Wa'alaikum salam wr wb, Saya tidak ingin membahas Salafi atau bukan karena bisa jadi perkataan/tindakan seseorang dari yg kita anggap Salafi ternyata tidak mewakili keseluruhan.
Meski demikian, sekedar mengingatkan firman Allah SWT, hendaknya kita sebagai ummat Islam: 1. Tidak berpecah-belah dan bermusuh2an. "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [Ali 'Imran:103] Kita harus ingat yang namanya ummat Islam itu hanya satu. Kalau pun ada Ikhwanul Muslimin, Tarbiyah, Hizbut Tahrir, Salafi, Ahlus Sunnah wal jama'ah, itu sekedar nama kelompok/hizb. "Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat" [Ali 'Imran:105] 2. Orang beriman itu bersaudara "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." [Al Hujuraat:10] 3. Jangan merendahkan kelompok lainnya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." [Al Hujuraat:11] [1409]. Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh. [1410]. Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya. Tidak pantas orang Islam mencela ummat Islam lainnya dengan mengatai mereka sebagai hizb sementara mereka sendiri juga hizb. 4. Jangan mencari2 Kesalahan Orang Islam: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. " [Al Hujuraat:12] Setiap orang pasti salah dan lupa. Oleh karena itu tak pantas dia mencari2 kesalahan ummat Islam lainnya apalagi sampai mengkafirkannya (kecuali jika jelas menyalahi rukun Iman dan rukun Islam). 5. Cukuplah Kita Mengaku Sebagai Muslim Menurut saya tidak mengapa orang menyebut kelompok dirinya sebagai Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Salafi, dsb. Selama tidak menganggap hanya kelompoknya paling benar dan yang lain sesat/kafir. Tapi jika sudah merendahkan ummat Islam lainnya, sebaiknya cukup kita menyebut diri kita sebagai Muslim sesuai firman2 Allah sbb: "...Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu..." [Al Hajj:78] "...Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim." [Al Hijr:2] "..."Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)/Muslimuun." [Ali 'Imran:64] "Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorangpun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri." [An Naml:81] "...dan kami hanya kepada-Nya berserah diri/Muslimuun." [Al 'Ankabuut:46] "..."Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)." [Al A'raaf:126] Masih banyak lagi ayat-ayat Al Qur'an yang memerintahkan kita untuk mengaku sebagai Muslim. Hendaknya Al Qur'an yang merupakan pedoman tertinggi itulah yang kita pakai. Apalagi jumlah ayatnya banyak. Bukan hadits yang jumlahnya sedikit. Memang baik berusaha kembali kepada ajaran Islam yang benar. Namun sayangnya yang sering dijadikan panutan untuk memahami Islam justru adalah ulama muta'akhirin yang kadang hadits yang diambil hanya sepotong2 saja, sehingga akhirnya mengkafirkan ummat Islam lain yang berseberangan. Padahal ulama Salaafus Salih yang murni seperti Imam Madzhab yang 4 yang pengetahuan Al Qur'an dan Haditsnya begitu dalam (contoh Imam Syafi'ie hafal Al Qur'an pada umur 7 tahun dan hafal kitab Hadits Al Muwaththo umur 10 tahun) ketika berbeda pendapat tidak mengkafirkan/membid'ah kan satu sama lain. Inilah yang patut kita contoh. Selain itu jika ada kelompok yang mengkafirkan para mujahidin di Palestina yang melawan Israel, niscaya kelompok ini adalah sesat/khawarij meski mereka mengaku Muslim. Apalagi mereka jelas2 tidak mau mengangkat senjata kepada negara Israel yang membantai ummat Islam di Palestina. Ciri orang yang beriman adalah keras terhadap orang kafir dan saling menyayangi sesama Muslim. Jadi kalau ada yang mengkafirkan ummat Islam yang berjuang melawan negara Israel sementara dia diam tidak berjihad, dia bukan orang beriman: "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka..." [Al Fath:28] "Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela..." [Al Maa-idah:54] --- In [email protected], angki...@... wrote: > > Rekan-rekan saya mohon petunjuk nih.... > Beberapa hari yang lalu saya mendengarka radio Dakta (uztadnya saya lupa namanya Abu....) > Menurut beliau Mashab Salafi tuh bentukanya Israel(Yahudi) untuk melawan Ichwan di Mesir, karena waktu perang lawan Mesir. > Mohon petunjuknya untuk rekan-rekan yang mengetahui tentang hub. Salafi dengan Israel ya.... > Memang cara pandang Salafi sama Israel mirip, contohnya Salafi ingin memindahkan makam Rasulullah dr masjid Nabawi, dengan alasan agar umat Islam tidak mengkultuskan makam Nabi SAW, padahal Yahudi juga ingin makam Nabi SAW di pindahkan dr masjid Nabawi, biar umat muslim pada suatu saat melupakan Nabi SAW, dan banyak lagi contoh lainnya. > Sekali lagi tolong ya temen-temen.... > Saya bukan salaf, saya cuma mencari kebenaran > Wass wr wb > Powered by Telkomsel BlackBerry® >

