----- Original Message ----- From: MP_Masnur To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, November 13, 2008 4:45 AM Subject: FW: jadual kajian ahlus sunnah wal jamaah seantero nusantara
Assalamu 'alaikum, Mungkin ada yang butuh infonya. Untuk mengetahui kapan dan dimana lokasi kajian ahlus sunnah terdekat dengan posisi kita, maka sila diliat di : http://jadwal.kajian.org/ semoga bermanfaat dunia akhirat! Karna yang pasti, menuntut ilmu syar'I adalah jalan menuju surga. Dan ilmu syar'I jauh lebih baik dan berharga daripada harta dunia. Ttg keutamaan ilmu : http://www.almanhaj.or.id/content/2313/slash/0 Sebagai bahan renungan : Kita semua PASTI akan mati. Orang yang cerdas bukan professor matematika ato technical expert tapi mereka yang bisa berpikir panjang sampai akhirat dan mempersiapkan dirinya untuk akhirat. Coba bayangkan, klo seandainya kita meninggal dan kiamat masih 1000 tahun lagi, maka kita akan menunggu di kuburan selama itu dalam kondisi nikmat ato azab. Bayangkan, kita akan menunggu lebih lama dari usia kita di dunia. Sementara berapa persen dari usia kita yang secara optimal kita gunakan untuk persiapan menghadapi alam berikutnya. Padahal dalam setiap tarikan nafas kita tanpa kita sadari merupakan jalan menuju kematian yang semakin dekat, dekat, dekat dan pasti. Dan klo seandainya kita bisa mendengar siksa kubur, maka saya yakin tidak akan ada manusia yang sibuk di kantor, di site, di mall dll, semuanya pasti ngumpul di masjid. Itulah hikmah terbesar kenapa Allah menutup kuping kita dari jeritan mereka yang sedang disiksa di kuburan. Biar roda kehidupan bisa berjalan sesuai takdirNya. Semoga kita semua mendapatkan nikmat kubur! Dan semoga kita bisa tersadar dari buaian syaitan, utamanya penulis bahwa janganlah kita terlalu disibukkan oleh sesuatu yang udah PASTI dijamin oleh Allah, yakni rezki dunia tapi kita seharusnya disibukkan untuk mencari sesuatu yang tidak dijamin yakni hidayah dan ridho Allah. Dan hanya dengan cara menuntut ilmu syar'i-lah maka insya Allah hidayah dan ridho Allah bisa kita dapatkan. Wassalam, [Non-text portions of this message have been removed]

