Harap diperhatikan bahwa AS makmur karena mereka memeras kekayaan alam negara2
lain di seluruh dunia seperti Indonesia di mana 90% migas dikelola oleh
perusahaan AS dan sekutunya, begitu pula emas, perak, tembaga, dsb seperti di
Freeport di mana mereka mendapat 85% hasilnya sementara Indonesia hanya dapat
15% nya (ini jika kita tidak ditipu). Menurut PENA Rp 2000 trilyun/tahun masuk
ke kantong asing terutama AS.
Ini juga terjadi di Iraq dan Afghanistan di mana perang tsb juga memperebutkan
kekayaan alam negara itu.. Tak heran jika pengantar Piza saja di AS gajinya
bisa Rp 14 juta/bulan belum termasuk tip sementara di Indonesia manajer saja
ada yang gajinya kurang dari rp 2 juta/bulan.
Bagaimana pun juga seburam2nya ekonomi di AS, akan lebih buram lagi di
Indonesia karena Indonesia adalah negara sapi perah AS. Oleh karena itu tak
heran peristiwa bunuh diri sekeluarga juga sudah lama terjadi di Indonesia.
Indonesia butuh pemimpin yang punya visi ekonomi yang berpihak pada rakyat dan
mandiri. Bukan sekedar budak asing.
YouTube - Ibu dan Dua Anaknya Nekat Bunuh Diri
23.05.2008Kisah Sedih akibat himpitan ekonomi kembali terjadi. Seorang ibu di
Deli Serdang, Sumatra Utara, nekat bunuh diri bersama kedua ...
www.youtube.com/watch?v=WfgNw9on5nM
Fokus - Ibu Bunuh Diri Setelah Bunuh 4 Anaknya
Seorang ibu rumah tangga di Malang, Jawa Timur berinisial JM nekad membunuh ke
4 anaknya dengan cara memberikan racun. Setelah membunuh ke 4 anaknya, ...
www.indosiar.com/fokus/59626/ibu-bunuh-diri-setelah-bunuh-4-anaknya
[list_indonesia] [ppiindia] Kemiskinan Memaksa Ibu Bunuh Diri ...
Jumat, 17 Desember 2004 Kemiskinan Memaksa Ibu Bunuh Diri Bersama Dua Anaknya
MAHFUD (32) tampak lemas. Masih amat segar dari ingatannya kematian Jasih ...
www.freelists.org/post/list_indonesia/ppiindia-Kemiskinan-Memaksa-Ibu-Bunuh-Diri-Bersama-Dua-Anaknya,4
Ibu Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri
Ibu Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri. Oleh Yuyuk Sugarman Yogyakarta-Seorang ibu
bernama Ratinah (30), warga Dusun Ngelo Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, ...
www.sinarharapan.co.id/berita/0705/04/sh06.html
===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]
Jual Rumah Baru di Otista Kampung Melayu Jakarta Timur Rp 650 juta.. Info:
http://agusnizami.wordpress.com
--- Pada Kam, 16/4/09, Satriyo <[email protected]> menulis:
Dari: Satriyo <[email protected]>
Topik: {forsimpta} Pelajaran dari Potret Buram AS: apakah faktor ekonomi
sedemikian menentukan?
Kepada: [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected]
Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 2:15 AM
Salam,
Potret buram negeri adidaya Paman Sam makin nyata saja dengan makin
meningkatnya angka bunuh diri yang menyertai pembunuhan atas anggota keluarga
pelaku bunuh diri. Adakah bedanya dengan nasib nahas para mantan Caled di
Pemilu 2009 Indonesia setelah mereka terlilit hutang atau harta benda ludes
bersama raibnya impian mengais harta sebagai wakil rakyat terhormat dan
beradab?
Benang merahnya sangat mungkin adalah ekonomi. Jadi? Faktor iman mungkin luput
dari atensi manusia di manapun selama ini. Pelajaran berharga yang berarti
hanya buat mereka yang memang mau memikirkannya.
Ayo, jangan wariskan watak dan sikap materialisme kapitalis kepada anak-anak
kita, generasi penerus ummat dan bangsa ini.
salam,
Satriyo
--
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest
>> al-Ra'd [13]: 28
http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/04/13/ ITR/mbm.20090413
.ITR130022. id.html
Bunuh Diri
Malaise yang Memicu Pelatuk
Kasus penembakan anggota keluarga dan bunuh diri kian banyak ditemukan di
Amerika. Akibat tak tahan menanggung krisis ekonomi.
Hidup, bagi James Harrison, adalah serpihan tanpa bentuk: pekerjaan sebagai
petugas jaga malam tanpa tunjangan tetap, lima anak yang butuh makan, dan
seorang istri yang terus-menerus menyalakan api pertengkaran.
Pekan lalu, Harrison mengakhiri hidupnya yang pepat dengan cara mengenaskan.
Ia menembak kelima anaknya, yang masih tertidur pulas di kamar mereka, lalu
menembak kepalanya sendiri di sebuah mobil.
Polisi Pierce County, Auburn, di Negara Bagian Washington, menemukan mayat
Harrison di dalam mobil yang mesinnya masih menyala, Sabtu dua pekan lalu.
Setelah menyisir lokasi, sekitar delapan jam kemudian mereka menemukan kelima
anak Harrison di rumah mobilnya. Empat ditemukan bersimbah darah di tempat
tidur dan seorang lagi di kamar mandi. Mereka berusia 6-14 tahun. ”Ya, Tuhan!
Mereka tampak seperti peri-peri kecil yang sedang tidur,” kata Kepala Polisi
Paul Pastor.
Para tetangga yang tinggal di dekat rumah mobil Harrison mengatakan pria 34
tahun itu gemar menyiksa anak. Dua tahun lalu, mereka pernah mengadukan
Harrison ke bagian pengawasan anak. ”Setiap hari, Anda bisa mendengar anak-anak
malang itu menjerit kesakitan,” kata Carolyn Bader, seorang tetangga.
Beberapa jam sebelum peristiwa penembakan, menurut para tetangga, Harrison
sempat bertengkar dengan istrinya, Angela. Teriakan pertengkaran menggema ke
rumah-rumah sebelah. Setelah itu, dengan tergesa-gesa sang istri keluar dari
rumah.
Seorang kerabat Harrison mengatakan pasangan itu sudah lama tak cocok.
Kebiasaan Harrison yang gemar memukul dan pekerjaannya sebagai petugas jaga
malam di sebuah pabrik dengan gaji kecil dan tanpa tunjangan menjadi pemicu
pertengkaran. Sang istri bahkan mengancam akan meninggalkan Harrison.
Kasus penembakan ini menggenapi peristiwa serupa yang terjadi dalam beberapa
bulan terakhir di Amerika Serikat. Hanya sepekan sebelum kasus Harrison, di
Santa Clara, California, Karthik Rajaram membunuh istrinya, dua anak mereka,
dan ibu mertuanya, kemudian bunuh diri.
Dalam secarik kertas yang ditemukan di sebelah mayatnya, pria yang bekerja
sebagai manajer keuangan di anak perusahaan Sony Picture ini mengaku tengah
dililit krisis keuangan setelah dipecat dari perusahaan itu. ”Ini keputusan
yang lebih terhormat,” tulisnya.
November tahun lalu, seorang pria juga menembak istri, dua putri mereka, dan
dirinya di Akron, Ohio. Padahal pria itu dikenal sebagai orang yang santun.
Seorang tetangga menceritakan anak-anaknya bahkan belajar piano dari pria itu.
Kerabatnya mengatakan pria itu berbuat nekat karena tak menemukan cara membayar
kredit rumah setelah diberhentikan dari pekerjaan.
Kecenderungan menembak anggota keluarga yang berakhir dengan bunuh diri ini
menimbulkan kekhawatiran di kalangan psikolog dan peneliti kejiwaan di Amerika.
Dr Edward Charlesworth, psikolog klinis di Houston, bulan lalu mengadakan
penelitian tentang korelasi bunuh diri dan krisis ekonomi. Berdasarkan
penelitian itu, ia menyimpulkan orang akan cenderung berbuat nekat dalam
tekanan ekonomi.
Penelitian ini dikuatkan dengan bukti kian naiknya pengaduan yang masuk ke
pusat-pusat bantuan pencegahan bunuh diri. Menurut Virginia Cervasio, Direktur
Eksekutif Samaritans of New York, yang menangani keluhan bunuh diri, penelepon
umumnya mengadu tak mampu lagi menanggung beban hidup setelah krisis keuangan
mendera.
Sepanjang tahun ini saja, Switchboard of Miami, lembaga bantuan lainnya,
merekam 500 panggilan yang berisi keluhan senada. ”Mereka mengeluh sudah tak
punya apa-apa, kehilangan rumah, pekerjaan, mobil,” kata Ann Malone, salah satu
petugas.
Krisis finansial sejak tahun silam memang menghancurkan sendi ekonomi keluarga
di negara adidaya itu. Lebih dari empat juta warga Amerika kini menghadapi
jatuh tempo utang properti. Mortgage Bankers Association, yang mengurus kredit
perumahan, mencatat sudah 500 ribu dokumen penyitaan yang selesai diproses.
Tahun ini diperkirakan jumlah itu akan meningkat drastis.
”Sejarah menunjukkan kehidupan keluarga Amerika yang mapan memang mudah rapuh
jika krisis ekonomi melanda,” kata Charlesworth.
Angela Dewi (AP, Latimes, Nytimes)
Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka
browser. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer