Assalaamu'alaikum warohmatulloh.

Menjelang Pemilu 2009

Dalam sebuah riwayat, Khalifah Umar bin Khotob pernah bertanya kepada para 
sahabatnya, “apa cita-cita kalian dalam menempuh dunia fana ini?” Salah seorang 
diantaranya menjawab, “Saya bercita-cita memiliki emas, zamrud, dan intan 
berlian sepenuh rumah saya. Jika demikian, saya akan dapat berinfak di jalan 
Alloh. Juga akan saya gunakan untuk menolong umat Islam yang sangat kekurangan. 
Sahabat lain menjawab,” Saya ingin memiliki uang sepenuh rumah saya agar dapat 
membela agama Alloh dan membantu fakir miskin. Juga akan saya gunakan untuk 
menegakkan hukum-hukum Alloh di muka bumi ini.”

Mendengar semua itu, Umar terdiam sejenak. Kemudian ia berkata, ”Cita-citaku 
sangat berlainan dengan cita-cita kalian. Aku mencita-citakan tampilnya kembali 
orang-orang seperti Abu Ubaidah Ibnu Al Jarroh, Mu’adz bin Jabbal, dan Salim 
budak Hudzaifah. Niscaya aku akan minta bantuan mereka guna menegakkan kalimat 
Alloh di muka bumi ini. Aku tertarik dengan jiwa mereka karena merekalah sosok 
manusia beriman, bertaqwa, jujur, dan sangat  wara’ (berhati-hati agar tidak 
terjerumus dalam perkara  sub hat/meragukan). Mereka juga pemimpin umat yang 
sangat peduli terhadap nasib umat dan bangsanya pada masa depan. Mereka sangat 
amanah akan tugas dan jabatan yang mereka emban.

Semoga kita umat Islam seluruhnya, mampu membuka mata, telinga, dan hati untuk 
memilih pemimpin-pemimpin yang mampu menjaga harkat martabat Islam dan ummatnya 
(izzul islam wal muslimiin), menegakkan kalimah Alloh dan sistem Islami, serta 
mampu menata kehidupan bangsa dan negara menuju baldatun thoyyibatun wa robbun 
ghoffuur- Negeri yang aman sejahtera penuh limpahan rahmat dan ampunan Alloh 
swt,  amiin.

Diambil dari: Buletin dakwah & Informasi Pusdai Jabar  27 Maret 2009



      

Kirim email ke