bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu 'ala rasuli-lLah wa #ala alihi wa ashhabihi wa mani-ttaba'ahu bi ihsani ila yaumi-ddien
assalamu 'alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuH akh nizami, baraka-lLahu fiek! jawaban yang pregnant dan sungguh bermanfaat seklai untuk ummat kala ini. jazaka-lLahu khairan! On Wed, Jan 28, 2009 at 7:24 AM, A Nizami <[email protected]> wrote: > Wa'alaikum salam wr wb, > Saya tidak ingin membahas Salafi atau bukan karena bisa jadi > perkataan/tindakan seseorang dari yg kita anggap Salafi ternyata tidak > mewakili keseluruhan. > > Meski demikian, sekedar mengingatkan firman Allah SWT, hendaknya kita > sebagai ummat Islam: > > 1. Tidak berpecah-belah dan bermusuh2an. > > "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan > janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu > ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah > mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, > orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang > neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah > menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [Ali > 'Imran:103] > > Kita harus ingat yang namanya ummat Islam itu hanya satu. Kalau pun > ada Ikhwanul Muslimin, Tarbiyah, Hizbut Tahrir, Salafi, Ahlus Sunnah > wal jama'ah, itu sekedar nama kelompok/hizb. > > "Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan > berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka > itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat" [Ali 'Imran:105] > > 2. Orang beriman itu bersaudara > > "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu > damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan > takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." [Al Hujuraat:10] > > 3. Jangan merendahkan kelompok lainnya: > > "Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki > merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih > baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan > kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan > janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil > dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah > (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak > bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." [Al Hujuraat:11] > > [1409]. Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara > sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh. > > [1410]. Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang > yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, > dengan panggilan seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya. > > Tidak pantas orang Islam mencela ummat Islam lainnya dengan mengatai > mereka sebagai hizb sementara mereka sendiri juga hizb. > > 4. Jangan mencari2 Kesalahan Orang Islam: > > "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka > (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan > janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan > satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging > saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. > Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat > lagi Maha Penyayang. " [Al Hujuraat:12] > > Setiap orang pasti salah dan lupa. Oleh karena itu tak pantas dia > mencari2 kesalahan ummat Islam lainnya apalagi sampai mengkafirkannya > (kecuali jika jelas menyalahi rukun Iman dan rukun Islam). > > 5. Cukuplah Kita Mengaku Sebagai Muslim > > Menurut saya tidak mengapa orang menyebut kelompok dirinya sebagai > Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Salafi, dsb. Selama tidak menganggap > hanya kelompoknya paling benar dan yang lain sesat/kafir. Tapi jika > sudah merendahkan ummat Islam lainnya, sebaiknya cukup kita menyebut > diri kita sebagai Muslim sesuai firman2 Allah sbb: > > "...Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari > dahulu..." [Al Hajj:78] > > "...Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) > menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang > muslim." [Al Hijr:2] > > "..."Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri > (kepada Allah)/Muslimuun." [Ali 'Imran:64] > > "Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang > buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorangpun) > mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, > lalu mereka berserah diri." [An Naml:81] > > "...dan kami hanya kepada-Nya berserah diri/Muslimuun." [Al 'Ankabuut:46] > > "..."Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah > kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)." [Al A'raaf:126] > > Masih banyak lagi ayat-ayat Al Qur'an yang memerintahkan kita untuk > mengaku sebagai Muslim. Hendaknya Al Qur'an yang merupakan pedoman > tertinggi itulah yang kita pakai. Apalagi jumlah ayatnya banyak. Bukan > hadits yang jumlahnya sedikit. > > Memang baik berusaha kembali kepada ajaran Islam yang benar. Namun > sayangnya yang sering dijadikan panutan untuk memahami Islam justru > adalah ulama muta'akhirin yang kadang hadits yang diambil hanya > sepotong2 saja, sehingga akhirnya mengkafirkan ummat Islam lain yang > berseberangan. > > Padahal ulama Salaafus Salih yang murni seperti Imam Madzhab yang 4 > yang pengetahuan Al Qur'an dan Haditsnya begitu dalam (contoh Imam > Syafi'ie hafal Al Qur'an pada umur 7 tahun dan hafal kitab Hadits Al > Muwaththo umur 10 tahun) ketika berbeda pendapat tidak > mengkafirkan/membid'ah kan satu sama lain. Inilah yang patut kita contoh. > > Selain itu jika ada kelompok yang mengkafirkan para mujahidin di > Palestina yang melawan Israel, niscaya kelompok ini adalah > sesat/khawarij meski mereka mengaku Muslim. Apalagi mereka jelas2 > tidak mau mengangkat senjata kepada negara Israel yang membantai ummat > Islam di Palestina. > > Ciri orang yang beriman adalah keras terhadap orang kafir dan saling > menyayangi sesama Muslim. Jadi kalau ada yang mengkafirkan ummat Islam > yang berjuang melawan negara Israel sementara dia diam tidak berjihad, > dia bukan orang beriman: > > "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang > bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang > kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka..." [Al > Fath:28] > > "Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara > kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan > mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka > dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut > terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras > terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan > Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang > suka mencela..." [Al Maa-idah:54] > > --- In [email protected] <syiar-islam%40yahoogroups.com>, > angki...@... wrote: > > > > Rekan-rekan saya mohon petunjuk nih.... > > Beberapa hari yang lalu saya mendengarka radio Dakta (uztadnya saya > lupa namanya Abu....) > > Menurut beliau Mashab Salafi tuh bentukanya Israel(Yahudi) untuk > melawan Ichwan di Mesir, karena waktu perang lawan Mesir. > > Mohon petunjuknya untuk rekan-rekan yang mengetahui tentang hub. > Salafi dengan Israel ya.... > > Memang cara pandang Salafi sama Israel mirip, contohnya Salafi ingin > memindahkan makam Rasulullah dr masjid Nabawi, dengan alasan agar umat > Islam tidak mengkultuskan makam Nabi SAW, padahal Yahudi juga ingin > makam Nabi SAW di pindahkan dr masjid Nabawi, biar umat muslim pada > suatu saat melupakan Nabi SAW, dan banyak lagi contoh lainnya. > > Sekali lagi tolong ya temen-temen.... > > Saya bukan salaf, saya cuma mencari kebenaran > > Wass wr wb > > Powered by Telkomsel BlackBerry(R) > > > > > -- Leo Imanov Abdu-lKariem [Non-text portions of this message have been removed]

