Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
SAYONARA.
Saya tidak tahu, kenapa setiap mengingat lagu Sayonara ini, air mataku sering
seakan mau jatuh saja. Syukur masih bisa kutahankan dengan ketegaran hatiku.
Ada apa sih dengan lagu itu.
"Kini, tiba saat berpisah,..
Jangan bersedih hati,..
Kini,..akan tiada lagi,
..
Sayonara
sayonara
selamat tinggal
.
Yah,..lagu ini bisa saja dirubah-rubah liriknya sesuai dengan kepentingan yang
menyanyikannya.
Yang pasti lagu ini sangat mengingatkan diriku akan situasi pesantren Diniyyah
Puteri Padang Panjang, yang mana selama 4 tahun aku bersama-sama teman
sebayaku, adik kelas, kakak kelas yang penuh dengan segala macam suka dan duka.
Setahuku, disanalah diriku tumbuh menjadi dewasa dan bisa memahami banyak orang
lain, dimana sebelumnya hidupku sangatlah egoisnya, karena sebelum aku hidup
dipesantren, aku hidup bersama dengan kedua orang tuaku, kakak-kakakku, yang
penuh dengan kemanjaan, bahkan boleh dikatakan yang paling dimanjakan, sehingga
tak pernah sedikitpun tangan orang tuaku melayang kemanapun di tubuhku. Aku
memang dibedakan dari kakak-kakakku yang mereka selalu membuat kesalahan dan
sering kena pukul, sementara aku anak yang patuh pada orang tua, makanya tak
pernah kena pukul sedikitpun. Namun, ini membuat diriku jadi egois, merasa diri
sudah sempurna, lebih dari kakak-kakakku yang lain, karena merasa tak pernah
bersalah saja.
Sangat banyak manfaat yang kudapatkan hidup bermasyarakat di pesantren dengan
segala macam pola, karakter jiwa dan tingkah seseorang. Mulai dari teman
sebayaku, kakak kelas, adik kelas, semua pergaulan itu, dari berteman dengan
orang yang alimnya minta ampun, sampai berteman dekat dengan peminum khamar,
merokok(jujur ini dilakukan oleh anak pesantren perempuan lagi, karena mereka
dimasukkan pesantren bukan kemauannya sendiri, tetapi atas kemauan ortunya,
begitulah akhirnya). Jujur saja, aku sendiripun masuk pesantren atas kemauan
ortuku juga, tetapi karena memang patuh sama ortu jadi pelarianku tidak kepada
minuman/serta merokok itu, tetapi kemesjid, ngaji dan shalat saja.
Aku berteman dengan mereka yang nakalnya minta ampun itu. Aku sama sekali tak
merendahklan mereka, berusaha untuk mencoba mengerti saja. Bahkan terkadang aku
lebih senang berteman dengan mereka ketimbang yang dari luarnya alim, tak
taunya hatinya busuk, punya sifat iri dan punya penyakit yang mematikan dan
sangat kronis, yaitu penyakit :"SMOS-SMOS" (Senang Melihat Orang Susah-Susah
Melihat Orang Senang).
Kondisi hidup dari pagi-malam bersama sekian ratus, bahkan mencapai seribu
lebih manusia membuat diriku justru lebih bisa mengerti akan arti dari hidup
ini. Kita tak boleh egois, kita tak boleh merasa hebat sendiri, kita tak boleh
merasa semua milik diri kita sendiri, dan kita tak boleh merasa mau bahagia
sendiri.
Hidup berkecimpung dalam dunia keperempuanan, membuat diriku, sangat faham akan
gelagat perempuan.Aku memiliki teman akrab dari tingkatan teman sebaya, kakak
kelas, adik kelas, yang semua mereka baik wajah ataupun namanya tak bisa
kulupakan sama sekali.Dan semuanya membawa nilai yang cukup positif dalam
pembentukan jiwa dan keilmuwanku. Aku dilatih menjadi seorang yang mengerti
segala kekurangan dan kelebihan seseorang, aku juga dilatih untuk bersabar dan
menyayangi orang lain, tak mementingkan diriku sendiri, dan aku dilatih untuk
terbiasa selalu banyak memberi ketimbang menerima.Aku juga dilatih untuk
selalu memperhatikan orang yang justru banyak memberi kepadaku, selalu
berusaha membalas jasa orang terhadapku, dan tak akan pernah melupakannya.
Ketika kelas III KMI, aku harus siap berpisah dengan lingkungan pesantrenku
yang penuh dengan kenangan indah. Sungguh, betapa pilu hatiku berpisah dengan
semua orang disana, terutama sahabat karibku, yang meskipun setelah hamper 25
tahun kami berpisah, dia tetap saja mengirimkan card ucapan Lebaran ke alamatku
di Indonesia, karena dia sudah menjadi warga Negara Malaysia. Sungguh dia
adalah teman yang baik, yang mengajari aku melafazkan bacaan AlQuran dengan
fasih, karena ia mantan Qariah Nasional. Kami selalu shalat tahajjud
bersama-sama, tempat tidur kami selalu berdampingan mulai dari masa Pra KMI,
sampai tammatpun, selalu bersama-sama, meski dalam pergaulan dengan teman
lainnya, kakak kelas, tidak juga terganggu. Kami sangat menjaga arti sebuah
persahabatan itu, dan kami sangat bisa memengerti satu sama lain, sehingga tak
pernah kami bertengkar oleh apapun.Sungguh aku sangat sedih ketika akan
berpisah dengannya setelah tammat.karena dia telah
mengajarkan aku sesuatu yang teramat penting, yakni AlQuran. Apa yang
didapatkannya dari diriku, akupun tak tahu, yang pasti kami saling take and
give.
Kesedihanku berpisah dengan teman akrabku itu, tidaklah berlangsung lama,
karena aku memulai hidup baruku di Kairo, dan satu kamar dengan orang Thailand,
yang tak bisa berbahasa Melayu. Komunikasi kami, kalau tak bahasa Inggris yah
bahasa Arab. Dia sudah tingkat IV(kakak kelas), sementara aku baru tahun
pertama di Al Azhar itu. Dari dialah aku banyak mendapatkan bimbingan dan
semangat belajar, sehingga wajar saja tahun pertama aku naik tingkat, itu semua
berkat dorongan dan jasanya juga.
Mungkin tak semua orang Thailand seperti yang aku ceritakan ini. Karena watak
manusia berbeda-beda. Yang ini lain lagi, ngak sampai sebulan kami bersama
sudah bisa akrab, bagaikan kakak-adik kandung saja. Namun sayangnya, kakak
kelasku orang Thailand ini, setia kawannya sangat tinggi sekali, saking
tingginya, saya berteman dengan teman Indonesia yang lainpun dia sepertinya
marah. Maunya saya, hanya dia teman saya satu-satunya. Tidak seperti teman
akrabku kemaren ketika di Diniyyah. Aku agak sedikit terikat dengan yang satu
ini, orangnya baik sekali, anak dari orang kaya raya di Thailand itu. Sayangnya
hanya satu ini saja, dia menangis kalau saya dekat juga dengan teman
lainnya.(lucu juga saya pikir, padahal banyak juga yang suka berteman
dengannya, habis orangnya selain cantik, kaya, lembut, dan pendiam, siapa yang
menyangka, kalau dia setia kawan luar biasa), namun menurut penuturannya,
setelah tiga tahun pernah berteman dan sekamar dengan orang
Thailand lainnya ataupun dengan Indonesia lainnya, baru bersama saya dia
mendapatkan ketenangan, perhatian dan benar-benar keikhlasan. Hal ini dapat
dirasakannya, menurut penuturannya, berteman dengannya bukan karena dia orang
kaya, bahkan justru mulanya saya kelihatan cuek. Sebenarnya aku bukan type
perempuan cuek, tetapi sebelum mengenal betul seseorang, memang cuek, karena
ngak mau dibilang "CAPER( Cari Perhatian)", tetapi bila telah mengenalnya,
perhatianku padanyapun cukup tinggi, dan aku jarang melepas ikatan persahabatan
itu sampai memang waktu dan kondisi yang memisahkan kami.
Yah, setahun bersamanya, dia sudah tammat Lc. Sementara aku baru naik ke
tingkat II. Ucapan Sayonara untuk yang kesekian kalinya kurasakan lagi. Tapi,
lagi-lagi, aku tak pernah larut dalam kesedihan perpisahan itu, karena bagiku
:"Patah Tumbuh Hilang Berganti, Mati satu, Tumbuh Seribu".
Kini, aku merasakan kembali Perpisahan yang lebih memilukan lagi. Yakni
anak-anak tak berdosa dari para Ibu yang tergilas dari kekejaman dan kebiadaban
tentara Israel, di Gaza sana. Sungguh, ini suatu Sayonara yang lebih perih
sepanjang sejarah hidup yang kurasakan. Aku tak kuat meneguk nasi bercampur
sambal daging ayam, sementara disana ada anak-anak kelaparan, merintih perih,
lebih perih dari sembayat sembilu pedang ataupun setajam pisau silet(Bukan
SILET dalam acara Gosip Artis di RCTI). Benar-benar tajam dan ganas kematian
ribuan manusia tak berdosa.
SAYONARA
SAYONARA
duhai para anak-anak, ibu-ibu, tentara dan masyarakat
Palestina. Betapa Tragis nasibmu kini.Siapakah yang sanggup menahan kekejaman
Israel, Yahudi yang memang sudah terkenal dari sononya, sejak dahulu kala, suka
ingkar janji, suka pembuat huru hara, kerusakan dimuka bumi ini. Tak sedikit
ayat-ayat AlQuran yang memperingatkan dan menceritakan watak mereka-mereka itu.
Pemerintahan Mesirpun sampai tak kuasa mengepakkan sayapnya, mencuarkan
muncungnya untuk menahan kekejaman Israel. Semua karena apa? Karena takut.
Siapapun yang berani menantang mereka, akan mendapat ganjaran yang lebih parah
lagi.
Yah,..Ummat Islam hampir diseluruh penjuru dunia mengalami krisis "Ketakutan"
yang amat parah.Banyak yang saling menyalahkan. Akh
Mesir salah, Saudi salah,
Negara islam di Timteng salah, pokonya SEMUANYA seakan-akan bersalah. Saling
tuding menuding. Itulah yang dapat dilakukan sebahagian ummat Islam untuk
sementara ini, paling tidaknya.
Berusaha untuk membentu, menggalang dana, sampai donor darah, uang saku keluar,
pemboikotan, dan segala macam cara.
Namun, apakah semua cara dan metode ini dapat menghentikan kebiadaban Yahudi?
Apakah ummat Islam perlu memasang strategi Perang habis-habisan sebagaimana
yang pernah dilakukan oleh zamannya Rasulullah dan sahabat dahulu kala?
Allahu'alam. Pasti ada Pro dan Kontra dalam hal ini.
Sayonara..sayonara, untuk Bush yang sempat kecipratan lemparan sepatu di akhir
masa jabatannya, dan manusia diseluruh penjuru dunia menggantungkan nasibnya
ditangan Obama.
Akh
kalau aku sih TIDAK!!, untuk ketergantungan pada manusia. Mungkin bagi
rakyat kecil seperti aku ini, hanya mampu berdo'a untuk keselamatan ummat Islam
seluruh dunia, serta berusaha untuk tidak memperkaya Yahudi dengan memakai
produknya(kecuali memang terpaksa sekali,.yah..semacam/sejenis fasilitas gratis
internet).Aku yakin dan percaya akan KEKUATAN DO'A.
Katakanlah :"Sayonara untuk Produk Yahudi"
SAYONARA
.SAYONARA
masa kegemilangan dan kejayaan Ummat Islam. Kini tinggal
nama dan puing-puing kehancuran, untuk kelak di suatu hari nantik, Allah Ta'ala
yang turun tangan langsung. Hanya saja, sesuai janjiNya :"Allah tidak akan
pernah merubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu sendiri yang akan
merubahnya".
Mungkin, kita perlu membenahi kembali keimanan kita, keilmuwan kita, ibadah
kita, rasa solidaritas kita terhadap sesama. Membuang jauh-jauh sikap keegoisan
yang bisa mematikan dan justru menimbulkan kemiskinan yang berkepanjangan,
menciptakan dan menanamkan rasa kasih sayang, menjauhi segala macam penyakit
hati yang lebih mematikan ketimbang penyakit kanker stadium IV sekalipun.
Terakhir tawakkal dan konsisten, tanggung jawab terhadap segala perkataan dan
perbuatan kita.
Wassalamu'alaikum. Biaro, 21 Januari 2009. Rahima.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===
Paket Umrah Mulai US$ 1.490
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/