Alhamdulillah................ UU Pornografi akhirnya disyahkan juga, walaupun PDIP dan PDS meninggalkan sidang, toch UU Pornografi sudah syah. Tinggal kita tunggu eplementasinya. Daerah yang masih ngotot menolak biarin saja. Biar kepada orang - orang yang ingin bermaksiat ria ngumpul kedaerah itu. Siapa tahu rakyat daerah tersebut lama - lama sadar setelah melihat dampak anak - anak perempuanya senang berbugil ria dilencehin para pria hidung belang.
Sebaiknya kita sebagai umat Islam ikut terus berupaya menendukung UU Pornografi sambil terus ikut memberi penerangan kepada keluarga - lingkungan kita akan pentingnya melindungi dari bahaya pornografi dan maksiatan. Mailto : [EMAIL PROTECTED] http://www.schott.com __________________ Apakah betul umat Islam Indonesia memandang keberadaan RUU Pornografi ini sebagai hal yang penting & serius, bahkan ideologis ?. Kalau serius, kok tidak konsisten. Nyatanya, kok umat Islam itu tetap saja nyoblos/memilih Caleg/Capres/ Cawapres/Parpol yang menentang RUU Pornografi ?. Nyatanya, kok umat Islam yang jadi Politikus (baik yang bergabung di Parpol berasaz Islam ataupun Parpol yang berasaz bukan Islam) tetap saja mengelus-elus kandidat yang jelas-jelas menentang RUU tersebut. Tak percaya ?. Cobalah simak kutipan berita berikut ini : Sultan HB X dan Ketua umum PAN Sutrisno Bachir, serta mantan Ketua Umum PAN Amien Rais Sabtu (5/1) melakukan pertemuan di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam pertemuan itu Sutrisno mengisyaratkan bahwa PAN akan menjadikan Sultan sebagai capres 2009 dari PAN. “Dalam politik tidak harus hitam di atas putih. Tetapi dari gerak badan, isyarat-isyarat. Itu kan sudah kelihatan. Silakan ditafsirkan. Saya beberapa kali dalam waktu yang pendek bertemu dengan Sri Sultan”, ujar Sutrisno dalam jumpa pers sebelum membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II PAN DIY di Wanagama, Gunung Kidul, Sabtu. Setelah membuka rakerwil, ketiganya kembali mengadakan pertemuan. http://www.kompas.com/read/xml/2008/01/07/08161344/pan.isyaratkan. usung.sultan.hb.x.jadi.capres Suka atau tidak suka, kenyataannya ajakan agar ummat Islam untuk masuk Islam secara kaffah sepertinya hari ini tak lagi mempunyai tempat. Masuk Islam secara kaffah khan artinya menjadikan Islam sebagai Way of Life, sebagai ideologi dalam kehidupannya sehari-hari. Tapi lagi-lagi itupun telah tak lagi punya tempat di hati ummat. PAN (Partai Amanat Nasional) yang didirikan oleh Mantan Ketum Muhammadiyah (ormas Islam terbesar kedua di Indonesia) dengan konstituen pendukung dari jamaah santri Muhammadiyah pun tak segan-segan mengatakan : Dalam politik tidak harus hitam di atas putih. Tetapi dari gerak badan, isyarat-isyarat. Itu kan sudah kelihatan. Silakan ditafsirkan… akan menjadikan Sultan sebagai capres 2009 dari PAN. Jelas khan, …dalam politik tidak harus hitam di atas putih… Artinya hari ini Islam sebagai ideologi itu telah mati. Atau jangan-jangan, memang RUU Pornografi itu memang sesuatu yang tidaklah penting, memang sesuatu yang tidaklah serius, bahkan memang sesuatu yang tidak ideologis ?. Cuma, kalau memang begitu, kenapa PDIP & PDS menolaknya sedemikian ngotot sampai harus dengan walkout ?. Sedemikian serius menolaknya, sampai walkout lho, Coba berapa kali PDIP & PDS itu sampai harus walkout dari sidang DPR/MPR ?. Berarti kalau sampai walkout itu PDIP & PDS memang berpersepsi serta menganggap RUU itu sebagai sesuatu yang penting & serius, bahkan ideologis. Begitu jugakah persepsi umat Islam ?. Wah, diskusinya bisa panjang nih, karena pasti ada yang menyahuti. Yang dimaksudkan itu Ummat Islam yang mana nih ?, kita-kita ini juga Islam lho. Begitu katanya. Dan lagi memang Sultan Hamengkubuwono X adalah kandidat terkuat, coba bayangkan ada 200.000 kawulo Yogya yang rela hadir di Pisowanan Ageng. Sebuah hal yang luar biasa, 200.000 ribu kawulo Yogya bersama-sama dengan penuh kerelaan sowan ke hadapan rajanya untuk mengutarakan keinginan dan aspirasinya meminta kesediaan Sultan Hamengkubuwono X sebagai rajanya agar bersedia dicalonkan sebagai Presiden RI periode 2009-2014. Luar biasa, ini tidak mencalonkan diri lho, Sultan Hamengkubuwono X itu tidak mencalonkan diri. Tapi justru Mayoritas Rakyat Yogya bahkan nyaris Semua Rakyat Yogya mendesak beliau sebagai raja Yogya sekaligus Gubernur seumur hidup propinsi DIY agar bersedia dicalonkan. Hebat khan ?. Yogya memang lain, mana ada yang bisa begitu kalau bukan kawulo Yogya, iya khan ?. Oleh sebab itu maka jadi wajar jika pak Amin Rais juga PAN nantinya akan mencalonkan Sultan Hamengkubuwono X sebagai Presiden RI 2009-2014. Akur ???. Wallahu’alambishshawab. ---<[EMAIL PROTECTED]> menulis : Sekali lagi umat Islam Indonesia dibukakan matanya oleh Allah Subhanahu Wata'ala untuk melihat siapa kawan dan siapa lawan. Jangan sampai kita bisa ditipu oleh rayuan-rayuan, apalagi menjelang pemilu. Lihatlah bagaimana seorang Sultan Hamengkubuwono dan istrinya begitu bersemangat menolak RUU Pornografi. Lihatlah saat banyak tokoh, artis, dan orang-orang terkenal ramai-ramai menolak RUU Pornografi. Lihatlah PDIP bersekutu dengan PDS mati-matian menolak RUU Pornografi. Maka janganlah terkecoh dengan bujuk rayu mereka. Sesungguhnya sudah jelas bagi kita siapa lawan kita dan siapa kawan kita. Siapa yang ingin Islam tegak dan siapa yang ingin Islam rusak.... ---<[EMAIL PROTECTED]> menulis : Assalamu'alaikum wr wb, Saya lihat ternyata keinginan HTI untuk mendirikan Khilafah Islam/Negara Islam ada benarnya. Tanpa itu, syariah Islam tidak akan tegak. Segala macam bentuk maksiat seperti pornografi akan merajalela. Buktinya PDIP dan PDS tetap menolak RUU Pornografi. Mereka tidak ingin pemerintah melarang pornografi. Bahkan orang yang mengaku Muslim seperti Sri Sultan Hamengkubuwono dan istrinya pun menolaknya. Padahal Allah tegas menyatakan : "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." [Al Israa':32] Allah telah menjelaskan batas aurat (bagian tubuh yang terlarang untuk dilihat) bagi pria dan wanita. Bagi orang Islam, telanjang itu haram. Itu porno. Tapi bagi orang kafir dan sekuler itu bisa jadi bukan porno. Menurut mereka itu seni atau tradisi. Meski 80% anggota DPR sudah setuju dan menurut aturan demokrasi harusnya RUU Pornografi dapat disyahkan, namun tetap tidak bisa disyahkan karena keberatan 2 partai tsb. Dalam hal2 maksiat sepertinya "Demokrasi" tidak bisa dijalankan...:) Tak heran jika Allah memerintahkan ummat Islam untuk masuk Islam secara kaffah. Mudah2an Allah SWT memberi kekuatan pada ummat Islam sehingga ummat Islam bisa mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan Allah SWT sepenuhnya. Wassalam http://www.eramuslim.com/editorial/mereka-tetap-menolak.htm Rabu, 29 Okt 2008 11:43 Sampai terakhir dua fraksi PDIP dan PDS (Kristen) tetap menolak RUU Pornografi disyahkan menjadi undang-undang. PDIP dan PDS dengan tegas menolak seluruh materi RUU Pornografi. Kedua fraksi itu tak melihat ada urgensinya disyahkannya RUU Pornografi. Pemerintah tak berhak membuat undang-undang yang dapat membatasi kebebasan dan hak asasi. Karena, berekspresi bagian hak asasi yang wajib dilindungi pemerintah. Padahal, sudah banyak yang merasa terancam dengan adanya berbagai bentuk pornografi dan pornoaksi, yang bagaikan senjata “perusak” bagi masa depan kemanusiaan. Gejala penyimpangan sosial di masyarakat sudah sangat luas, dan sangat parah. Akibat dari pornografi dan pornoaksi. Pornografi sudah menjadi industri. Pornografi sudah menjai ideologi. Bukan saja mempunyai nilai ekonomis, tapi porno sudah menjadi ideologi. Porno juga sudah menjadi “agama” baru di Indonesia, di mana aktivitas porno, tak boleh lagi dibatasi, seperti orang melakukan ibadah di masjid, gereja, dan pura. Terbukti dua partai politik, yang memiliki ideologi nasionalis dan agama (Kristen) dengan konsisten terus menolak adanya undang-undang yang dapat membatasi hak-hak dasar manusia. Mereka mungkin lebih senang manusia atau rakyat Indonesia berperilaku seperti binatang, bebas melakukan apa saja, termasuk dalam hal-hal yang sangat dilarang, seperti sek bebas. Melakukan hubungan sek tanpa adanya ikatan apa-apa. Memperlihatkan auratnya secara bebas di depan umum, tanpa batas. Karena, hal itu merupakan kebebasan berekspresi yang tak boleh dilarang. Tak perlu adanya larangan atau undang-undang. Inilah paradigma dari PDIP dan PDS, yang tak mau mengkompromikan pandangannya tentang RUU Pornografi. Esensinya dengan adanya sikap yang diambil PDIP dan PDS, tak ingin kehidupan ini berlangsung tertib, sesuai dengan kaidah-kaidah yang baku, yang secara sosiologis, masyarakat Indonesia, mayoritas penganut agama. Dengan adanya kebebasan sek dan berbagai bentuk ekspresi porno lainnya, tujuannya tak lain, menciptakan rakyat menjadi “longgar” terhadap kehidupan agama. Tentu, yang paling menjadi target dan sasaran adalah penghancuran struktur keluarga. Mereka (PDIP dan PDS) tak ingin adanya keluarga yang harmoni dan utuh, disertai prinsip-prinsip agama. Karena, hanya agama yang mengatur kehidupan keluarga secara teratur, dan jelas. Masyarakat akan hidup teratur dan bahagia, selama masih memiliki ikatan agama yang kuat. Sebaliknya, sudah tidak lagi ada artinya sebuah keluarga, yang tidak memiliki ikatan agama yang kuat, dan keluarga itu akan hancur. Kehidupan seperti masyarakat Barat yang sudah tanpa ikatan agama. Dan, mereka mengalami kehancuran. Berbagai penyakit sosial telah menggerogoti kehidupan mereka. Desitegrasi keluarga menyebar luas. Banyak struktur keluarga yang tak jelas lagi. Banyak keluarga “single parent”, di mana seorang ibu yang mempunyai anak,tanpa bapak, dan seorang bapak yang mempunyai anak tanpa ibu. Bahkan, perkawinan juga tidak jelas, di mana struktur keluarga itu, akhirnya juga tidak jelas. Banyak kejadian, seorang anak mengawini ibunya sendiri, sebaliknya seorang banyak mengawini anaknya sendiri. Inilah yang mengakibatkan kehancuran keluarga. Kebebasan sek yang sekarang dipuja-puja di Barat, mengakibatkan di Negara-negara Barat, penduduknya terancam kepunahan. Mereka melakukan hubungan sek, tapi mereka tak mau mempunyai anak. Beberapa negara di Skandinavia, pertumbuhan penduduknya mengalami minus. Ada yang membuat prediksi, negara-negara Eropa, akan mengalami kepunahan penduduk. Banyak orang-orang tua. Sementara, anak-anak mudanya,jumlahnya semakin sedikit. Apakah mereka yang menolak RUU Pornograpi mempunyai scenario, ingin memunahkan penduduk Indonesia,yang sebagian besar adalah muslim ?. Di Papua, ada sebuah daerah, yang penduduknya terancam punah, sebagai akibat penyakit kotor (gonoroe), yang menyerang merka. Akibat, hubungan sek bebas, antara mereka denga wanita-wanita pelacur. Sekarang berapa jumlah penduduk Indonesia yang sudah terkena penyakit Aids ? Mungkin Indonesia akan menjadi seperti negara –negara Afrika yang mengalami ancaman kepunahan, akibat wabah Aids. Ini tak lain akibat adanya sek bebas. Berapa banyak tempat-tempat pelacuran di seluruh wilayah Indonesia ? Hotel, sebagian tempat-tempat itu, tak lain menjadi juga menjadi tempat pemuasan sek. Inilah ancaman yang riil bagi masa depan Indonesia. RUU Pornografi sebenarnya, sudah “ompong”, dan tak memiliki pengaruh apa-apa, dan hanya formalitas belaka. Tapi, itupun ditolak mati-matian oleh PDIP dan PDS. RUU Pornografi yang sudah disyahkan di Pansus, yang dihadhiri oleh wakil pemerintah, seperti Menag, Maftuh Basyuni, Menneg PP, Meutia Hatta, dan Menkoinfo, M.Nuh, rencananya akan disyahkan hari Kamis, 30 Oktober 2008, sebagai bagian akhir perjalanan yang sangat panjang, yang penuh liku. Apakah RUU Pornografi, yang akan menjadi Undang-undang itu, nantinya dapat menyelamatkan rakyat Indonesisa dari kehancuran moral mereka? Tidak ada jaminan. Rakyat harus memahami ancaman budaya sekuler dari Barat, yang sekarang menggerus kehidupan agama di Indonesia, sudah masuk ke dalam relung-relung keluarga. Dan, budaya Barat yang merusak itu dibela oleh PDIP dan PDS. Wallahu ‘alam. ===

