutia Hatta, dan 
Menkoinfo, M.Nuh, rencananya akan disyahkan hari Kamis, 30 Oktober 2008, 
sebagai bagian akhir perjalanan yang sangat panjang, yang penuh liku.

  Apakah RUU Pornografi, yang akan menjadi Undang-undang itu, nantinya dapat 
menyelamatkan rakyat Indonesisa dari kehancuran moral mereka? Tidak ada jaminan.
  Rakyat harus memahami ancaman budaya sekuler dari Barat, yang sekarang 
menggerus kehidupan agama di Indonesia, sudah masuk ke dalam relung-relung 
keluarga. Dan, budaya Barat yang merusak itu dibela oleh PDIP dan PDS. Wallahu 
‘alam.

  ===






   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke