Islam tidaklah dibatasi oleh wilayah, warna kulit, suku bangsa atau bahasa 
karena islam adalah
agama Allah yang mengikat seluruh umatnya dengan dua kalimat syahadat.  
Sesungguhnya umat Islam
adalah umat yang saling senasib sepenanggungan dalam setiap keadaan, baik 
senang maupun susah,
perang maupun damai.  Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak 
mengkhianati, tidak
menghinakan dan tidak merendahkannya.  Wajib bagi kaum Muslimin untuk sebagian 
mereka mengokohkan
sebagian yang lainnya seperti satu tubuh. Islam tidak membolehkan kita hidup 
dalam keadaan kenyang
dan nyaman serta sejahtera, namun dengan melupakan saudara-saudara kita yang 
lagi menderita. 
Didalam fiqih Islam disebutkan, apabila seorang wanita Muslimah ditawan di 
sebelah timur maka
wajib bagi orang-orang yang di sebelah barat untuk membantu membebaskannya.

Saat ini, diri kita secara fisik memang tidak bisa hadir di tanah Jihad, 
Palestina.   Namun itu
bukanlah alasan untuk kita berdalih bahwa kita tidak bisa membantu saudara kita 
-saudara seiman,
sesama umat Nabi Muhammad SAW- yang sedang berjihad di Jalur Gaza.  

Selipkan doa di setiap sujud kita dengan menghadirkan hati dan jiwa kita untuk 
saudara kita di
Palestina, infaqkanlah sebagian dari harta kita, berpuasalah barang sejenak 
atas nafsu
mengkonsumsi produk-produknya Yahudi USA dan Israel,  teriakanlah gema takbir 
dalam setiap aksi
menentang Zionis Yahudi Israel. 

Semoga, melalui lantunan doa dan teriakan takbir kita yang saling sahut 
menyahut dengan takbir
saudara-saudara kita di berbagai belahan lain dunia, yang berlafaz sama dengan 
doa dan takbir para
pejuang Hamas Palestina, bisa jadi waktunya pun bersamaan pula, akan 
menggetarkan langit dan
membuat Allah SWT berkenan menurunkan pertolongan-Nya bagi para pejuang Hamas 
Palestina.  

Dan, janganlah lupa, bermunajatlah, semoga pula, kelak akan terbuka kesempatan 
buat kita dapat
hadir secara fisik di sana, untuk turut menggapai Surga-Nya dengan menjadi 
Syuhada.  Allahu Akbar
!!! .

*****

Ketika jalan menuju Jalur Gaza terbentur izin dari pihak Israel yang tidak akan 
pernah diberikan
bagi siapapun yang hendak membantu Palestina, ditambah beberapa negara yang 
berbatasan langsung
dengan Palestina pun tak memiliki nyali besar untuk membuka perbatasannya 
bahkan untuk sekadar
memberi visa  –izin masuk-  ke negaranya.  Ini  bukan alasan untuk tidak bisa 
pergi ke
Palestina.  Ada jalan rahasia yang telah ada ribuan tahun yang lalu dan banyak 
sudah yang menempuh
jalur ini hingga sukses membantu saudara-saudara mereka yang menderita. Cara 
ini yang selalu
ditempuh oleh kebanyakan kaum Mukminin ketika mereka berhadapan dengan tembok 
besar, gunung tinggi
atau jurang terdalam yang membuatnya tak mampu bergerak kemanapun.
Inilah jalan itu…

Jalan pertama, berdoa. 

Jangan sangsikan kedahsyatan sebuah doa, terlebih doa dari orang-orang yang 
terzalimi atau doa
yang dihadiahkan untuk saudara-saudara yang dizalimi. Jutaan burung Ababil bisa 
tiba-tiba datang
menghancurkan kekuatan pasukan gajah pimpinan Raja Abraha, Nabi Musa alaihi 
salam bisa membelah
laut dengan doanya, Mujahid Badar bisa mengalahkan pasukan yang jumlahnya 
sepuluh kali lebih
banyak.  Menjelang perang Badar, jumlah yang tak sebanding, perbekalan sedikit 
membuat kaum
muslimin merasa kecil. Saat itu, Rasulullah SAW berdoa,  " Ya Allah berilah aku 
apa yang telah
Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, apabila Engkau binasakan kaum muslimin ini, 
Engkau tidak akan
di sembah lagi dibumi ini ".  Maka sesuai janji-janji-Nya, seribu malaikat 
turun dari langit
bergabung dalam pasukan Badar, kaum muslimin mampu mengalahkan pasukan yang 
besar, memenggal
kepala para musuh dan mematahkan jari-jari kaum kafir.  

Selipkan doa untuk saudara-saudara kita di Palestina  –juga di belahan bumi 
manapun-  di setiap
sujud kita, terutama di pertengahan malam dalam bingkai tahajjud.  Saat sujud, 
hadirkan
wajah-wajah pejuang Palestina dan yakinlah bahwa disaat yang sama 
saudara-saudara kita di sana pun
tengah bersujud, atau tengah memeroleh kekuatan berlipat ganda oleh sebab 
doa-doa kita.  

Percayalah, melalui doa sesungguhnya kita telah hadir bersama mereka, berjuang 
bersama-sama di
tanah jihad Palestina, merasakan sakit yang sama.  

Demikian menyatunya setiap mukmin hingga saudaranya terluka ia pun merasakan 
sakitnya, bukankah
hati dan jiwa seluruh mukmin menyatu dalam ikatan yang sangat kuat ?.

Jalan kedua, membantu perjuangan mereka dengan apa yang kita punya. 

Saat diri secara fisik tidak bisa hadir, harta kita bisa sampai di Jalur Gaza, 
darah kita bisa
memberi mereka kehidupan. Orang tua, wanita, dan anak-anak di Gaza kelaparan, 
berjuang bertahan
hidup dengan lubang-lubang peluru di tubuh mereka.  Darah yang kita donorkan, 
meski setetes akan
membuat mereka bangkit dan kembali berjuang. Saat itulah, semangat pembelaan 
kita ikut melempar
batu ke arah tank dan panser Yahudi Israel. Kalaupun ada darah yang keluar 
akibat tertembus peluru
panas, darah kitalah yang ikut mengalir.  Sedekah yang kita keluarkan, kemudian 
disalurkan dalam
bentuk makanan dan obat-obatan bagi para mujahidin Palestina. Kekuatan mereka 
pulih setelah
mendapat pasokan dan luka mereka diobati, ketika itulah kekuatan kita berpadu 
dalam langkah para
pejuang.  

Pejamkan mata, sebenarnya kita sudah hadir dan ikut berjuang disana melalui 
harta yang kita
sisihkan untuk mereka.   Memang kita belum bisa meniru Usman bin Affan yang 
menyerahkan semua
harta perniagaannya untuk perjuangan.    Begitu pula dengan Abu Bakar Ash 
Shiddiq yang tak
menyisakan sedikit pun untuknya hingga Rasulullah bertanya  “apa yang tersisa 
untukmu dan
keluargamu ? ” .  “ Allah dan Rasul-Nya… ”,  jawaban yang hanya bisa keluar dari
sahabat-sahabat dengan kadar keimanan tertinggi.

Tetapi sedikit sedekah kita tetap bernilai sama dengan apa yang dilakukan 
sahabat Rasulullah,
sekeping infak dari hati yang ikhlas akan menjelma menjadi peluru dahsyat yang 
akan mengoyak
jantung para serdadu Israel, menembus topi bajanya dan memecahkan kepala 
agresor yang sombong itu.

Masih ada jalan lain, teriakan takbir kita dalam beragam aksi menentang 
penjajahan Israel atas
tanah berdaulat Palestina, sahut menyahut dengan takbir saudara-saudara lain di 
berbagai belahan
dunia.  Kalimat takbir itulah yang menggetarkan langit, membuat Allah 
menurunkan jutaan malaikat
untuk membantu pejuang Palestina. 

Teriakan  “ Allahu Akbar ”  dari kita, sama lafaznya dengan yang diteriakkan 
pejuang
Palestina, bisa jadi kita berteriak lafaz yang sama dalam waktu bersamaan pula. 

Sungguh, kita benar-benar hadir berkali-kali di Jalur Gaza… Meski saat ini 
belum bisa hadir
secara fisik di Palestina, hati dan jiwa, darah dan harta kita sudah di sana. 

Percayalah sobat, peliharalah semangat ini, kelak terbuka kesempatan 
sesungguhnya buat kita hadir
secara fisik di sana.  Allahu Akbar !!! .

Banyak Jalan Menuju Palestina.
http://www.warnaislam.com/rubrik/monolog/2009/1/17/36480/Banyak_Jalan_Menuju_Palestina.htm

*****

Para petani di Israel mulai merasakan dampak boikot yang dilakukan sejumlah 
negara di dunia
sebagai bentuk protes atas agresi keji militer Israel ke Jalur Gaza. Mereka 
mengatakan, sejumlah
negara dan distributor dari Arab dan Eropa telah membatalkan pesanan 
hasil-hasil pertanian dari
para petani Israel.  " Kami mengekspor buah kesemak dan karena peperangan, 
sejumlah negara dan
distrubutor membatalkan pesanan mereka. Paket-paket buah yang siap ekspor itu 
kini menumpuk di
gudang dan ini menyebabkan kerugian besar buat kami ", kata Giora Almagor, 
seorang petani buah
pada surat kabar Israel Yediot Aharonot.  " Makin lama buah-buah itu menumpuk 
di gudang,
kualitasnya akan makin menurun. Kami juga harus membayar biaya pendingin 
buah-buah tersebut dan
biayanya cukup besar ", sambung Almagor.

Menurutnya, banyak pengapalan buah ke Yordan dibatalkan. Sejumlah negara di 
Skandinavia juga
menyatakan membatalkan pesanan mereka akibat agresi Israel yang masih 
berlangsung di Jalur Gaza.
Direktur Organisasi Petani Buah di Israel, ilan Eshel mengatakan, pembatalan 
pesanan dari
negara-negara Skandinavia antara lain dilakukan importir dari Denmark, Norwegia 
dan Denmark.
Beberapa perusahaan Inggris juga membatalkan kesepakatan dagang dengan sejumlah
perusahaan-perusahaan Israel.  " Ada dua atau tiga perusahaan informasi 
teknologi yang menolak
proposal bisnis yang diajukan perusahaan-perusahaan Israel ",  kata atase 
perdagangan Israel di
Inggris, Gil Erez.

Sejumlah penulis Inggris juga sudah banyak yang menulis artikel berisi seruan 
boikot produk Israel
sebagai bentuk protes atas agresi Israel ke Jalur Gaza. Di Turki, persatuan 
kerjasama Turki
mengumumkan embargo terhadap semua bentuk pembiyaan dari perusahaan Israel. Di 
Malaysia, para
pengusaha dan pebisnis di sana sudah menyebarkan kampanye boikot produk Israel 
dan AS.

Petani menyesali peperangan yang dikobarkan pemerintahnya di Gaza. Para petani 
Israel
mengkhawatirkan makin meluasnya gerakan boikot ini.  "Bisnis kami berjalan 
lancar, sampai akhirnya
perang ini terjadi. Semuanya menjadi buruk dan suara-suara yang menyerukan 
boikot produk Israel
makin sering terdengar", keluh Almagor.

Petani Israel Rugi Besar Akibat Geraikan Boikot
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/petani-israel-rugi-besar-akibat-geraikan-boikot.htm

*****

Perusahaan minuman ringan Coca Cola menyatakan kekhawatirannya atas seruan 
boikot terhadap produk
minuman tersebut dan produk-produk AS lainnya yang dilakukan oleh 
organisasi-organisasi Muslim di
Malaysia, menyusul serangan brutal Israel ke Jalur Gaza.

Pihak Coca Cola mengatakan, seruan boikot itu bisa mengganggu perekonomian 
Malaysia dan warga
negeri Jiran itu sendiri. "Seperti semua orang, kami sangat prihatin dengan 
situasi kemanusiaan di
Timur Tengah", kata Kadri Taib, humas dan direktur komunikasi perusahaan Coca 
Cola Malaysia dalam
pernyataannya. "Karena bisnis kami yang bersifat lokal, kami yakin seruan 
boikot terhadap
produk-produk kami bukan cara yang tepat, karena yang akan paling terpukul 
adalah perekonomian,
bisnis dan warga lokal sendiri", ujarnya. Dalam pernyataannya, Taib mengatakan 
bahwa Coca Cola
Malaysia mempekerjakan sekitar 1.700 warga Malaysia dan 60 persen dari 
pegawainya adalah Muslim.

Organisasi-organisasi Muslim di Malaysia menyerukan boikot terhadap 
produk-produk AS, termasuk
Coca Cola dan franchise kedai kopi Starbucks dalam aksi protes yang mereka 
gelar hari ini di
Masjid Nasional di Kuala Lumpur.

Seruan boikot itu disambut oleh Asosiasi Konsumen Islam Malaysia dan Asosiasi 
Pengelola Restoran
Muslim Malaysia. Mereka tidak lagi menyediakan minuman Coca Cola dalam menu di 
restoran-restoran
mereka yang jumlahnya ribuan. "Kami berharap konsumen Muslim secara penuh ikut 
serta mengirimkan
pesan yang kuat pada Israel dan sekutu-sekutunya agar tidak terus menerus 
menganiaya umat Islam",
demikian pernyataan Asosisasi Konsumen di Malaysia.

Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohammad juga menyerukan boikot secara 
luas produk-produk
AS dan mata uang dollar sebagai bentuk protes atas dukungan AS pada Israel.   
"Mereka tidak akan
mati jika tidak menggunakan produk AS", kata Mahathir yang ikut berunjuk rasa 
bersama 5.000 warga
Malaysia di depan kedubes AS.

"Saya berharap Starbucks dan McDonald's tidak beroperasi lagi di sini", tandas 
Mahathir yang juga
menyerukan agar negara-negara Arab menghentikan pasokan minyaknya ke AS.

Seruan boikot produk AS pro Zionis juga dilontarkan dalam aksi massa di Italia. 
"Kita tidak bisa
tinggal diam melihat apa yang terjadi di Gaza. Kami sudah mempertimbangkan 
untuk membuat daftar
pengusaha yang memiliki kaitan dengan Tel Aviv, karena masyarakat tidak banyak 
tahu siapa saja
mereka", kata Giancarlo Desiderati, anggota lembaga perdangan di Italia.

Sayangnya, di Indonesia gerakan boikot ini belum menggema.  Para pengusaha dan 
tokoh-tokoh di
Indonesia belum ada yang berani secara terbuka menyerukan boikot terhadap 
produk-produk AS
pendukung Zionis Israel.

Coca Cola Malaysia Ketar Ketir.
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/coca-cola-malaysia-ketar-ketir.htm

*****

  
---------------------------------
  
  Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah
  klik
  http://www.SyaikhAchmadSyaechudin.org
    
---------------------------------
  



      Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari 
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke