Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamualaikumwarahmatullaahiwabarakaatuhu
Saudara-saudaraku rahimakumullahulakum.
Allah Subhanahu Wataala Berfirman dalam kitabnya yang mulia : Wahai
orang-orang beriman, jauhilah oleh kamu berburuksangka, karena buruksangka itu
adalah suatu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan atau aib
seseorang, dan janganlah kamu bergunjing sesama kamu, apakah kamu menyukai
memakan bangkai daging saudaramu yang sudah (mati, atau busuk), sedangkan kamu
membencinya
Dalam satu ayat diatas ada tiga hal yang harus kita hindari:
Pertama berburuksangka,
kedua mencari-cari aib atau kesalahan orang lain,
ketiga bergunjing.
Bagaimana dengan berburuksangka dan bagaimana menghindarinya?
Pertama, lebih baik sibukkan cacat diri sendiri ketimbang cacat orang lain
Kedua, utamakan berbaik sangka lebih mendominasi pada pikiran kita apabila kita
melihat suatu hal yang bisa jadi kita belum mengetahuinya, atau kita tidak
menyukainya..
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa untuk menghindari buruksangka, maka
berikan obsesi puluhan
oh..mungkin ia begini,..oh..mungkin ia
begitu..oh..mungkin
dst..
Seorang ulama, maaf saya lupa namanya, namun ia ulama salaf mengatakan :
Berbaiksangka itu akan menenangkan jiwa dan hati kamu, menghindari sakit hati,
walaupun dalam sangka baik itu tidak benar adanya, namun kebaikan tetap pada
dirimu, sementara buruksangka itu akan menghitampekatkan hati kamu, membuat
jiwamu risih, sibuk urusan orang lain, sementara dirimu terlupakan, walaupun
buruksangka yang kamu lakukan itu benar adanya, namun tetap itu tak akan pernah
menguntungkan dirimu
Bagaimana dengan mencari-cari kesalahan dan aib orang lain?
Ingatlah sebuah peringatan Intropeksi diri kamu sebelum kamu mengintropeksi
orang lain. Dalam sebuah hadist shahih Rasulullah bersabda : Barangsiapa
yang menutupi aib seseorang, kelak diakhirat Allah akan menutupi
aibnya.membuka aib seseorang dengan tujuan menjadikan suatu pelajaran untuk
yang lainnya dibolehkan dalam Islam.
Namun untuk menjatuhkannya, menghalangi, menggeserkan, melengserkan, serta
tujuan jelek dunia lainnya, apalagi landasannya bukan keikhlasan, tetapi rasa
lebih tinggi,lebih berjasa, lebih berjabat, lebih berkuasa, lebih memiliki,
lebih tua, lebih berilmu dan lebih segala-galanya, dilarang dalam Islam.
lihatlah firman Allah tentang celakanya Abu Lahab dan istrinya yang suka
merusak dakwah Rasulullah dengan menghalangi beliau berdakwah berbagai cara,
hanya dikarenakan tidak suka Islam maju, merasa disaingi oleh saudara sendiri,
dan merasa dialah yang lebih berhak memiliki, berjasa dan berkuasa, dan zaman
semacam Abu Lahab dan istrinya ini akan terus ada sampai kapanpun dan oleh
siapapun hanya caranya saja yang berbeda..
Namun dengan sengaja membuka-buka aib seseorang, suami/istri sangat-sangat
dibenci dalam Islam, kecuali seorang suami/istri meminta fatwa(jalan keluar
dalam problema RT), karena pernah terjadi beberapa orang perempuan mengadu pada
Siti Aisyah dan menceritakan kekurangan atau aib suaminya masing-masing,
tujuannya adalah bagaimana penyelesaiannya, atau tujuan baik tertentu, bukan
suatu bentuk kekesalan, atau kebencian saja, karena Rasulullah bersabda
sejelek-jelek manusia adalah mereka yang membeberkan aib pasangannya(silahkan
dibuka shahih Bukhari Muslim kisah dan hadist ini, sangat panjang lafaznya)..
Bagaimana dengan bergunjing?
Apa itu gunjing? Rasulullah bertanya pada para sahabatnya : Tahukah kamu apa
itu ghibah? , sahabat menjawab Allah dan RasulNya lebih mengetahui.Kemudian
ulas Rasulullah lagi Engkau menyebutkan tentang saudaramu pada oang lain,
atau sesame kamu (dibelakangnya), apa-apa yang tidak ia sukai mendengarnya.
Ditanya lagi : Ya Rasulullah, bagaimana apabila yang disebutkan itu benar
adanya? apabila benar adanya pada dirinya maka kamu telah bergunjing, dan jika
tidak benar, kamu telah menuduhnya yang bukan-bukan
Itulah bahaya dari penyakit ketiga diatas, asal muasalnya bisa dari buruksangka
saja, akhirnya dicari-cari kesalahan, kemudian digunjingkan, maka
berlipat-lipatlah dosanya, menjadi kelipatan entah keberapa.
Dalam hal bergunjing ini ada beberapa yang dibolehkan dalam Islam, pertama
bertujuan untuk mencheck recheck, kita bertanya dibelakangnya, atau tujuan baik
lainnya, serta dibolehkan bergunjing apabila memang orang yang sudah terkenal
kejahatannya, atau kejelekannya. (untuk penjelasan lengkap mengenai hal ini
bisa dibaca dibuku tafsir-tafsir surah Al Hujuraat)
Demikian semoga bermanfaat buat kita bersama-sama dan mari bulatkan tekad
menghindari penyakit-penyakit hati ini, karena sama sekali tidak menguntungkan
diri kita sendiri, bahkan sangat-sangat merugikan kita, jangan sampai kita
tertanam oleh lobang yang kita gali sendiri, cepatlah menyadari kesalahan dan
bertaubat sebelum terlambat, dan untuk dosa sesama manusia harus lah
menyelesaikannya dengan manusia itu sendiri dengan meminta maaf kepadanya,
ketimbang kelak diakhirat kita dituntut pertanggungjawaban akan hal ini.
Seharusnya masuk surga ngak jadi, terhalang karena banyak hutang pada orang
lain. Hutang duit, hutang dosa , hutang kejahatan yang kita lakukan sadar
ataupun tidak sadar, sengaja ataupun tidak sengaja, terang-terangan dan
tersembunyi, dan hutang lainnya. Naudzubillahimindzalik.
Perbanyak maaf bila ada kata yang salah, wassalamualaikum.
Rahima
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/