ass wr wb ikut sedikit komentar............. Kebetulan beberapa waktu yang lalu ada seseorang yang saya pikir pakar masalah syariah mengadakan pencerahan kepada komunitas kami.
Yang saya tangkap bahwa penilaian mas latif ( email pertama) thd bank syariah sangat dangkal dan tanpa dasar yang kuat. Pertama yang harus kita pahami antara bunga dan bagi hasil atau prinsip jual beli, tolonh dipahami. jelas akad bunga sama bagi hasil/ jual beli beda. anda pergi ke bank konvensional langsung disodorin bunga sekian, dan itu fluktuatif tergantung turun naik nya bunga, sedang bank syariah kalau kita beli rumah/ mobil misalnya, mereka memang menjual harga yang tinggi dari harga pasar, itu hak mereka sebagai penjual dan hak kita kalau kita mau membeli, dan saya dengar informasi 'anda boleh menawar di bank syariah, anda bisa bandingka harga nya dengan bank sayriah lain. seandainya harga telah deal, yah jumlahnya segitu lah utang anda....... misalnya anda beli mobil dengan jangka waktu 5 thn, cicilan anda akan tetap selama 5 thn itu,bandingkan dengan bank konvensional, cicilan anda akan tergantung dari bunga bank yg kdang naik turun. permasalahanya adalah dalam hubunganya dengan BI, biasanya disangkut pautkan dengan bunga bank tersebuat pada SBI. Tetapi untuk bank syariah dari informasi yang saya dapatkan pengurusanya sudah terpisah dgn bank konvensional jadi unsur bunga dari info yang saya dapat dapat dikatakan tidak ada. Kalaupun ada melihat margin deviasi laba bank dibanding bank syariah lebih mahal, itu karena pasar bank syariah masih kecil, paling di indonesia sekitar 2-5%, coba kalau sudah misalnya 80-90 % kayak bank konvensional, pasti margin nya akan rendah karena marletnya sudah banyak. memang kalau kita meminjam uang di bank syariah lebih ketat kontrolnya, misalnya kitapinjammbuat usaha, pasti mereka akan mengontrol progress, sistem keuangan, dll. ya itu karena mereka (bank syariah) harus tahu seberapa bagus sang pengutang mengontrol usahanya, krn dana yg di utangkan kan dana umat dan ada share bagi hasil........... Tapi untuk bank konvensional, mana peduli bank konvensional mengontrol, yg penting sang pengutang bayar bunga bank dan ciclan tiap bulan............ sudah Sekarang terserah anda sendiri, mau mengembangkan ekonomi islam dengan mendukung bank syariah atau mengembangakn bank dengan bunga yg notabene produk kapitalis. Kalau anda tidak mau bunga, ada bisa minta ke bank untuk meniadakan bunga pada tabungan anda, hal ini seperti pada tabungan kami yg untuk gaji yang dibuatkan oleh perusahaan adalah tabungan tanpa bunga. Wassalam, Kristowo - Kuwait --- On Wed, 4/1/09, Syahri Mahmud <[email protected]> wrote: From: Syahri Mahmud <[email protected]> Subject: Re: [syiar-islam] Bank Syari'ah Dalam Bbrp Sisi Lebih Berbahaya dari Bank Konv. To: [email protected] Date: Wednesday, April 1, 2009, 1:53 PM kalau mau mindahin tabungan ke bank syariah, minta bagi hasilnya dinihilkan saja pak. karena bagi hasil di bank syariah hanya berbeda kata dengan bank konvensional. yang konvensional menggunakan kata bunga dan yang syariah menggunakan kata bagi hasil. dua2nya dalam prakrik tidak bebeda. salam ____________ _________ _________ __ From: Pandu Susilo (NHM IT) <[email protected]. id> To: syiar-islam@ yahoogroups. com Sent: Wednesday, April 1, 2009 12:30:53 PM Subject: RE: [syiar-islam] Bank Syari'ah Dalam Bbrp Sisi Lebih Berbahaya dari Bank Konv. Assalamualaikum wr wb Rekan2x & Bp. Latif Saya awam tentang bank syariah tapi bisa anda atau rekan2x dimilis jelaskan dimana berbahayanya secara detail? insya allah bulan depan seluruh tabungan saya ingin saya ganti dari Bank Konvensional ke Bank Syariah, niat saya tidak berfikir masalah bunga yang lebih besar atau tidak tetapi saya berfikir harta saya bersih dari kata riba. Mohon dijelaskan? Terima Kasih Wasalamualaikum wr wb Pandu From: syiar-islam@ yahoogroups. com [mailto:syiar-islam@ yahoogroups. com] On Behalf Of MK. Mattawaf Sent: Wednesday, April 01, 2009 12:14 PM To: mk_mtw...@yahoo. co.id Subject: [syiar-islam] Bank Syari'ah Dalam Bbrp Sisi Lebih Berbahaya dari Bank Konv. --- Pada Rab, 1/4/09, mlatifk <mlati...... .> menulis: Dari: mlatifk <mlat...@yahoo. com <mailto:mlatifk% 40yahoo.com> > Topik: [pengusaha-muslim] Bank Syari'ah Dalam Beberapa Sisi Lebih Berbahaya dari Bank Konvensional Kepada: pengusaha-muslim@ yahoogroups. com <mailto:pengusaha- muslim%40yahoogr oups.com> Tanggal: Rabu, 1 April, 2009, 10:57 AM ============ ========= ====== Bismillahirrahmanir rahim. Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh. Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurahkan atas Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Dalam suatu kesempatan saya dan ikhwan-ikhwan di purwokerto pernah berbincang tentang praktek bank syari'ah yang ada saat ini, kami saling tukar pikiran dan informasi (tentang pendapat para ustadz tentang bank syari'ah pada saat itu). Kesimpulan kami pada saat itu adalah bank syari'ah lebih berbahaya dibandingkan bank konvensional karena beberapa alasan, yaitu: 1. Bank syari'ah menggembar-gemborka n bahwa sistem perbankan yang mereka jalankan adalah syar'i dan halal padahal pada prakteknya masih sama saja dengan bank konvensional tapi dibungkus dengan istilah-istilah yang kelihatannya syar'i. Dalam hal mengandung 2 bahaya: - Penghalalan sesuatu yang diharamkan oleh Allah 'Azza wa Jalla. - Penipuan terhadap kaum muslimin dengan janji bahwa sistem perbankan mereka halal, sehingga banyak orang meyakini bahwa mu'amalah mereka halal padahal sebenarnya haram. 2. Bank syari'ah berusaha mengeruk keuntungan lebih besar dari bank konvensional dengan memanfaatkan kesadaran kaum muslimin untuk menjalankan muamalah yang halal. Hal itu bisa dibuktikan dengan 2 hal - Menarik bunga lebih besar dibandingkan bank konvensional kepada nasabah yang meminjam modal kepada mereka. - Memberikan bagi hasil lebih sedikit kepada investor/penabung daripada bank konvensional dengan alasan bagi hasil berdasarkan keuntungan. 3. Bahkan saat ini banyak orang kafir yang tertarik untuk menjalankan bisnis bank syari'ah (menurut versi mereka)dan ada juga yang sudah menjalankannya di negara mereka. Hal itu karena mereka faham bahwa penerapan sistem bank syari'ah lebih menguntungkan dibandingkan bank konvensional. Kesimpulan diatas terlepas dari niat baik mereka untuk memberikan solusi kepada kaum muslimin tentang perbankan syari'ah. Saya setuju dengan pendapat Ustadz Arifin Badri dalam tulisan beliau di Majalah As-Sunnah (saya belum baca bukunya)bahwa kita perlu mendukung upaya mereka untuk menerapkan Syari'at Islam di bidang perbankan. Bukan maksud saya untuk berdebat, mohon maaf apabila ada kesalahan dan mohon masukannya dari ikhwan sekalian. Semoga dari komunitas Pengusaha Muslim ini bisa tercetus gagasan untuk bergotong royong merealisasikan suatu lembaga semacam perbankan yang benar-benar syar'i dan dibarokahi. Apabila kita ada niat bukan tidak mungkin bisa terwujud, dengan pertolongan Allah. Faidza 'azamta fa tawakkal 'alallah. Wallahu a'lam. WasSalamu 'alaikum wa Rahmatullahi wa barakatuh Walhamdulillahi Rabbil'alamin. Muhamad latif www.nahwumudah. com Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/ invite/ <http://id.messenger .yahoo.com/ invite/> [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------ --------- --------- ------ === Paket Umrah Mulai US$ 1.490 Paket ONH Plus 2009 (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 Informasi lengkap di: http://www.media- islam.or. id Ingin belajar Islam? Kirim email ke syiar-islam- subscribe@ yahoogroups. com Dapatkan buku-buku Islami di DemiMasa Online Bookstore http://www.demimasa .co.id Jual Rumah Baru di Otista Kampung Melayu Jakarta Timur Rp 650 juta. Info: http://agusnizami. wordpress. comYahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

