--- Pada Rab, 1/4/09, mlatifk <mlati.......> menulis:
Dari: mlatifk <[email protected]>
Topik: [pengusaha-muslim] Bank Syari'ah Dalam Beberapa Sisi Lebih Berbahaya
dari Bank Konvensional
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 1 April, 2009, 10:57 AM
===========================
Bismillahirrahmanir rahim.
Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.
Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurahkan atas Nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wa sallam.
Dalam suatu kesempatan saya dan ikhwan-ikhwan di purwokerto pernah berbincang
tentang praktek bank syari'ah yang ada saat ini, kami saling tukar pikiran dan
informasi (tentang pendapat para ustadz tentang bank syari'ah pada saat itu).
Kesimpulan kami pada saat itu adalah bank syari'ah lebih berbahaya dibandingkan
bank konvensional karena beberapa alasan, yaitu:
1. Bank syari'ah menggembar-gemborka n bahwa sistem perbankan yang mereka
jalankan adalah syar'i dan halal padahal pada prakteknya masih sama saja dengan
bank konvensional tapi dibungkus dengan istilah-istilah yang kelihatannya
syar'i. Dalam hal mengandung 2 bahaya:
- Penghalalan sesuatu yang diharamkan oleh Allah 'Azza wa Jalla.
- Penipuan terhadap kaum muslimin dengan janji bahwa sistem perbankan mereka
halal, sehingga banyak orang meyakini bahwa mu'amalah mereka halal padahal
sebenarnya haram.
2. Bank syari'ah berusaha mengeruk keuntungan lebih besar dari bank
konvensional dengan memanfaatkan kesadaran kaum muslimin untuk menjalankan
muamalah yang halal. Hal itu bisa dibuktikan dengan 2 hal
- Menarik bunga lebih besar dibandingkan bank konvensional kepada nasabah yang
meminjam modal kepada mereka.
- Memberikan bagi hasil lebih sedikit kepada investor/penabung daripada bank
konvensional dengan alasan bagi hasil berdasarkan keuntungan.
3. Bahkan saat ini banyak orang kafir yang tertarik untuk menjalankan bisnis
bank syari'ah (menurut versi mereka)dan ada juga yang sudah menjalankannya di
negara mereka. Hal itu karena mereka faham bahwa penerapan sistem bank syari'ah
lebih menguntungkan dibandingkan bank konvensional.
Kesimpulan diatas terlepas dari niat baik mereka untuk memberikan solusi kepada
kaum muslimin tentang perbankan syari'ah.
Saya setuju dengan pendapat Ustadz Arifin Badri dalam tulisan beliau di Majalah
As-Sunnah (saya belum baca bukunya)bahwa kita perlu mendukung upaya mereka
untuk menerapkan Syari'at Islam di bidang perbankan.
Bukan maksud saya untuk berdebat, mohon maaf apabila ada kesalahan dan mohon
masukannya dari ikhwan sekalian.
Semoga dari komunitas Pengusaha Muslim ini bisa tercetus gagasan untuk
bergotong royong merealisasikan suatu lembaga semacam perbankan yang
benar-benar syar'i dan dibarokahi.
Apabila kita ada niat bukan tidak mungkin bisa terwujud, dengan pertolongan
Allah.
Faidza 'azamta fa tawakkal 'alallah.
Wallahu a'lam.
WasSalamu 'alaikum wa Rahmatullahi wa barakatuh
Walhamdulillahi Rabbil'alamin.
Muhamad latif
www.nahwumudah. com
Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
[Non-text portions of this message have been removed]