Ikwani wa akhwati fillah, kaifa halukum?moga sehat semuanya. Amin.. Kita 
sebagai orang yang lebih mengetahui tentang ilmu agama dari pda kaum awam. 
Dalam hal ini ilmu hadits, harus senantiasa menggunakan hadits-hadits yang 
shohih yang paling diutamakan bagi seorang da'i/penceramah. Yang mana apa yang 
disampaikan dan diucapkan dari lidahnya yang tidak bertulang, akan dimintakan 
pertanggung jawabannya kelak, begitu juga dalam dakwah lewat tulisan.

Memang kita boleh memakai hadits-hadits hasan, hasan lighoirihi, bahkan 
dho'ifpun bisa (ada perbedaan pendapat), tapi jangan coba-coba memakai hadits 
maudhu'/palsu bisa menyesatkan, akan tetapi kalau ada yang lebih baik alias 
shohih mengapa kita tidak memakainya. 

Dalam hal ini biasa dikenal dengan kutubussittah (Shohih bukhori, Muslim, Abu 
dawud, Thurmudzi, Annasa'i, ibnu Majah)  Dalam kitab tersebut sudah pasti 
shohih baik periwayatan dan matannya.  

Kita lihat bersama, sebagian dari kyai atau da'i di Indonesia dengan seenaknya 
sendiri menggunakan hadits-hadits maudhu' alias palsu, yang mana bisa membuat 
orang yang mendengarnya tertawa, senang dan gembira. Padahal disisi lain dia 
telah menyebarkan kebodohan dan kepalsuan diantara ummat islam.

Biasanya kebanyakan dari mereka berpedoman kepada kitab durrtunnashihin, 
qarratul 'uyun dan sebagainya, setelah diteliti ternyata banyak hadits-hadits 
yang dho'if di dalamnya dsb. Yang disebut hadits adalah segala perkataan, 
perbuatan, dan sikap Nabi Muhammad SAW, kalau bukan ya bukan hadits akan tetapi 
perkataan sahabat, tabi'in dst.

Pokoknya, wahai para da'i masa kini, harus bisa mentrasfer ilmu-ilmu yang bisa 
bermanfaat bagi ummat islam khususnya. Bukan malah membodohkannya 
na'udzubillah... Wallahu a'lam bisshawab



      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke