Dari Moderator: Iklan politik 3 hari sebesar Rp 2 milyar. Hasilnya pun ternyata mudlarat dan banyak mendapat protes.
Dengan uang sebesar itu bisa dibangun 20 TV Komunitas yang menjangkau sekitar 18 juta penduduk. Dakwah dan taushiyyah bisa dilakukan selama bertahun2. Bisa dijadikan sarana komunikasi dan pemersatu ummat. Harusnya dana yang ada bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Wassalam *Iklan Soeharto Sesuai Konsep PKS * "Pada perubahan terakhir itu Tifatul tidak menghadiri pertemuan." JAKARTA -- Ketua tim politik pemenangan pemilu Partai Keadilan Sejahtera, Mahfudz Siddiq, mengatakan tak ada yang keliru dengan konsep iklan yang dibuat partainya dalam menyambut Hari Pahlawan 10 November. "Ide dasarnya memang seperti itu," kata Mahfudz kemarin mengenai iklan yang menampilkan sosok mendiang mantan presiden Soeharto bersama para pahlawan nasional itu. "Tidak ada yang salah dengan iklan itu dan tidak akan ada revisi." Penegasan oleh Mahfudz ini membantah pernyataan Presiden PKS Tifatul Sembiring di beberapa media massa, yang mengatakan dalam iklan berdurasi 30 menit itu terdapat kesalahan karena tak sesuai dengan konsep awal yang disodorkan partai. Dalam beberapa kesempatan, termasuk kepada Tempo, Tifatul juga menegaskan PKS tidak pernah menganggap Soeharto sebagai pahlawan, melainkan sebagai "guru bangsa". "Soeharto bukan pahlawan," katanya menanggapi banyaknya protes dari berbagai pihak atas iklan PKS. Mereka yang memprotes menganggap PKS menyetarakan Soeharto dengan pahlawan seperti Bung Karno, Bung Hatta, Jenderal Sudirman, dan lain-lain. Tifatul mengakui masih banyak perdebatan menyangkut sosok penguasa Orde Baru tersebut. Mahfudz membenarkan bahwa iklan itu telah mengalami beberapa perubahan dari konsep yang dipresentasikan di hadapan Dewan Pimpinan Pusat PKS. "Memang ada beberapa perubahan sesuai dengan masukan-masukan dari pengurus partai," katanya, sambil menjelaskan detail-detail perubahan tampilan dan pesan dalam iklan yang ia maksudkan. "Nah, pada perubahan terakhir itu Tifatul tidak menghadiri pertemuan." Ketua Fraksi PKS di Dewan Perwakilan Rakyat ini menyatakan siap memberikan klarifikasi perihal keterangannya yang berbeda dari Tifatul. "Siap. Tidak masalah," katanya. "Bukan masalah besar." Setelah tiga hari tayang di beberapa saluran televisi, iklan Soeharto dan para pahlawan itu kemarin dihentikan. Tentang hal ini, Mahfudz kembali menegaskan bahwa berhentinya penayangan itu sama sekali bukan karena ada kesalahan atau disebabkan banyaknya protes. "Kontraknya sudah habis. Hanya tiga hari," katanya. Anggota Fraksi PKS, Agus Purnomo, mengatakan partainya telah mengkalkulasi dampak penayangan iklan dengan ongkos Rp 2 miliar itu. "Konsepnya sudah dibuat sejak Juni lalu," katanya. Tujuan pembuatan iklan, ia menjelaskan, adalah menjaring dukungan masyarakat dengan dana yang terbatas. "Jika berdampak pada citra partai, itu sudah risiko," ujarnya. Ia mempersilakan pihak-pihak yang keberatan dengan iklan itu mengajukan gugatan ke Komisi Penyiaran Indonesia atau Dewan Pers. Meski iklan sudah dihentikan, hingga kemarin protes kepada PKS masih mengalir. Melalui siaran persnya, Serikat Pengacara Rakyat menyatakan PKS tidak punya hak menjadikan seseorang sebagai pahlawan atau guru bangsa. TOMI ARYANTO | EKO ARI WIBOWO http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/11/13/headline/krn.20081113.147917.id.html -- Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest >> al-Ra'd [13]: 28 [Non-text portions of this message have been removed]

